Monday, May 07, 2012

Subject email ini: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls:

Tadi saya baca email di sebuah milis. Subject emailnya begini:
Bls: Re: Bls: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re:

Dan setelah itu, subject aslinya sudah hilang.
Saya tidak tahu kenapa, tetapi sebagian dari orang Indonesia tidak suka, atau tidak paham, tulisan “Re” itu, lalu merasa wajib menulis “Bls” di depannya (atau menghapus Re dan menggantikan dengan Bls).
Re = singkatan dari Regarding (“berkaitan dengan”) dan menunjuk ke email sebelumnya.
Bls = singkatan dari Balas, tetapi karena Re itu dihapus, maka tulisan baru Bls itu dipertahankan oleh sistem emailnya, dan ditambahkan ke Subject aslinya.
Jadi, kalau kirim 10 email, maka seharusnya hanya akan melihat Re satu kali dalam setiap email dari email kedua sampai ke email yang ke-10. Tetapi karena ada yang menulis Bls, maka itu ditambahkan sistem email ke Subject dan menjadi bagian dari Subject itu sendiri, sehingga email berikut bukan hanya menggunakan Re saja, tetapi menjadi “Re: Bls: (+ Subject aslinya)”
Dan karena dilakukan berkali2 oleh orang2 yang sama, akhirnya menjadi seperti di atas.
Kenapa ini dilakukan terus? Apa orang2 itu tidak bisa berfikir bahwa perubahan mereka terhadap sistem automatis email itu malah membuat sistemnya menjadi kacau? Kenapa tidak biarkan tulisan “Re” itu berada di situ, dan tidak perlu diganti dengan “Bls”? Tidak ada yang menjadi bingung dan menangis kalau tidak melihat Bls di Subject emailnya.
Bukannya lebih baik membiarkan saja sistem email berfungsi sendiri secara automatis?  

Wassalam,
Gene

1 comment:

  1. setahu saya bls itu otomatis kalau menggunakan email versi indonesia

    ReplyDelete