Monday, October 29, 2012

Merasa Sedih Melihat Pemotongan Sapi



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin aku merasa sedih melihat lehernya sapi dipotong, dan habis lihat satu sapi untuk sebentar saja, tidak mau lihat yang lain. Sapi ditarik ke tempat pemotongan. Di sebelah kanan ada sapi lain yang sedang dipotong2, kepalanya sudah putus, dengan beberapa orang memegang kaki sapinya dan orang lain sedang membacok dada sapi dengan kapak. Ada suara keras setiap kali kapak kena tulang dan daging.

Sapi baru harus jalan kaki melewati adegan itu dengan jarak 1-2 meter. Lalu ditaruh di atas tanah yang basah dengan banyak darah (jadi pasti ada bau darah yang tajam di situ). Ekor ditarik2 dengan kasar, tali di hidung ditarik2 dengan kasar, badan didobrak2, sapi berusaha melawan tapi akhirnya kalah dan terbanting di atas darah sapi2 yang sebelumnya. Kepalanya dipegang, dan salah satu tukang maju dan potong lehernya, dengan menggunakan gerakan bolak balik seperti gergaji yang sedang memotong kayu. Setelah mungkin 10-15 detik, dia berdiri dan biarkan sapi gerak sedikit untuk terakhir kalinya.

Saya memperhatikan tukang itu dan berapa orang di sebelahnya. Yang potong leher sapi punya banyak tato di lengan, dan ada 3 orang lagi yang bertatoan, di antara tukang2 yang lain.
Saya kira yang potong leher sapi adalah pengurus atau jemaah dari masjid. Tapi mohon maaf, bagi saya mereka kelihatan seperti sebuah geng preman yang dikasih tugas potong sapi (cuma kesan saja, saya tidak anggap mereka preman).

Lebih Banyak Anak Meninggal Kecelakaan Ketimbang Sakit



Konferensi Anak Indonesia
Tribunnews.com - Senin, 29 Oktober 2012 11:16 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Menurut World Health Organization (WHO), kematian anak akibat kecelakaan lalu lintas di dunia menduduki peringkat pertama, dibandingkan penyakit TBC, malaria, dan HIV-AIDS.
Hal ini yang mendasari Konferensi Anak Indonesia yang digelar Majalah Bobo, Senin (29/10/2012), di Hotel Santika Premiere, Jakarta. Ketua Kurikulum Konferensi Anak Indonesia 2012, Johanna Ernawati, mengatakan konferensi anak Indonesia merupakan event tahunan yang diprakasai Majalah Bobo.

"Konferensi Anak Indonesia ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan pikiran dan pendapat mereka tentang permasalahan yang berkaitan kehidupan mereka termasuk keselamatan di jalan," ujar Johanna. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum, Agus Widjanarko mengungkapkan bahwa angka kematian orang di Indonesia menduduki peringkat ketiga, setelah jantung dan stroke. Pemerintah melali Kementerian PU telah berupaya mengurangi angka kecelakaan di jalan. Kementerian PU mengambil langkah-langkah keselamatan jalan raya dan manajemen jalan dengan standar teknik, guna menekan angka kecelakaan.

"Kami terus melakukan audit, terutama jalan-jalan yang sering mengalami kecelakaan, yang tersebar di 70 lokasi," ujar Agus. Kementerian PU sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap jalan di Indonesia peduli terhadap kejadian di jalanan. Pemeliharaan jalan terus diawasi, agar kondisi jalan maksimal.

Konferensi Anak Indonesia, akan melibatkan anak-anak untuk membahas keselamatan di jalan. Melalui karya tulis, mereka mengirim tulisan ke Redaksi Majalah Bobo, tentang keselamatan anak di jalan, kekhawatiran perilaku berlalu lintas orang dewasa yang membahayakan keselamatan anak, dan lainnya. Setelah melalui seleksi, terpilih anak-anak yang berhak mengikuti konferensi Anak Indonesia 2012 yang berlangsung 4-9 November 2012.

