Tuesday, April 24, 2012

Bocah 11 Tahun Sudah 20 Kali Disodomi Guru Agamanya di Tebet

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 24/04/2012 16:16 WIB
Jakarta KHD (36), guru agama yang menyodomi muridnya yang berusia 11 tahun sudah berkali-kali melancarkan aksinya. KDH sudah 20 kali menyodomi bocah laki-laki tersebut. "Tersangka KHD terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial sebanyak 20 kali," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Wijaya II, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Menurut Aswin, kasus ini terungkap karena teman dari korban melaporkan perbuatan tersangka ke kepala sekolah di mana guru agama tersebut mengajar di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Dari pihak sekolah lantas mengamankan tersangka dan mengonfirmasi hal ini ke keluarga korban.

"Melaporkan peristiwa kejahatan ini ke Polres Jaksel pada 13 April dan menyerahkan tersangkanya," jelasnya. Aswin mengatakan perbuatan bejat KHD dilakukan di beberapa tempat yakni ruang kelas, kamar mandi sekolah dan rumah korban di Galur, Jakarta Pusat.

"Dalam beraksi, tersangka melakukan seorang diri," jelasnya. Sebelumnya Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto mengatakan kasus ini bermula saat korban mengadu kepada sopirnya bahwa dia merasa sakit di bagian belakang. Hingga akhirnya hal ini dilaporkan ke keluarga dan pihak sekolah. Nama KHD pun disebut sebagai orang yang sudah melakukan sodomi kepada korban. Korban mengaku disodomi sebanyak 10 kali. Setelah ditangkap, KHD mengaku baru berbuat hal itu sebanyak 4 kali. (gus/nrl)

Guru Agama Cabul di Tebet Iming-imingi Bocah Ikut Kejuaraan
Ray Jordan - detikNews
Selasa, 24/04/2012 17:15 WIB Jakarta Guru agama cabul, KHD (36) mengiming-imingi korbannya sebelum melakukan sodomi. Korban yang juga muridnya itu diiming-imingi suatu kejuaraan di pelajaran agama. "Dia diimingi sebagai orang yang akan mewakili dalam suatu kejuaraan tentang agama," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin, saat ditemui detikcom di kantornya, Jl Wijaya II, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Aswin mengatakan perbuatan bejat KHD banyak dilakukan di lingkungan sekolah di daerah Tebet, Jakarta Selatan. "Umumnya kejadian lebih banyak di sekolah. Waktunya bervariasi," ujarnya. Hingga kini polisi belum memeriksa apakah KHD mengalami kelainan seksual. Namun tindakan KHD tersebut dilakukan secara sadar.

"Kita belum sampai kesitu. Nanti kita dalami. Yang jelas tersangka melakukannya dalam keadaan sadar," jelasnya. Sedangkan korban masih ditangani unit perlindungan perempuan dan anak Polres Jakarta Selatan. "Korban sendiri setiap mengalami tindakan tersebut tidak melawan," ucapnya. Baik korban dan pelaku sama-sama tidak ingat kapan terakhir perbuatan KHD tersebut dilakukan. "Korban tidak ingat. Dan tersangka pun tidak ingat," tutupnya.(gus/ndr)

No comments:

Post a Comment