Wednesday, May 30, 2012

Pendapat Yang Paling Benar

Di dalam group muallaf, ada post berjudul “hanya intermezzo...” dengan gambar komik superhero sedang shalat. Sempat dibahas beberapa orang dengan sikap ringan dan bercanda, tetapi tiba2 ditegor oleh satu orang yang merasa tidak boleh membicarakan superhero shalat, lalu post itu dihapus. Kenapa harus dihapus? Karena satu orang tidak suka? Karena satu orang merasa tidak benar melihat superhero shalat (walapun semuanya tidak nyata)? Karena satu orang merasa dengan melihat gambar yang lucu itu sama dengan “memperolok islam”? Kenapa hanya satu pendapat itu yang boleh benar?

Begitulah ummat Islam sekarang. Satu orang ingin mengendalikan semua, dengan merasa paling benar sendiri. Lalu yang komentari gambar itu disuruh bertaubat, karena satu orang merasa paling benar pengertiannya pada Islam, dan tugasnya adalah salahkan dan tegor semua orang lain, sampai mereka setuju dengan pendapat dia. Ini pelajaran yang bagus untuk muallaf dan orang awam. Di dalam ummat Islam ada komunitas kecil yang merasa paling mengerti agama Islam, dan merasa paling benar dalam semua perkara. Mereka merasa hanya mereka yang akan menjadi golongan yang selamat di akhirat karena semua orang lain tidak mengerti Islam dengan benar. Dan mereka merasa tugas mereka adalah untuk menyalahkan dan menegor semua orang Muslim yang lain, bahkan termasuk menegor ustadz dan kyai, sehingga mau nurut dengan pendapat komunitas mereka. Pendapat selain mereka automatis salah, dan mereka akan sembunyikan ilmu dan pendapat yang tidak berasal dari komunitas mereka seolah-olah tidak ada pendapat yang berbeda.

Monday, May 28, 2012

Hidayat Janji Bangun Stadion buat Persija


Nasional | Senin, 28 Mei 2012 12:33 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Para pendukung kesebelasan Persija Jakarta meminta Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid membangun sebuah stadion yang layak untuk Persija. Mereka merasa prihatin karena Persija, yang merupakan salah satu klub elite di Tanah Air, tidak memiliki stadion sendiri. Stadion dimaksud yang dinilai layak dipakai untuk pertandingan, baik di level nasional maupun internasional.

Persija kerap tidak bisa menggelar pertandingan di kandang karena tak memiliki stadion sendiri. “Kita sering harus bertanding di luar Jakarta,” ungkap salah seorang Jak Mania, secara spontan ketika bertemu dengan pasangan Cagub dan Cawagub Hidayat+Didik di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, saat keduanya beniat menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persib, Ahad (27/5) petang.

Hidayat mengaku prihatin karena kota sebesar Jakarta tidak memiliki stadion sendiri yang bisa dibanggakan masyarakat Jakarta. Dia menegaskan, jika mendapat amanah menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya akan membangun dua buah stadion sepak bola berstandar intenarsional untuk masyarakat Jakarta.

“Dan Persija tidak perlu mengungsi lagi ke kota lain untuk melaksanakan pertandingan kandang,” tandas Hidayat.

Sebaliknya, Hidayat juga minta agar para pendukung Jak Mania dapat menjaga ketertiban dan keamanan jika Persija bertanding. Sebab, percuma ada stadion jika ketertiban dan keamanan tidak terjaga. Nantinya aparat keamanan akan sulit mengeluarkan izin pertandingan.

Hikmahnya Sebuah Senyuman No.2




 
Ini hikmahnya sebuah senyuman. Ini foto Yusuf (kanan) yang datang ke rumah kemarin untuk menerima uang sekolah buat kakaknya, Dadang (kiri). Keduanya tidak kerja lagi sebagai pemulung, tetapi bapak dan ibu masih, dan semuanya masih tinggal di tempat pemulung, tanpa air dan WC di dalam gubuk mereka (ada satu tempat di luar buat semua pemulung).

Dua hari yang lalu, bapak mereka telfon saya dan minta bantuan dapat uang sekolah untuk masuk SMK bagi Dadang. Saya kumpulkan dari beberapa teman karena tidak sanggup kasih semuanya sendiri. Saat saya kasih tahu bapak uangnya sudah siap untuk diambil, dan ini sedekah bukan pinjaman, dia menangis terus di telfon dan membaca doa yang panjang buat saya dan teman2 saya yang bersedia membantu dia, tanpa minta apa-apa dari dia.

