Saturday, February 11, 2012

HOAX: Kisah Hakim Dan Wanita/Nenek Pencuri Roti/Singkong

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Sedang disebarkan lewat email dan BBM sebuah cerita rekayasa tentang seorang hakim yang dengarkan kasus wanita (atau nenek tua) yang mencuri roti (atau singkong).  Menurut cerita yang disebut “kisah nyata”, wanita itu divonis bersalah mencuri roti karena anaknya sakit dan cucu lapar. Lalu hakim menyuruh wanita itu bayar denda, tapi kumpulkan uang dari para hadirin dan juga sumbang sendiri, sehingga wanita itu pulang membawa uang sumbangan yang banyak.
Cerita ini adalah terjemahan dari kisah dalam bahasa Inggris, dengan wanita itu berada di New York dan mencuri roti. Lalu ada yang membuat versi baru di mana si nenek tua mencuri singkong di Prabumulih, Lampung, dan hakim tetap kumpulkan uang untuk si nenek seperti dalam cerita pertama.

Kisah rekayasa yang pertama (dalam bahasa Inggris) menceritakan seorang walikota New York, tahun 1930an, yang saat itu juga berhak menjadi hakim. Walikota tersebut memang ada zaman dulu, tetapi menurut situs Snopes.com (situs yang kumpulkan cerita rekayasa dari internet), tidak ada bukti sama sekali bahwa kasus ini pernah terjadi. Alias ini adalah cerita rekayasa yang hanya menggunakan nama orang yang pernah hidup zaman dulu.
Lalu ada komentar dari beberapa orang “Nggak masalah disebarkan, karena ada pesan moralnya”. Mungkin saja, tetapi ini “dijual” sebagai kisah nyata, padahal bohongan. Jadi nanti bisa saja diubah sehingga sang hakim juga menyumbang rumah pribadinya, deposito 1 milyar, mobil pribadi dan lain sebagainya. Apakah kalau kisah rekayasa ini ditambah-tambah terus oleh banyak orang akan ada manfaatnya? Saya kira tidak ada. Apalagi sudah diubah untuk menyebutkan nama perusahaan Bakrie Group, berarti sudah menjadi fitnah dalam kisah barunya. Jadi, tidak usah disebarkan, kecuali mau dijelaskan sebagai fiksi dan rekayasa yang tidak pernah terjadi.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

[VERSI BARU YG MENGUBAH CERITA SEOLAH TERJADI DI INDONESIA]

HAKIM HEBAT DAN NENEK YANG DITUDUH MENCURI SINGKONG
Kasus tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Lampung (kisah nyata),…… diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,…. namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bg warga lainnya.
Hakim Marzuki menghela nafas… [dan seterusnya..]

[VERSI LAMA, DARI KISAH REKAYASA DALAM BAHASA INGGRIS]:

KEPUTUSAN HAKIM
Cerita ini terjadi di kota New York pada pertengahan 1930an ketika AS mengalami depresi ekonomi. Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota , orang-orang miskin nyaris kelaparan. Di suatu ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk menyimak tuntutan terhadap seorang wanita yang dituduh mencuri sepotong roti. Wanita itu berdalih bahwa anak perempuannya sakit, cucunya kelaparan, dan karena suaminya telah meninggalkan dirinya.Tetap saja penjaga toko yang rotinya dicuri menolak untuk membatalkan tuntutan. Ia memaksa bahwa wanita itu harus dihukum untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.
Hakim itu menghela nafasnya…..[dan seterusnya..]

10 comments:

  1. PERTAMXAH ,?
    insya Allah waoupun bohong , kita mengharapkan ada hakim yang berhati mulia seperti dalam kisah , dan menjadi pelajaran hakim-hakim yang lain , meredeka !!

    ReplyDelete
  2. hanya allah yang tahu dan pelakunya... Serahkan lah kepadaNYA hukum dunia berbeda dengan hukum akhirat...

    ReplyDelete
  3. Terserah mau bohong atau tidak, tapi yg pasti cerita ini menginspirasi banget.

    Sama seperti cerita wayang, benar atau tidak tokoh itu ada, jangan lihat dari sisi tsb, tetapi lihat makna mendalam dari cerita yg disajikan.

    sepertinya, hal itu pula yang terjadi dengan hakekat si penulis (orang yg pertama kali membuat kisah ini), pesan moral lah yang di munculkan.

    peace....