Rangkaian kegiatan Konferensi Anak Indonesia 2012 akan didahului seminar untuk public tentang keselamatan anak di jalan dan sekolah pada Senin 29 Oktober 2012 di Hotel Santika Permiere. (Agustina N.R) 


Sumber: tribunnews.com

Tiap Jam Dua Anak Indonesia Tewas Kecelakaan. Ya Tuhan!



Konferensi Anak Indonesia
Tribunnews.com - Senin, 29 Oktober 2012 11:22 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Dalam gelaran Konferensi Anak (KAI) 2012 dengan tema "Keselamatanku di Jalan, Keselamatanku di Sekolah" dipaparkan bahwa anak-anak masih menjadi korban kecelakaan di jalan, Senin (29/10/2012), di Santika Premiere Hotel, Jakarta. Menurut data dari Kepolisian tahun 2010, sebanyak 48.936 orang (0 - 19 tahun) mengalami kecelakaan di jalan. Penyebab kecelakaan dikarenakan kondisi infrastruktur, kondisi kendaraan, dan perilaku pengemudi.

Korlantas Irjend Pol Pudji Hartanto menjelaskan bahwa saat ini dalam satu hari, korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 70 - 80 orang meninggal. Jika dihitung per jam, sekitar 2 - 3 orang meninggal. Sedangkan data pada 2011 ada 31.185 korban meninggal dunia akibat kecelakaan. Korban berusia 5 - 29 tahun menduduki peringkat pertama dan usia 5 - 14 tahun menduduki peringkat kedua. "Ketika bayi dan balita, mereka berisiko terkena penyakit menular. Bertambah usia 15 -19 tahun kecelakaan menjadi pembunuh utama," ujar Yogadhita Gde perwakilan dari World Health Organization (WHO).

Yogadhita mengamati anak-anak masih dibiarkan orangtuanya mengemudi motor di jalan, tanpa menghiraukan risiko, yang terkait keterampilan maupun tanpa dilengkapi Surat Ijin Mengemudi (SIM). Hal ini terjadi baik di desa maupun kota besar. Melalui KAI, anak-anak perlu dididik sejak dini tentang keselamatan lalu lintas. Hal ini berguna untuk dirinya sendiri dan si anak dapat menegur teman, saudara, atau orangtua yang melanggar lalu lintas. (Agustina N.R) 



Tuesday, October 23, 2012

Penyakit Sosial Bernama Haji Ulang



Jumat, 28 September 2012 | 09:04 WIB
KOMPAS.com - Seorang kawan bercerita kepada kami bahwa masyarakat di daerahnya punya anggapan unik. Apabila ada seorang lelaki yang sudah berhaji dua kali, ia akan mudah mendapatkan istri yang kedua.

Anggapan ini berasal dari persepsi masyarakat setempat bahwa orang yang sudah berhaji ulang itu adalah orang yang baik ibadahnya dan baik pula kantongnya. Maka, dari persepsi itu, status sosial seorang yang sudah berhaji ulang jadi semakin tinggi. Oleh karena itu, di lingkungan masyarakat ia jadi rebutan para wanita yang siap jadi istri kedua.

Apabila persepsi seperti itu benar menurut ajaran agama, Nabi Muhammad SAW bukanlah orang yang baik. Karena selama hidupnya, beliau hanya berhaji satu kali. Padahal, beliau punya kesempatan tiga kali untuk berhaji. Beliau juga punya kesempatan berumrah sunah ratusan, bahkan ribuan kali, tetapi beliau hanya berumrah sunah dua kali. Bandingkan dengan kita, masyarakat Muslim di Indonesia, yang rata-rata ingin berhaji setiap tahun dan berumrah setiap bulan.

Saturday, October 20, 2012

Taman Baca ICA di Depok



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, setelah saya menulis kemarin tentang anak yatim di Depok yang baru belajar membaca dan menulis di Taman Baca ICA, ada beberapa orang yang hubungi saya dan minta info lebih lengkap untuk menyumbang ke sana. Taman Baca ICA dibuat oleh Yayasan Investa Cendekia Amanah (ICA) di bawah pimpinan Dr. Cholil Nafis Lc. (dari MUI Pusat).

Di sekitar Taman Baca ICA ada beberapa anak yang sudah datang dan minta diajarkan membaca dan menulis. Sangat mungkin ada anak lain di sana yang perlu bantuan, tapi karena selama ini dana terbatas, maka belum dibuka program secara besar jadi jumlah anak yang sudah dibantu hanya sedikit. Data tentang anak yang perlu bantuan masih terbatas sekali.
Yang sudah diketahui hanya ada info dari anak yang sudah daftar yaitu:
1 anak yatim piatu
1 anak yatim
12 anak miskin lain
Semuanya belajar membaca dan menulis dengan Ibu Hj Fairuz. Ini anak yang datang sendiri dan tidak dicari. Tapi dalam program pendidikan ICA, memang ada niat untuk menawarkan bantuan seluas mungkin untuk membantu masyarakat di sekitarnya.

Kata Mosque Tidak Berasal Dari Kata Mosquito



Dalam bahasa Inggris, ada bidang khusus yang melacak asal usul setiap kata. Disebut “Etymology” yang artinya mencari makna dan bentuk asli, yaitu dari bentuk atau bahasa asal sebuah kata. Dalam bahasa Inggris, sudah ada puluhan atau ratusan ribu kata yang berasal dari bahasa lain. Lalu menjadi bagian dari bahasa Inggris dalam waktu ratusan tahun, dengan perubahan makna, penggunaan dan ejaan, sampai akhirnya ditulis dalam kamus dan menjadi baku. Sebelum ada kamus, makna dan ejaan bisa berubah terus.

Kalau diteliti, kata “mosque” berasal dari kata “mezquita” dalam bahasa Spanyol. Tapi kata “mosquito” juga berasal dari bahasa spanyol, dan diartikan “lalat kecil” dan tetap digunakan dalam bahasa Spanyol. Dalam bahasa spanyol, kebetulan, kata mosquito kelihatan mirip dengan bahasa Inggrisnya mosque. Tapi sebatas itu saja. Kelihatan mirip. Dari 500 tahun yang lalu dalam bahasa Spanyol, kata mezquita sudah digunakan untuk masjid dan kata mosquito digunakan untuk nyamuk.

Kalau melihat etymology dari kata “mosque” maka dianggap berasal dari “moseak” (bahasa Inggris kuno sekitar 1400 AD), yang berasal dari bahasa Perancis “mosquee”, yang berasal dari bahasa Itali “moschea” yang menggantikan kata lama “moscheta’ dalam bahasa Itali juga. Dan itu berasal dari bahasa Spanyol “mezquita” yang dianggap berasal dari kata “masjid” dalam bahasa Arab.

Friday, October 19, 2012

Apa Benar Kita Peduli Pada Anak Yatim?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya ketemu salah satu guru agama saya untuk diskusi. Dia telah mendirikan sebuah Taman Baca untuk masyarakat, terutama untuk anak-anak di wilayah itu. Jumlah buku masih terbatas sekali, dan sponsor untuk beli buku baru atau mendukung aktivitas lain masih terbatas. Pak Ustadz masih mendukung kebanyakan program dengan uang sendiri karena semangatnya untuk mencerdaskan anak Muslim tinggi sekali. Tapi salah satu program yang sudah jalan adalah kelas untuk mengajarkan anak yang belum bisa membaca dan menulis. Agar anak mau serius, diminta bayar 15 ribu saja (hanya sebagai tanda komitmen untuk datang setiap kali ada kelasnya).