Dia mengatakan tidak menyangka bisa dapat bantuan yang begitu besar, dengan begitu cepat, dan dalam bentuk sedekah bukan pinjaman, jadi tidak ada beban bayar kembali. Harapan dia cuma satu: anaknya harus bisa dapat pekerjaan yang lebih baik, dan jangan sampai mereka terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dengan menjadi pemulung juga. Sekarang, setelah saya mulai kasih uang bulanan ke Yusuf dari dua tahun yang lalu, dia berhenti menjadi pemulung dan menjadi sangat senang main bola dengan teman2nya setelah sekolah (daripada kerja). Dan hubungan kami dimulai dari sebuah senyuman saja.

Teman2, jangan takut membantu orang lain. Allah Maha Tahu, dan Allah yang berjanji untuk bayar kembali uang yang kita keluarkan untuk membantu orang lain.

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Sunday, May 27, 2012

P3I: 1,4 Juta Pemilih Fiktif dalam DPS Pilgub DKI


Jumat, 18 Mei 2012 | 05:59
Dari sekitar 523.000 DPS terdapat 104.000 pemilih fiktif pada setiap kelurahan di Jakarta.

Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) menemukan adanya 1,4 juta pemilih fiktif pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Pemilih fiktif tersebut sudah terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilukada DKI Jakarta.

"Apabila menghitung secara keseluruhan hasil temuan tersebut, maka dalam Pilkada 2012 mendatang terdapat sekitar 1,4 juta pemilih fiktif (ghost voters)," kata Ketua P3I Mustafa, dalam jumpa pers "Carut Marut Daftar Pemilih Pilkada DKI  Jakarta" yang digelar P3I di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Menurut Mustafa, dari hasil investigasi yang dilakukan, dari sekitar 523.000 DPS terdapat 104.000 pemilih fiktif pada setiap kelurahan di Jakarta. Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, hanya ada 5,6 juta pemilih sesungguhnya dalam Pemilukada DKI.

Wednesday, May 23, 2012

Hikmahnya Sebuah Senyuman

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Mungkin teman2 yang baca blog dan Facebook saya akan ingat Yusuf, anak SD yang menjadi pemulung. Saya mulai memberikan santunan kepada dia lebih dari 2 tahun yang lalu, supaya dia bisa lanjutkan sekolah ke SMP dan sekaligus berhenti menjadi pemulung. Kemarin saya ditelfon bapaknya Yusuf. Dengan minta maaf berkali2, dia tanya apa ada kemungkinan saya bisa membantu keluarganya lagi. (Bapak dan Ibu masih kerja sebagai pemulung). Ternyata kakaknya Yusuf sudah selesai SMP dan mau masuk SMK, jurusan Multimedia. Tetapi ada biaya masuk sekian juta, dan tidak boleh dicicil. Harus bayar lunas sebelum akhir bulan Mei ini.

Dari suara bapak, kedengaran bahwa dia tidak enak minta tolong lagi kepada saya. Soalnya, bulan ini saya juga dapat sedikit sedekah dari teman2 yang mau bantu saya, dan sebagai tanda syukur kepada Allah, saya sudah memberikan 1 juta kepada Yusuf dan keluarganya kemarin. Jadi saya paham kenapa bapak merasa tidak enak minta lagi. Tetapi dia tidak tahu bahwa saya sedang senyum sambil mendengarkan permintaannya. Kenapa? Karena saya bersyukur bahwa keluarga yang sangat miskin ini masih merasa ada tempat untuk mendapatkan pertolongan. Alhamdulillah saya dianggap sebagai orang yang sanggup membantu, dan bapak merasa bisa hubungi saya kalau ada masalah. Saya senyum sambil dengar terus.

Monday, May 21, 2012

Perbuatan Homoseks Di Dunia Binatang

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, dalam beberapa forum dalam 1 bulan terakhir ini, saya sudah beberapa komentar yang menolak penulis asal Kanada Irsyad Manji (yang katanya aktivis hak orang homoseks), dan juga terhadap konser Lady Gaga yang punya satu lagu “Aku Dilahirkan Begini” (yang membela orang homoseks karena katanya dilahirkan begitu).

