Tuesday, December 04, 2012

Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim





Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari minggu, 3 Desember 2012, saya kembali lagi ke Desa Purwadana di Karawang untuk acara santunan 210 anak yatim dan 170 jompo yang tidak dapat bantuan rutin. Teman saya Ust Muhtadin yang menjadi Ketua MUI di Desa Purwadana (sebuah desa besar dengan 8 ribu kepala keluarga) mengurus semua anak yatim dan jompo itu. Untuk memperhatikan gizi anak2, dia mencari dana untuk potong sapi karena mereka jarang dimakan.

Alhamdulillah kemarin ada tiga teman yang ikut ke sana juga untuk mengantarkan santunan buat anak yatim. Mereka bawa 400 amplop untuk dibagikan. Akhirnya, setiap anak yatim dan jompo dapat dua amplop dan sekantong daging sapi (satu kilo per orang). Sebelum bulan puasa 2012, kami berhasil mendapatkan dana untuk beli dua sapi, yang dagingnya dibagikan untuk sahur pertama. Karena ingin beli sapi lagi, Ust Muhtadin beli ratusan kantong plastik. Temannya bertanya, buat apa beli kantong plastik kalau belum ada sapi? Ust Muhtadin senyum saja, dan jawab, “Sekarang kantong plastik sudah siap, tinggal mencari isinya!” Hahahaha. Dia begitu yakin bahwa Allah akan berikan sapi lagi bagi anak yatim di sana.

Saat tiba di sana, saya sudah serahkan beberapa amplop kepada Ust Muhtadin, yang isinya adalah titipan uang tunai dari teman2, dan juga dari saya. Karena sudah serahkan uang tunai kepada Pak Ustadz, saya tidak berniat bagikan uang lagi. Tetapi pada saat duduk di tengah anak yatim dan melihat senyuman manis mereka, pikiran saya berubah.

Saya diminta memberikan ceramah singkat sebagai motivasi untuk anak yatim. Dari beberapa tahun yang lalu, saya ciptakan sebuah teknik untuk semangatkan anak yatim, dan sudah diulangi berkali2 di tempat yang berbeda. Caranya adalah memanggil seorang anak yatim, dan kasih motivasi tentang nikmatnya bersedekah, dan tekankan bahwa kita harus YAKIN Allah akan membalas dengan berlipat ganda, sesuai dengan janji-Nya di dalam Al Qur’an. Saya cek dulu dengan bertanya beberapa kali apa dia yakin. Lalu saya kasih dia sedekah kecil, 10 ribu (5 ribu x 2) dan tanya apa dia mau bersedekah lagi kepada teman lain yang juga anak yatim. Dia mau dan bagikan uang itu kepada 2 teman. Lalu saya tanya lagi apa dia YAKIN Allah akan membalas dengan berlipat ganda. Dia jawab “Yakin!”

Saya buka dompet, dan mulai kasih dia uang tunai di tangan. Saya suruh dia pegang mikrofon dan jawab pertanyaan saya. Setiap dikasih uang lagi, saya bertanya, “Sudah berapa sekarang di tangan?” Dan dia jawab, “Seratus ribu.” Saya bertanya lagi, “Berapa kali lipat?” “Sepuluh.” Dan begitu seterusnya sampai mencapai 500 ribu atau 50 kali lipat dari sedekah dia (10 ribu kepada teman).

Tujuan dari teknik ini adalah untuk kagetkan anak yatim dan membuat mereka yakin bahwa rezeki bisa datang begitu saja dari Allah, dan tidak perlu takut uang mereka akan habis. Saya jelaskan, orang biasa bersedekah untuk anak yatim sudah bagus sekali, tapi kalau ada anak yatim dan mau bersedekah untuk anak yatim yang lain, maka itu sudah sangat luar biasa, dan Allah menjamin uang itu akan dibalas dengan berlipat ganda. Dan sudah terbukti di depan mata mereka. Saya juga kasih pengarahan agar anak lain tidak boleh iri kalau ada satu teman yang dapat kebaikan, tapi harus ikut bersyukur dan merasa senang untuk dia.

Saat pergi ke Karawang, uang di tabungan saya sudah habis dan di dompet tinggal 650 ribu. Di sore itu sudah ada janji untuk bertemu anak yatim yang lain di Jakarta untuk makan bersama. Jadi saat duduk dengan anak yatim di aula, saya tidak berniat keluarkan uang lagi, karena memikirkan janji berikut. Tapi setelah melihat muka anak yatim di Desa Purwadana, pikiran saya berubah. Saya pasang sikap “nekat” dan ucapkan di dalam hati, “Harus yakin Allah akan membalas”. Lalu saya keluarkan 500 ribu lagi untuk satu anak itu, sambil berikan ceramah motivasi buat semua.

Setelah acara selesai, saya sempat berpikir bahwa dompet saya hampir kosong dan masih ada janji untuk makan malam dengan anak yatim yang lain. Akhirnya saya tiba kembali di rumah, dalam keadaan lumayan capek karena kurang tidur dan keringatan sepanjang pagi itu, dan baru mulai berpikir lagi tentang acara berikut. Apa lebih baik batalkan acara di Jakarta? Uang saya tinggal 150 ribu! Pas sampai di rumah ada sebuah kejutan. Ada titipan dari teman: baju batik dan amplop berisi 1 juta!! Sungguh di luar dugaan. Jadi uang tunai yang saya taruh di tangan seorang anak yatim di desa, dibalas oleh Allah 2 kali lipat dalam waktu 1 jam saja.

Teman2, kalau merasa ada banyak beban di dalam kehidupan, solusinya sederhana. Mencari anak yatim, mengusap kepala mereka, ajak mereka bercanda, ketawa dan senyum, dan jangan takut buka dompet untuk berikan uang kepada mereka. Merasa takut “miskin” itu wajar saja, dan manusiawi. Tapi jangan berserah diri terhadap suara hati itu yang membuat kita ragu-ragu terus. Yakinlah bahwa Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Mengatur. Saat uang kita tinggal sedikit, kita menjadi sangat hitung-hitungan dan takut belanja. Itu wajar saja. Tapi kalau sudah berhadapan dengan anak yatim, jangan takut. Allah Maha Kaya, dan tidak sulit bagi ALLAH untk bayar kembali uang kita dengan berlipat ganda. Tapi kita harus YAKIN!

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya).” (HR. Bukhari, Turmidzi, Abu Daud)

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment