Wednesday, March 21, 2012

Hidayat Siap Atasi Macet & Banjir di Jakarta

Ini berita paling keren dari PKS dalam 4 tahun terakhir. Semoga diberikan kemudahan.

Hidayat Siap Atasi Macet & Banjir di Jakarta

Suci Dian Firani - detikNews
Senin, 19/03/2012 21:28 WIB
Jakarta Hidayat Nurwahid menerima amanah partainya untuk maju di Pilkada DKI. Bersama pasangannya Didik J Rachbini, Hidayat siap berbuat sesuatu untuk Jakarta.

"Saya warga Jakarta, saya merasakan duka lara, suka duka warga Jakarta. Saya bagian beragam keunggulan Jakarta untuk dilanjutkan dan merasakan banyak yang diperbaiki seperti macet, banjir, dan transportasi," kata Hidayat dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (19/3/2012) malam. Hidayat pun siap membangun Jakarta. Apalagi, Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang perlu dipermak agar menjadi kota yang nyaman bagi warganya.

"Jakarta adalah ibukota Indonesia. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, sangat layak ibukota menjadi berkelas dan terhormat di mata negara-negara lainnya," jelas Hidayat yang mengenakan batik berwarna hijau itu. PKS dengan kursi yang dimiliki lebih dari 15 kursi di DPRD DKI bisa mengusung calon sendiri. Didik diketahui merupakan kader PAN. Sedang PAN untuk Pilkada DKI merapat ke Fauzi Bowo. (sdf/ndr)

Siap Hadapi Foke & Jokowi, Hidayat: PKS Tak Ajukan Saya untuk Kalah

Suci Dian Firani - detikNews
Senin, 19/03/2012 21:47 WIB
Jakarta Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini resmi diusung PKS untuk bertarung di Pilkada DKI. Keduanya pun siap menghadapi lawan-lawan di Pilkada. Hidayat yakin bisa memperoleh kemenangan.

"Saya siap menang siap kalah, siap dua-duanya. Tapi yang jelas, PKS tidak mengajukan saya untuk kalah," terang Hidayat di Kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (19/3/2012) malam. Hidayat tidak sembarang bicara. Saat dia menjadi Presiden PKS pada 2004 lalu, di Jakarta PKS berkibar dan meraih kemenangan.

"Waktu itu saya jadi presiden PKS dan di pemilu 2004 memenangkan pemilu di Jakarta, itu adalah fakta sejarah dan itu bisa diulangi," jelasnya. Sedang menghadapi lawan-lawan yang cukup tangguh yang sudah punya nama dan modal kuat seperti Fauzi Bowo, Jokowi, dan Alex Noerdin, Hidayat mengaku tidak risau.

"Pertama saya apresiasi Foke tertinggi di poling, tentu kader yang lain dalam konteks itu berkompetisi, keragaman partai dan kader, demokrasi tapi bukan democrazy. Poling itu bukan pilkada, kalau poling adalah Pilkada buat apa ada KPUD. Mengenai Jokowi saya pun mengapresiasinya," tuturnya. (sdf/ndr)

3 comments:

  1. Semua bilang siap...apa bedanya PILKB sama PILKADA?? klo PILKB, klo kita lupa dapet, nah yang ga enak sama PILKADA klo uda dapet eh malah lupa...hehehe

    ReplyDelete