Dalam argumentasi yang disampaikan, kadang ada penulis yang merasa larangan homoseks di dalam Al Qur'an tidak cukup. Untuk memperkuat argumentasinya, mereka membuat pernyataan seperti ini; “Tidak ada perbuatan homoseks di dunia binatang”.

Saya hanya sekedar mau informasikan bahwa pernyataan itu kurang benar. (Catatan: Ini bukan pembelaan terhadap Irsyad Manji, Lady Gaga atau orang homoseks). Ternyata, di dunia binatang ada juga perbuatan homoseks, yang sudah diteliti bertahun2 oleh ilmuan. Tetapi mungkin hal itu tidak diketahui oleh kebanyakan orang Muslim di Indonesia, karena kurang membaca, dan hanya membaca apa yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hasil penelitian dari manca negara dalam bahasa Inggris tidak selalu masuk berita Indonesia dan karena itu tidak diketahui di sini.

Monday, May 14, 2012

Apa Irshad Manji Boleh Diserang dan Bukunya Dilarang Beredar?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Di Facebook saya dan di tempat lain, ada pendapat yang mengatakan benar kalau Irshad Manji diserang, dan buku dia dilarang beredar. Saya ingin memberikan sebuah tanggapan, kalau ada yang mau memikirkan perkara ini dari sisi yang lain. Saya tidak mendukung penulis itu, dan tidak setuju dengan pendapatnya dalam banyak hal. Tetapi saya juga tidak setuju kalau dia boleh diserang sekelompok orang, tanpa landasan hukum. Saya juga tidak setuju dengan pendapat yang minta agar bukunya dilarang beredar, karena dikuatirkan “efek buruk terhadap ummat” kalau boleh dibaca.

Kalau Irshad Manji melanggar hukum, biarkan polisi dan pemerintah bertindak. Ternyata, dia tidak melanggar hukum. Tetapi yang terjadi adalah sekelompok orang Muslim mengatakan “Kami tidak suka pembicaraan anda, atau buku anda, jadi kami berhak menyerang anda!”
Kalau tindakan itu dibenarkan, korban berikut siapa? Orang Ahmadiyah diserang, Polisi diam dan biarkan. Orang Syiah diserang, Polisi diam dan biarkan. Orang dalam aliran sesat diserang, Polisi diam dan biarkan. Yang berikut siapa?

Mungkin saya yang menjadi sasaran berikut? Gene Netto mengritik pemerintah, atau NU, atau Muhammadiyah, atau orang Muslim yang tidur saat khutbah jumat, atau orang Muslim yang tidak peduli pada anak yatim karena sibuk korupsi untuk sekolahkan anaknya di Amerika. Boleh dong diserang rumahnya Gene Netto dan teman2 digebukin, dan Polisi harus diam. Betul? Pendapat Gene Netto tidak boleh dibaca, karena bisa mengganggu “ketertiban ummat”.
Kalau sekelompok orang Muslim tidak suku pembicaraan orang lain, atau tulisannya, maka orang itu boleh diserang. Betul? Ini negara hukum rimba. Betul?

Sunday, May 13, 2012

Kenapa Banyak Orang Merasa Sulit Untuk Peduli Pada Anak Yatim?

Assalamu’alaikum wr.wb.,Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Kenapa ada begitu banyak orang Muslim yang punya pandangan yang begitu sempit terhadap anak yatim? Saya merasa sedikit heran terhadap saudara2 saya di sini yang Muslim dari lahir, tetapi masih punya pandangan yang sempit terhadap anak yatim, seolah-olah tidak pernah dapat ajaran agama berkaitan dengan anak yatim dari Rasulullah SAW. Kenapa bisa begitu?

Ada pesan yang dikirim kepada saya dari seorang Ibu. Dia menceritakan nasibnya waktu menjadi anak yatim dulu. Setelah membacanya, saya hampir tidak bisa percaya bahwa anggota keluarganya sendiri yang hidup secara makmur masih tidak berfikir untuk memperhatikan nasibnya keponakan2 mereka yang anak yatim. Ibu itu bercerita bahwa dia dan kakaknya harus mencari nafkah hidup untuk makan dan uang sekolah bagi mereka dan adik-adik mereka karena Ibu tidak sanggup mencari nafkah hidup, dan tidak ada yang berusaha untuk membantu mereka. Tetangga yang jauh tidak membantu, tetangga yang dekat tidak membantu, dan bahkah saudara kandung sendiri tidak membantu.  
Kenapa bisa begitu sebagian dari ummatnya Nabi Muhammad ya Allah?

Kemarin saya menulis tentang anak yatim di Facebook saya, dan ada juga beberapa orang yang berprotes lewat email, message dan sms. Keluarga yang saya bantu itu (yang sudah menerima saya sebagai saudara angkat) “terlalu kaya” dan tidak layak dibantu lagi, menurut pendapat penulis2 tersebut. Dan bukan kali ini saja saya dapatkan pendapat seperti itu dari beberapa orang. Kok mereka bisa begitu hitung-hitungan sama anak yatim? Bagaimana kalau Allah SWT mulai menjadi hitung-hitungan kepada kita juga sebagai balasan? 
“Kamu sudah punya pekerjaan, jadi jangan berharap bisa dapat bantuan tambahan dari Allah pada tahun ini. Jangan berharap ada uang lebih untuk beli motor atau mobil. Jangan berharap bisa ada uang lebih untuk beli baju baru. Jangan berharap bisa ada uang untuk liburan tahun ini. Jangan berharap bisa dapat uang untuk renovasi rumah yang sering bocor. Soalnya… kamu sudah “terlalu kaya” untuk dapat bantuan lagi dari Allah!” (Apa mau kita menghadapi keadaan seperti itu? Kalau tidak, kenapa kita bisa menjadi begitu hitung-hitungan dan pilih-pilih terhadap anak yatim?)
Apakah ada hadiths satupun yang menyuruh kita memeriksa rekening atau dompetnya seorang anak yatim sebelum kita kasih santunan kepadanya? Di mana hadiths yang luar biasa itu? Saya belum pernah baca dan setahu saya tidak ada. ANAK YATIM ADALAH ANAK YATIM. Setahu saya, tidak ada istilah “anak yatim yang terlalu kaya dan tidak perlu disayangi dan disantuni lagi” di dalam Al Qur'an maupun di dalam hadiths. Artinya terlalu kaya apa? Dia punya 100ribu, jadi tidak boleh dikasih lagi? Dia punya kasur, jadi tidak perlu dikasih baju lagi? Dia bisa makan setiap minggu jadi tidak perlu dikasih uang belanja lagi? Apa artinya “anak yatim yang terlalu kaya” itu? Dari mana sebagian orang Muslim bisa dapatkan konsep yang aneh seperti itu? Kenapa begitu banyak orang bisa berprotes kalau ada anak yatim yang disantuni dengan pemberian apa saja?

Kalau belajar tentang sedekah (bukunya sudah banyak), maka ditekankan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk kasih kepada keluarga dulu, jauh sebelum yang lain. Lalu tetangga yang dekat. Lalu yang jauh. Tetapi banyak orang merasa bahwa itu bukan tindakan yang baik. (Apa Rasulullah kurang paham kali?) Mereka merasa bahwa yang terbaik adalah datang kepada anak yatim, dan membuat audit terhadap semua barang miliknya, cek saldo tabungan, cek isi dompet, tanya apa yang dia makan setiap hari selama minggu ini, dan setelah lewat proses pemeriksaan, kalau si anak yatim dinilai “cukup miskin” maka baru boleh dikasih 100 ribu lagi. Apakah begitu maunya kita terhadap anak yatim yang hatinya sedih dan terpukul?

Dari mana ummat Islam bisa mendapatkan pemikiran seperti itu? Belum tentu orang yang kita menilai sebagai “orang mampu” adalah orang yang punya banyak! Rumah ada? Apa milik sendiri, atau kontrak, atau cicil ke bank? Mobil ada? Apa milik sendiri, atau cicil, atau apa ada yang pinjamkan (misalnya mertua)? Uang ada? Apa uang bisa habis untuk belanja, bayar sekolah, bayar cicilan, bayar listrik, memperbaiki ini dan itu yang rusak di rumah tanpa sepengetahuan siapapun selain Allah? Siapa yang berhak datang kepada anak yatim atau ibunya (kalau masih ada) dan melakukan audit terhadap diri mereka, SEBELUM bersedia membantunya? Saya sungguh tidak paham kenapa orang Muslim bisa mendapatkan pemikiran seperti itu.   