    ReplyDelete
  4. walaupun ceritax bohong..
    paling tidak,, bisa mnjadi inspirasi untuk hakim hakim di indonesia ini khususnya...

    ReplyDelete
  5. sebaiknya anda juga menyertakan sumber asli bahasa Inggrisnya, saya setuju jika cerita tu rekayasa, maka sebutkan sebagai cerita rekayasa, karna jika sudah ditambah dengan maksud menggunjing ni bisa menjadi fitnah

    ReplyDelete
  6. Jika benar itu adalah cerita rekayasa dari negara lain, maka seharusnya Anda, Gene Netto menautkan link atau sumber artikel atau beritanya. Kalau cuma berkoar-koar mengatakan ini cerita rekayasa, maka Anda tak ubahnya sama dengan Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Tak ada bedanya dengan orang-orang yang merekayasanya! Karena ini bisa jadi asumsi Anda belaka.

    ReplyDelete
  7. @Kebenaran Sa, terima kasih komentarnya. Apa sudah memahami apa yang saya tulis di atas? Nama Walikota tersebut nyata. Orangnya memang hidup zaman dulu. Jadi, kalau dia melakukan suatu tindakan yang begitu tidak normal, dan dikategorikan luar biasa, maka bisa saja cerita itu muncul dan disebarkan. Tapi itu di tahun 1930an. Sekarang tahun 2012. Sudah lewat 80 tahun, lalu cerita ini muncul secara tiba2. Dari mana munculnya? Dari koran? Tidak. Dari buku? Tidak juga. Dari catatan sejarah? Tidak. Semuanya tidak ada bukti sama sekali, dan tidak ada referensi di mana2, sebelum sekarang. Ada ada saudaranya yang masih hidup dan simpan cerita ini tanpa ditulis di mana saja selama 80 tahun, dan sekarang baru mau sebarkan, tanpa menyebutkan nama diri sebagai saudaranya? Aneh sekali dan tidak masuk akal. Lebih masuk akal ini cerita rekayasa.
    Jadi anda minta link ke mana? Kalau cerita ini direkayasa, apa emang bisa ditemukan link? Link ke mana?
    Coba berfikir. Saya mau rekayasa sebuah cerita sekarang. Ini cerita saya:
    “Pada 1946, Sukarno sebagai Presiden Indonesia memberikan suaka politik kepada Kaisar Cina, dan Kaisar Cina pindah ke Indonesia dan tinggal di Menteng sampai tahun 1984.”
    Ini cerita rekayasa. Silahkan anda kasih “link” kepada saya. Mau kasih link apa? Link ke mana? Saya baru saja membuat cerita palsu ini. Jadi bagaimana anda bisa dapatkan link? Tidak ada link, tidak ada koran, tidak ada buku, tidak ada saksi mata, tidak ada apa2 selain teks cerita yang direkayasa, dan itu karena tidak ada cerita asli seperti ini. Jadi ini disebut cerita rekayasa.
    Makanya, karena tidak bisa dibuktikan sama sekali, dari sumber manapun, dan isinya terlalu luar biasa sampai tidak masuk akal, dan itu sesuai dengan ciri2 semua cerita rekayasa lain yang ada di internet sekarang, maka dari itu ketahuan sebagai cerita rekayasa.
    Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. gpp bohong.......yg pntg ada nasihatnya dan itu penting bagi yg baca

    ReplyDelete
  9. "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang keadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu".
    (Q.S al-Hujurat, 6)

    Menurut sy maksud pak gene bukan kepada nasihat dari cerita diatas. Masalahnya cerita diatas membawa2 suatu nama perusahaan yg qt sendiri tidak tahu kebenarannya. Karena sudah membawa2 nama orang lain maka qt patut meneliti dulu kebenarannya sebelum dishare agar tidak menjadi fitnah pada org yg bersangkutan. Jangan sampai niat baik qt ingin orang lin mendapat nasihat atau pelajaran dr cerita itu malah menjadi suatu kecerobohan yang kelak di akhiraat akan qt sesali. Allah memperingatkan qt di dalam Alquran dlm surat al-Hujurat ayat 6. Semoga qt bisa mengambil pelajaran dr peringatan Allah ini.

    ReplyDelete