Saturday, August 18, 2012

Merasa Kehidupan Anda Berat? Coba Simak Ini.

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya barusan ditelfon oleh seorang anak yang muallaf, masih anak SMA. Dia sudah tertarik pada Islam dari beberapa bulan yang lalu, dan bertanya2 terus di beberapa tempat. Akhirnya dia merasa yakin dan masuk Islam secara lisan (baca syahaddat sendiri). Tapi karena kemudian ketahuan oleh kakaknya, dia diancam akan dibunuh kalau berani main-main dengan Islam lagi. Dikatakan sudah kena virus yang parah, yang merusak akal pikiran, sehingga dia berani masuk Islam dan tinggalkan Tuhan Yesus. Untungnya, si kakak belum memberitahu orang tuanya. Kalau orang tua tahu, dia tidak bisa bayangkan reaksi mereka seperti apa, karena katanya, mereka orang yang keras dan fanatis terhadap agama Kristen.  

Walaupun sudah diancam dan takut dibunuh, dia masih nekat saja mengucapkan syahaddat lagi secara formal dialam masjid di bulan puasa ini, dibantu oleh para pengurus setempat. Dan sekarang dia jadi bingung. Shalat tidak bisa, puasa tidak bisa. Kalau diusahakan, akan ketahuan oleh keluarga.

Dia bertanya kepada saya apa boleh menginap di rumah ustadz, dan tinggalkan rumah keluarga? Tapi secara hukum, dia masih di bawah umur, jadi saya bilang harus tanya dulu pada pengacara, untuk tahu dia punya hak apa. Dia sudah memikirkan itu juga, dan tidak mau sampai orang tua laporkan ustadz ke polisi sebagai “penculik”, dan nanti dia dipaksakan kembali ke rumah orang tua, di mana dia merasa tidak aman.
Saya bilang mungkin bisa bawa pengacara ke pengadilan dan laporkan bahwa kakak ancam akan membunuhnya. Tapi dia pintar sekali, dan langsung menjawab bahwa tidak ada bukti, jadi kakak bisa berbohong dan mengatakan tidak pernah mengancam. Jadi mesti bagaimana? Menunggu dibunuh? Atau hidup sebagai seorang Muslim yang tidak bisa shalat dan puasa? Atau kabur dari rumah, dan setelah itu putus sekolah? Apa solusi yang tepat kalau seorang anak mau masuk Islam, dan orang tua tidak mungkin mengizinkan, dan kakak malah ancam akan membunuh anak itu?

Apa anda merasa punya kesulitan dalam kehidupan anda? Mungkin yang membuat anda stress tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang harus dialami orang lain seperti anak yang muallaf ini. Stress di kantor mungkin ada, tapi masih bisa shalat, bisa pulang ke rumah, buka puasa dan sahur sama keluarga tanpa masalah. Sedangkan anak ini mau beriman kepada Allah, tapi hanya bisa dilakukan sebatas baca syahaddat saja, tanpa bisa lebih. Jadi sebelum mengeluh lagi tentang semua kesulitan yang dialami, coba merenung, dan bayangkan kalau untuk beriman saja anda harus menghadapi ancaman pembunuhan dari saudara kandung sendiri, yang hari sebelumnya penuh dengan kasih sayang.

Mungkin saja kehidupan kita penuh dengan kenikmatan dari Allah, yang tidak kita sadari karena sudah terasa sebagai hal yang “biasa”. Izin melakukan shalat secara bebas sudah merupakan rahmat yang besar sekali dari Allah, yang tidak dirasakan oleh orang lain. Tidak usah jauh-jauh ke suku Uigur di Cina yang dilarang puasa oleh pemerintah. Di sini juga ada yang tidak bisa berpuasa dan tidak berani shalat. Anehnya, banyak orang yang Muslim dari lahir malah tinggalkan sendiri puasa dan shalat yang wajib, tanpa memahami betapa sulit perjuangannya orang lain untuk mendapatkan hak yang sama.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

No comments:

Post a Comment