Saya lebih tidak paham lagi kalau ada anak yatim yang masih menjadi anggota keluarga sendiri dan tidak ada yang mau memperhatikan mereka duluan di atas segala-galanya. Saya tidak paham dan tidak bisa setuju. Saya hanya bisa berharap bahwa mungkin lewat tulisan saya atau lewat kisah nyata yang saya sebarkan, ummat Islam yang merasa beriman kepada Allah SWT dan merasa mencintai Nabi Muhammad SAW bisa merenung dan melihat anak yatim di depan mata mereka, dan berfikir di dalam hatinya, “Kalau seandainya anak yatim ini di depan saya adalah Rasulullah SAW pada saat dia masih seorang anak yatim, apa yang akan saya berikan dan lakukan UNTUK DIA?”

Lalu setelah berfikir seperti itu, baru mereka bertindak dengan penuh kasih sayang dan sikap yang lembut dan mulia, seolah-olah sedang bicara dengan seorang anak yatim bernama Muhammad bin Abdullah, yang akan menjadi Nabi kesayangan Allah di masa depan. Lihat anak yatim di depan mata, terutama yang anggota keluarga, dan jangan berfikir tentang isi tabungan mereka, dan jangan berasumsi bahwa mereka dalam keadaan “oke-oke saja”.  

Yang tahu keadaan mereka sebenarnya hanya mereka yang Allah, sedangkan kita hanya berasumsi saja. Bisa jadi asumsi kita salah 100% tetapi kita sudah buang muka duluan dengan sikap tidak peduli karena berasumsi mereka tidak perlu dibantu lagi. Kalau mereka memang benar orang kaya, biarkan mereka sendiri yang MENOLAK pemberian kita, dan insya Allah mereka akan melakukannya kalau merasa tidak berhak menerimanya dan masih bisa hidup secara makmur. Sungguh sombong dan sempit pemikiran kita kalau kita mau ambil keputusan itu atas nama mereka, padahal kita tidak tahu apa-apa tentang mereka selain persepsi dan asumsi kita saja!

Janganlah begitu, tetapi mari kita membuka hati kita dan lakukan yang terbaik bagi mereka, tanpa rasa takut uang itu akan hilang karena Allah yang menjamin akan bayar kembali uang itu kepada kita. Dan kalau hatinya anak yatim itu sudah mantap, dan mereka sudah kuat dan independen, dan kita sudah tidak meragukan itu (apalagi mereka sendiri yang menyatakannya) maka silahkan cari anak yatim yang lebih jauh, dan bantu mereka juga. Tetapi jangan sampai anak yatim yang paling dekat dengan kita diabaikan begitu saja karena kita berasumsi bahwa mereka tidak perlu dapat bantuan dari kita.

Allah SWT tidak pernah menciptakan istilah “anak yatim yang kaya” tetapi mungkin saja itu berasal dari Setan, dan manusia yang beriman kepada Allah SWT sedang menyebarkannya dengan sikap yang sombong dan pemikiran yang sempit, berdasarkan asumsi dan persepsi saja!

Berikut ini adalah kisah nyata yang dikirim kepada saya oleh seorang Ibu. Saya, Gene Netto, yang menjamin bahwa insya Allah ini adalah kisah nyata, dan nama Ibu yang bersangkutan dirahasiakan. Silahkan membaca, dan silahkan berfikir sendiri, apa ada orang dekat kita yang belum kita bantu?

********
Gene, Assalammu'alaikum....
Saya terharu membaca cerita Gene membahagiakan seorang anak yatim & keluarganya. Bermacam macam komentar saya baca. Ada yang mendukung, tapi ada pula yang menyindir. Tidak masalah apa yang dikatakan orang lain.

Saya pernah di posisi seperti anak yang Gene santuni. Saat SMP ditinggal ayah satu2nya pencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu adalah sosok ibu rumah tangga murni yang tidak mengerti dan tidak punya keberanian untuk mencari uang. Tidak punya modal juga. Saya dan kakak saya harus putar otak supaya dapat uang untuk makan dan sekolah.
Dua adik saya masih kecil2. Kami berdua [saya dan kakak] bahu membahu mencari nafkah sambil sekolah. Kakak mengamen, mencuci mobil orang, menjadi tukang parkir. Saya sekali2 ikut mengamen, menawarkan diri bekerja mencuci piring di warteg2, menjadi buruh tukang jahit dsb. Sering saya dan kakak saya selesai mengamen, tidur di jalan berselimut langit, beralas meja warung tenda atau lantai trotoar. Semua kami lakukan supaya kami berdua, ibu dan 2 adik saya bisa makan dan sekolah.