Ada seorang anak yang datang dan masuk kelas itu di sore hari, dan dia minta diajarkan membaca dan menulis karena sama sekali belum bisa. Dia bukan anak jalanan. Dia bukan anak miskin yang bapaknya pemulung. Tapi dia adalah anak yatim piatu yang kedua orang tuanya telah wafat dalam kecelakaan motor, dan dia sekarang dibesarkan oleh neneknya. Sampai sekarang dia masih bersekolah, di Kelas 2 di SD Negeri. Lalu kenapa dia belum bisa membaca dan menulis?

Ketika ditanya kenapa belum bisa membaca atau menulis, dia menerangkan bahwa di kelas dia, guru menaruh anak2 yang “pintar” di depan, dan anak2 yang “bodoh” yang belum bisa membaca dan menulis disuruh duduk di belakang saja, mugkin biar tidak mengganggu sang guru dalam tugas mengajarkan “anak yang pintar” saja.

Tuesday, October 16, 2012

SMA Di Amerika Dengan Alumni Yang Luar Biasa



Ada sebuah SMA di New York, Amerika, yang punya suatu prestasi yang sangat bagus. Delapan alumni dari sekolah ini menjadi pemenang Piagam Nobel di bidang Fisika atau Kimia sejak 1972. Pemenang Piagam Nobel untuk Kimia pada tahun ini adalah alumni yang kedelapan.
Sekolah ini, bernama Bronx High School of Science (SMA Sains di Bronx) adalah SMA Negeri yang biasa, dengan pendanaan yang biasa, tapi membuat program sains yang khusus. Program itu menghubungkan siswa yang suka sains dengan para peneliti sains di tempat riset, jadi proyek yang dikerjakan anak di sekolah setara dengan apa yang dilakukan peneliti yang profesional.  

Di Indonesia, ada sepuluh ribu SMA, jutaan guru, ratusan universitas, ribuan professor, dosen dan peneliti, tapi belum ada satupun pemenang Piagam Nobel di seluruh negara dalam 67 tahun sejak kemerdekaan. Satu SMA saja di Amerika bisa menghasilkan delapan dalam 40 tahun saja.

Kesalahan dalam program pendidikan Indonesia ada di mana…? Dan kapan akan diperbaiki…?

Wassalam,
Gene

Read the full story here:
By Olatz Arrieta 15 October 2012


Sunday, October 14, 2012

Undangan Long March Reformasi Pendidikan, Minggu 28 Oktober 2012

Dear all,
Jika ada waktu utk mengikuti Long March Reformasi Pendidikan Indonesia sila
ikuti acara berikut ini.

Yth. Pemerhati, pelaku, pecinta.pendidikan Indonesia,

UNDANGAN LONG MARCH REFORMASI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, Minggu 28 Oktober 2012,
jam 09.00-11.30 di Medan, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
Bergerak dari satu meeting point di kota ke Balaikota.
Ajak murid, mahasiswa, guru, dosen, tokoh masyarakat. Siapkan spanduk2.
Untuk tema dan rencana Long March Reformasi Pendidikan Indonesia, Minggu
28/10/2012 jam 09.00-11.30 di Medan, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, dan
Makassar, mohon bergabung di :

www.facebook.com/reformasi.pendidikan.indonesia


Tema Long March Reformasi Pendidikan :

1. Tidak ada lagi drill dan try-outs
2. Lebih banyak musik, seni dan olahraga di sekolah.
3. Tidak ada lagi UN
4. Biarkan guru2 yang menilai kami, bukan mesin pemindai.
5. Kembalikan kegembiraan ke sekolah kami.
6. Kami lebih ingin jujur, tidak cuma pintar. Tema2 ini bisa ditulis dalam
spanduk yg dibawa saat long march.

Terimakasih. Koalisi Damai untuk Reformasi Pendidikan Indonesia.


