Tuesday, November 06, 2012

Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?



Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bentrokan besar di Lampung Pada akhir Oktober 2012 punya akar yang sangat sederhana. Sekolompok pemuda keturunan Bali mengejek 2 wanita Lampung yang sedang naik motor, sampai wanita itu jatuh dan kena luka ringan. Lalu beredar isu palsu bahwa dua wanita adalah korban pelecehan seksual dari para pemuda keturunan Bali itu. Lalu terjadi bentrokan antara desa, dengan orang Lampung melawan semua orang keturunan Bali. Hasilnya, 13 wafat, ratusan rumah orang Bali dibakar termasuk gedung sekolah juga, dan 1,500 orang terpaksa mengungsi.

Sekitar 2 minggu lalu di Facebook saya bahas konsep “sopan santun” yang tidak nyata di Indonesia (saya bahas sebagai topeng yang menutupi kebenaran). Dan dari itu saya masuk ke masalah antar suku yang juga tidak mau dibahas karena “tidak sopan” untuk membahas hal seperti itu, dan bukan bagian dari “budaya Indonesia” untuk membahas masalah antar suku. (Dan diskusi itu belum selesai, karena masih ada 2-3 poin penting lagi yang belum sempat ditulis). Lalu banyak orang memberikan komentar penuh emosi dan mengatakan tidak ada masalah antar suku di Indonesia, dan kalau saya bilang ada, maka berarti saya agen intel asing yang ingin memecah-belahkan Indonesia. Seminggu kemudian terjadi bentrokan berdarah antar suku di Lampung.

Kalau masyarakat Indonesia tidak mau membahas masalah ini secara terbuka, dewasa dan jujur (dengan lepaskan topeng sopan santun), dan mencari solusi dan persamaan untuk memecahkan masalah antar suku, maka cukup menunggu saja sampai ada bentrokan raksasa yang bersifat nasional. Tidak ada negara satupun dengan masalah antar ras, suku atau agama yang berhasil mencapai solusi yang baik dengan cara “tidak membicarakan masalah itu”. Silahkan menyebutkan contohnya kalau ada. Setahu saya, hanya ada contoh yang sebaliknya dari manca negara. Masalah antar suku tidak mau dibahas, tidak mau dihadapi, sehingga akhirnya terjadi perang sipil. Contoh sederhana, coba lihat Iraq setelah Saddam Hussein jatuh: Sunni dan Shia langsung rukun? Atau perang sipil karena semua ingin balas dendam (karena masalah2 yang pernah terjadi di masa lalu)? Dan ada puluhan contoh yang lain dari negara yang lain.

Apakah para pemimpin, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru dan orang tua mau BELAJAR, dan berpikir, dan diskusi secara sehat dan dewasa pada tingkat nasional (masuk semua koran, tivi, radio, kampus, dll)? Atau apakah kita mau mengulangi masalah yang sama yang pernah terjadi berkali-kali di manca negara?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Polda: Bentrok Berdarah Lampung Gara-gara Hal Sepele
Rabu, 31 Oktober 2012, 08:52
VIVAnews - Bentrok berdarah antar desa di Lampung Selatan, Lampung sejak Minggu hingga Senin, 27-28 Oktober menelan belasan korban tewas. Polda Lampung mengimbau warga untuk menahan diri.

"Bentrok ini jangan sampai terulang lagi. Pimpinan sudah menginstruksikan untuk memediasi kedua kelompok yang bentrok," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih saat dihubungi VIVAnews, Rabu 31 Oktober 2012. Polri, imbuhnya, bekerja sama dengan pemerintah daerah akan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai. Sampai ada kesepahaman, dia minta semua warga menahan diri dalam menanggapi isu yang menyebar.

"Sejauh ini penyebab bentrok itu masalah sepele. Tapi, karena warga tak bisa menahan diri, jadi masalah besar," kata Sulistyaningsih. Bentrokan itu bermula ketika dua orang gadis asal Desa Agom yang tengah mengendarai sepeda motor digoda oleh pemuda asal Desa Balinuraga hingga terjatuh dan luka-luka. Entah dari masa asalnya, lantas menyebar isu bahwa kedua gadis itu dilecehkan secara seksual. Selengkapnya, klik di tautan ini. 

Persoalan antara kedua kelompok, imbuhnya, harus selesai sampai ke akar-akarnya sehingga tidak muncul lagi bentrok serupa di kemudian hari. "Gubernur sudah bicara juga, kami akan memediasi untuk memecahkan masalah,"imbuhnya. Sejauh ini, kondisi di lokasi bentrok, Desa Balinuraga sudah tenang. Meski demikian, lebih dari 2.000 aparat gabungan berjaga-jaga sambil membersihkan puing-puing rumah yang sempat dibakar massa, Senin lalu.

Akibat bentrok sejak Minggu lalu, 12 orang tewas dan tiga luka-luka. Selain itu, 1.663 orang mengungsi di beberapa gedung yang sudah disediakan. "Beberapa pengungsi sudah ada yang diambil keluarganya," jelas Sulistyaningsih.

No comments:

Post a Comment