Tidak ada TV dirumah apalagi kulkas. Sering saat tidak punya uang sama sekali, saya berjalan kaki ke sekolah yang jaraknya kira2 sama dengan jarak Blok M ke Bunderan HI. Untuk makan saya terpaksa pergi ke pasar untuk memunguti sayuran yang dianggap tidak layak jual dan biasanya digunakan untuk pakan ikan lele. Atau memaksakan diri memohon belas kasihan penjual beras. Biasanya saya diberi segenggam atau dua genggam beras. Setiap kali mendapat makanan, saya selalu berbisik dalam hati mengucapkan terimakasih kpd Tuhan.

Sering saya sengaja puasa karena jatah makan saya, tidak saya makan tapi saya simpan untuk adik2 dan ibu. Karena belum tentu besok punya makanan.

Tidak ada sanak family yang membantu. Adik2 ayah saya yang kebanyakan orang sukses (dokter, direktur perkebunan, anggota dewan, dosen, ahli apoteker, peneliti) justru meributkan rumah yang kami tempati. Mereka menuntut rumah kami dijual dan uangnya di bagi2. Tapi untungnya ibu tetap bertahan. Kalau tidak, mungkin kami sekeluarga tinggal di kolong jembatan.

Gene, Tuhan memang maha pengasih. Di tengah2 penderitaan hidup, Tuhan memberi kelebihan lain untuk saya. Saat sekolah dulu, saya tidak pernah tidak jadi juara kelas. Padahal boleh dibilang saya tidak pernah punya buku paket. Karena memang tidak punya uang untuk beli buku. Beruntung, buku paket sesuatu yang tidak begitu diwajibkan harus dibeli pada waktu itu. Tidak seperti sekarang. Buku paket jadi bisnis sekolah. Saya hanya rajin mencatat dan membuat ringkasan pelajaran saat jam istirahat di sekolah. Teman2 pada jajan, saya mencatat. Percuma juga kalau jajan. Tidak punya uang.
Sampai sekarang, kalau lagi reunian dengan teman2 SMA, saya yang pendiam tapi pemikir, dikenal sebagai orang yang berotak encer.

Gene, Dengan modal otak yang kata orang encer, setamat SMA saya berhasil lulus test masuk kerja di sebuah Bank Pemerintah. Begitu pula kakak saya. Saat test tertulis, pengetahuan umum dan matematika (karena saya dari SMA IPA) nilai saya sempurna.
Meski di Bank saya cuma jadi typist, tapi gaji saya cukup membuat kehidupan keluarga saya membaik. Typist adalah pekerjaan yg tingkatannya paling rendah bagi seorang yg berpangkat Clerk. Karena dianggap pekerjaan yg mudah. Tapi meski demikian, saya berusaha menjadi typist yg baik. Boss2 di kantor menjadi suka jika surat2 atau notulen rapat saya yang mengetik. 


Dari sini saya belajar bahwa hal yang dianggap sepele, yang sering tidak dilirik orang, jika dilakukan dengan baik, benar dan sungguh2 serta ikhlas maka akan bagus hasilnya.
Prinsip ini saya gunakan dalam menghadapi pekerjaan2 di kantor selanjutnya.
Meski saya hanya tamatan SMA, dipandang tidak berpendidikan, tapi Tuhan memberi saya berkah lain. Selama hidup saya bekerja di 5 company yang berbeda. Kecuali yang pertama ( di Bank Pemerintah) 4 perusahaan lain menerima saya bekerja tanpa test yang rumit. Paling2 hanya sekali wawancara. Saya sendiri tidak mengerti Gene...., padahal ada test macam2 termasuk psiko test. Tapi tidak pernah diberlakukan untuk saya.