Salam

Satria Dharma

Thursday, October 11, 2012

Program Pendidikan Anti-Tawuran



 Berikut ini adalah ide-ide untuk membentuk sebuah program pendidikan baru untuk mengatasi masalah tawuran siswa antar sekolah. Diharapkan guru dan siswa bisa menjalankan sebagian dari ide ini secara mandiri tanpa perlu latihan atau bantuan dari pihak lain.
Semua ide dalam program ini tidak perlu dijalankan secara bersamaan, tapi sekolah bisa memilih satu ide dulu dan jalankan, lalu mencoba ide kedua, dan seterusnya. Program ini boleh disebarkan secara bebas untuk umum, dan akan di-update sewaktu-waktu. Kalau ada orang yang mempunyai ide baru yang ingin dimasukkan ke program ini, terutama ide yang berbasis program pendidikan, silahkan hubungi saya di email: genenetto@igi.or.id. 
Semoga bermanfaat,
Mr. Gene Netto
Staf Ahli dari Ikatan Guru Indonesia (IGI)


1.   Gelang Karet Anti-Tawuran dan Anti-Bullying

Banyak anak suka pakai gelang karet yang lebar dengan berbagai macam logo dan pesan. Gelang karet ini bisa dijual atau dibagikan kepada semua siswa (harga hanya beberapa ribu saja, bisa dicari sponsor supaya gratis). Kepala sekolah bisa memberikan izin untuk gelang itu dipakai di sekolah setiap hari, dan bahkan bisa diwajibkan untuk sementara.
      Di pinggir gelang, ditulis pesan: Stop Tawuran. Stop Bullying. Menggunakan bahasa Inggris agar lebih menarik bagi siswa. Kalau bahasa terlalu formal, mungkin mereka tidak tertarik menggunakannya. Pesan yang mau ditulis juga bisa ditanyakan kepada siswa dulu, sebelum dibuat, agar mereka memilih kata-kata yang penting bagi mereka.
TUJUAN:  Dengan pemakaian gelang ini, siswa bisa menunjukkan secara visual bahwa mereka tidak mendukung tawuran dan bullying, dan siswa yang melakukan hal-hal itu bisa melihat bahwa perbuatan mereka tidak didukung oleh anak lain. Harga gelang karet seperti ini di bawah 5 ribu rupiah, dan dengan pesan jumlah seribu atau lebih, bisa dengan harga 2-3 ribu rupiah per gelang. (Bisa cek harga di internet, ada beberapa perusahaan yang menjualnya).

 

Tuesday, October 09, 2012

Taliban Tembak Anak yang Bicara Menentang Mereka



Anak perempuan ini ditembak di kepala oleh Taliban hanya karena menulis blog yang mengritik mereka.

Taliban Tembak Anak yang Bicara Menentang Mereka
Selasa, 09 Oktober 2012, 22:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Seorang remaja, aktivis hak anak Pakistan ditembak di kepala pada Selasa (9/10) dalam upaya pembunuhan ketika ia naik bus sekolah. Penembakan terjadi saat bus melintas di bekas kantong pertahanan Talibat, Swat, bunyi keterangan pejabat. Malala Yousafzai, 14, langsung dilarikan ke rumah sakit lokal di kota Peshawar untuk perawatan lebih lanjut. Beruntung dokter mengatakan si bocah telah bebas dari bahaya. Satu kawan gadis tersebut, menurut polisi, juga terluka.

Gadis itu istimewa untuk remaja seusianya. Ia pernah memenangkan penghargaan atas tulisan lewat sebuah blog di BBC tahun lalu yang menyoroti kekejaman Taliban. Tulisan itu menyoal insiden pembakaran gadis-gadis oleh militan yang dipimpin ulama Maulana Fazlullah dan aksi teror Taliban terhadap penduduk lembah. Dia juga menerima penghargaan perdamaian nasional pertama kalinya dari pemerintah Pakistan tahun lalu dan dinominasikan dalam  International Children's Peace Prize oleh grup advokasi KidsRights Foundation pada  2011.