Gene, kini saya memilih pensiun. Suami juga menghendaki saya istirahat di rumah. Ibu saya sehat walaafiat dan memilih tinggal berpindah2 sambil mengunjungi sanak family. Yang penting ibu happy. Kakak dan adik2 saya juga memiliki kehidupan yang baik meski sederhana. Semuanya berkah dari Tuhan. Jika sedang berkumpul, masa lalu yang penuh derita dan perjuangan menjadi cerita yang indah bagi kami. InsyaAllah kami seperti Gene, membantu anak yatim yang terdekat dulu. Meski hanya satu dua orang. Tapi jika suatu saat dia menjadi orang yang sukses dan tahu bersyukur, saya yakin ketika dewasa dia juga akan seperti Gene. Membantu anak yatim lain pula. Kebaikan Gene berlanjut. Berkesinambungan. Seperti rantai yang selalu terhubung, meski Tuhan sudah memanggil Gene kembali pulang.

Tetaplah seperti ini yha .... Gene....!! Apapun yang dikatakan orang lain, positif atau negatif tidak usah diambil pusing. Karena kegembiraan seorang anak yatim ketika bisa memiliki barang yang diidam
-idamkan sejak lama...... rasanya sungguh luar biasa. Saya pernah merasakan. Dan ini akan selalu diingat sepanjang hidup.

Wassalam, Gene....
Semoga Allah melimpahkan kasih sayang dan rahmatNya untukmu yha....Gene !!
********
Sekian saja. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Semoga bisa berfikir kembali tentang anak yatim yang di dekat kita, dan membantu mereka dan memperkuat hati mereka sebelum yang lain.
Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Wednesday, May 09, 2012

Bersyukur dan Menangis

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin saya sempat chatting dengan teman saya yang menjadi janda sekarang. Dia masih bicara terus tentang kulkas yang dibelikan bagi dia minggu kemarin setelah ada sedekah dari teman saya. Saya sempat merasa sedikit heran, kok cuma kulkas saja tetapi masih dibicarakan terus2an sampai sekarang. Lalu dia berkomentar seperti ini:

“Ini betul betul kado luar biasa karena aku sejak menikah [16 tahun yang lalu] sampe sekarang nggak pernah beli kulkas dan selalu di kasih second tapi tetap bersyukur walau second masih bisa dimanfaatkan dan apalagi hari gini dapet yg baru, exciting banget... susah diungkapkan lah!”

Saya kaget juga karena sama sekali tidak tahu hal itu minggu kemarin, dan hanya perhatikan bahwa kulkas mereka jelek banget dan karatan, dan diberitahu bahwa sudah dibetulin tukang dan langsung rusak lagi, jadi sangat dibutuhkan yang baru. Jadi ini pertama kali dia dapat kulkas baru dalam 16 tahun, dan seluruh keluarga masih bersyukur sekali sampai sekarang. Subhanallah.
Bagi saya, ini merupakan bukti ada yang Maha Mengatur. Bagi saya, itu hanya kulkas yang dibutuhkan untuk menyimpan makanan. Tetapi di dalam hatinya ibu itu, kado yang satu itu terasa sangat istimewa sekali, dan sebuah kejutan yang tidak terduga dan belum pernah dinikmati sebelumnya. Subhanallah.

Monday, May 07, 2012

Plok! Lembar UN di Garut Terkena Kotoran Burung karena Atap Kelas Bolong

Mansur Hidayat - detikNews
Senin, 07/05/2012 11:16 WIB
Garut Sekitar 90 siswa SD Sukalilah, Cibatu, Garut, harus bekerja ekstra keras hari ini. Selain mengerjakan soal UN, mereka diharuskan waspada terhadap ulah burung. Karena atap kelas bolong, beberapa lembar jawaban UN terkena kotoran burung.

"Sudah empat anak yang minta ganti karena lembaran jawabannya terkena kotoran burung," ungkap salah seorang guru pengawas UN, Dede, ketika ditemui di sekolah, Senin (7/5/2012). Kejadian itu berlangsung saat UN baru dimulai. Para pengawas memperingatkan siswa agar lembaran jawaban tidak terkena kotoran burung. Pasalnya, jumlah lembaran jawaban UN terbatas. Dede menambahkan, meskipun kondisi bangunan lumayan baik, sebagian atap bolong. Banyak burung membuat sarang di atap kelas.

"Jadi jika burung berak, ya langsung ke ruangan tempat UN," jelasnya. Indah, salah seorang siswa, mengaku cukup terganggu dengan kondisi itu. Sambil terus membaca soal dan mengisi jawaban, dia berusaha melindungi lembaran jawaban dengan kepala dan tubuhnya.

"Coba kalau kondisi kelas bagus, kami bisa mengerjakan soal UN dengan tenang," ujarnya. Ia dan rekan-rekannya berharap pemerintah segera mendanai pembangunan kelas baru. Jika tidak memungkinkan, paling tidak pemerintah memperbaiki kelas-kelas yang mulai rusak agar belajar siswa lebih nyaman. (try/nrl)



Subject email ini: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls:

Tadi saya baca email di sebuah milis. Subject emailnya begini:
Bls: Re: Bls: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re:

Dan setelah itu, subject aslinya sudah hilang.
Saya tidak tahu kenapa, tetapi sebagian dari orang Indonesia tidak suka, atau tidak paham, tulisan “Re” itu, lalu merasa wajib menulis “Bls” di depannya (atau menghapus Re dan menggantikan dengan Bls).
Re = singkatan dari Regarding (“berkaitan dengan”) dan menunjuk ke email sebelumnya.
Bls = singkatan dari Balas, tetapi karena Re itu dihapus, maka tulisan baru Bls itu dipertahankan oleh sistem emailnya, dan ditambahkan ke Subject aslinya.
Jadi, kalau kirim 10 email, maka seharusnya hanya akan melihat Re satu kali dalam setiap email dari email kedua sampai ke email yang ke-10. Tetapi karena ada yang menulis Bls, maka itu ditambahkan sistem email ke Subject dan menjadi bagian dari Subject itu sendiri, sehingga email berikut bukan hanya menggunakan Re saja, tetapi menjadi “Re: Bls: (+ Subject aslinya)”
Dan karena dilakukan berkali2 oleh orang2 yang sama, akhirnya menjadi seperti di atas.
Kenapa ini dilakukan terus? Apa orang2 itu tidak bisa berfikir bahwa perubahan mereka terhadap sistem automatis email itu malah membuat sistemnya menjadi kacau? Kenapa tidak biarkan tulisan “Re” itu berada di situ, dan tidak perlu diganti dengan “Bls”? Tidak ada yang menjadi bingung dan menangis kalau tidak melihat Bls di Subject emailnya.
Bukannya lebih baik membiarkan saja sistem email berfungsi sendiri secara automatis?  

Wassalam,
Gene

Thursday, May 03, 2012

Berita terbaru

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Alhamdulillah, sekarang sudah ada surat izin ceramah dari Kementerian Agama, yang tidak terbatas (tidak ada masa berlakunya). Jadi sekarang sudah boleh berceramah di Indonesia tanpa kena masalah hukum atau imigrasi. Visa sosial budaya sudah diperpanjang sampai tanggal 20 Mei. Dan sekarang sudah mulai proses membuat kitas (visa kerja lewat perusahaan teman saya).
Karena diinvestigasi kemarin dan proses visa dihentikan sementara, dibutuhkan perpanjangan visa sosial budaya 2 kali agar saya bisa tetap di sini sampai sekarang. Semua itu di luar rencana dan karena itu, dana yang dibutuhkan untuk bayar perpanjangan visa tidak ada.
Sekarang saya membutuhkan uang untuk biaya proses perpanjangan visa dan setelah itu insya Allah membuat visa kerja baru. Kalau ada teman yang ingin membantu saya dengan sedekah, maka saya akan sangat berterima kasih karena dibutuhkan 2,3 juta untuk biaya perpanjangan visa sosial budaya, dan beberapa juta lagi untuk berangkat ke Kuala Lumpur untuk bikin visa kerja di sana. Kalau tidak bisa dapat dari sedekah teman2, saya akan coba cari pinjaman lagi dari orang lain. (Saya tidak menerima zakat, tetapi hanya sedekah saja).
Kalau ada yang bersedia membantu, bisa disalurkan ke rekening saya di BCA:

BCA a/n Eugene F. Netto, No. 6000340888, KCP Soepomo.

Terima kasih kalau ada yang ingin membantu saya dengan masalah ini. Alhamdulillah karena dapat banyak bantuan dari Allah dan dibantu dengan banyak doa juga dari teman2, proses investigasi dari imigrasi berakhir dengan baik, dan penyidik imigrasi malah jadi sangat baik hati terhadap saya sekarang. Saya tidak perlu “bayar” (menyogok) dan juga tidak kena ancaman denda. Kementerian Agama juga memberikan surat izin ceramah tanpa minta uang. Alhamdulillah. Terima kasih kepada semua teman atas doa dan bantuannya.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene