Thursday, November 29, 2012

Mohon Bantuan untuk Anak Yatim di Desa Purwadana, Karawang


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya baru dapat info bahwa insya Allah pada hari Minggu ini, tanggal 2 Desember, 2012, akan diadakan acara santunan anak yatim yang besar di Desa Purwadana di Karawang. Teman saya Ust Muhtadin (Ketua MUI Karawang) akan kumpulkan 207 anak yatim dan 160 jompo untuk menerima santunan. Insya Allah mereka akan potong 2 ekor sapi untuk dibagikan dagingnya, dan ada santunan uang juga.
Saya sudah membuat janji pergi ke sana dengan seorang teman yang mau antarkan santunan dari keluarganya, dan mau bagikan kepada setiap anak.

Kalau ada teman lain yang mau ikut berpartisipasi, mohon lansung transfer ke rekening di BNI yang dibuat Ust Muhtadin untuk anak yatim, atau hubungi saya di genenetto@gmail.com kalau mau titip kepada saya lewat BCA pribadi saya.

Di desa Purwadana, ada:        
207 anak yatim
162 orang jompo

Bantuan bisa disalurkan lewat rekening ini: 
Bank: BNI
No rekening: 0216248507
Atas nama: BAZ (dipegang oleh Ust. Muhtadin sendiri)

Bantuan sewaktu-waktu dan bantuan secara rutin sangat dibutuhkan di desa Purwadana, karena selama ini tidak ada donator tetap untuk anak yatim dan jompo di situ. Ust Muhtadin membuka rekening di BNI itu supaya bisa terima bantuan dari ummat Islam kalau ada yang mau membantu. Ust. Muhtadin juga boleh dihubungi langsung lewat nomor HP: 085692070040 kalau ada yang perlu informasi lebih dalam.
Semoga bantuan kita segera dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Tuesday, November 27, 2012

Dokumenter Pendidikan: “The War on Kids”



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, dari semua dokumenter tentang pendidikan yang pernah saya tonton, ini termasuk yang paling menarik. Sayangnya dalam bahasa Inggris tanpa teks. Tapi gaya bicara semua orang yang menjadi nara sumber tidak terlalu cepat, jadi kalau bisa berbahasa Inggris, coba saja nonton dulu.
Nanti kalau ada waktu, saya mau coba membuat beberapa poin dari setiap bagian sebagai kesimpulan, tapi akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk nonton lagi dan ketik poin yang penting. Insya Allah bisa dikerjakan nanti.

Sebagai suatu kesimpulanan garis besar dulu, dalam dokumenter ini ditanyakan dari mana kita dapat konsep sekolah seperti yang sedang berjalan di manca negara. (Contoh yang diberikan di sini dari Amerika, tapi hampir tidak ada bedanya dengan seluruh dunia). Anak masuk sekolah untuk sekian jam, dan apa yang mereka alami di dalamnya tidak jauh beda dengan apa yang dialami oleh orang yang masuk penjara. Bahkan, di dalam penjara, napi bisa lebih bebas lagi, karena pikirannya tidak dikontrol oleh pihak luar, keadaan fisik saja yang dikontrol.

Anak dianggap bermasalah kalau tidak bisa duduk diam selama sekian jam, tanpa banyak bicara, tanpa berbeda pendapat dengan guru atau buku teks. Semua yang perlu diketahui akan diberikan kepada mereka, dan mereka terpaksa berpartisipasi dengan cara yang ditentukan benar oleh pihak sekolah dan pemerintah. Dari mana model sekolah seperti ini? Hasil riset? Sama sekali tidak. Sekolah diciptakan begitu saja ratusan tahun yang lalu, lalu di manca negara semua anak diwajibkan ikut, tanpa ada bukti sama sekali bahwa ini cara yang “terbaik” bagi manusia untuk belajar.

Tuesday, November 20, 2012

Kalau Mau Kasih Kepada Anak Yatim, Jangan Ragu-Ragu!



Assalamu’alaikum wr.wb.,

Kemarin saya kasih 350 ribu kepada seorang anak yatim, karena ada yang dia butuhkan, jadi saya beli. Hari ini saya dapat balasan dari Allah dengan 1 juta dari ceramah, padahal saya (seperti biasa) tidak minta uang dari panitia masjid. Jadi pengeluaran untuk 1 anak yatim dibalas 3 kali lipat dalam waktu 24 jam. Masa ummat Islam tidak mau percaya?

Berkali2 saya ceritakan sebagian kecil dari sedekah saya, di dalam ceramah, di Facebook dan blog, dengan niat dakwah (bukan untuk pamer) tetapi kelihatan masih banyak orang Muslim yang tidak mau yakin dan tidak mau percaya. Setiap hari mengeluh “Kok susah cari uang sekarang ya!” Padahal tidak susah. Hanya susah bagi mereka yang tidak yakin pada Allah. Allah berjanji, uang yang dikeluarkan di jalan-Nya akan dibayar kembali dengan BERLIPAT GANDA. Apa tidak cukup janji dari Allah SWT? Perlu jaminan dari siapa lagi?

Tuesday, November 13, 2012

Kenapa Pemerintah Indonesia Tidak Minta Bantuan Pendidikan Dari Selandia Baru?



Kalau info di bawah ini benar, dan hasil analisis memunjukkan Selandia Baru adalah salah satu negara terkemuka di bidang pendidikan, kenapa pemerintah Indonesia tidak minta bantuan pendidikan dari Selandia Baru saja? (Boleh juga dari negara lain seperti Finlandia, tapi lebih jauh). Selandia Baru adalah tetangga Indonesia, dan punya kurikulum dan proses pendidikan yang terbukti berhasil. (Begitu juga Finlandia, dll.) Jadi kenapa pemerintah harus mengubah kurikulum Indonesia terus, mengabaikan apa yang sudah berhasil di manca negara, dan sepertinya merasa harus membuat segala sesuatu dari nol?

Dalam dunia binis ada pepatah, “Don’t reinvent the wheel!” Terjemahannya, “Roda jangan ciptakan kembali!”, dengan arti roda sudah diciptakan orang lain, jadi diambil dan dipakai saja sistem itu. Jangan buang2 waktu berpikir lagi tentang apa yang akan digunakan di bawah mobil dan kereta untuk membantunya bergerak! Sudah ada roda. Pakai saja.

Sunday, November 11, 2012

Bakar Sabut Kelapa, Rp 13 Triliun Menguap



Ini bagian yang paling menarik bagi saya:
"Sabut kelapa pada sebagian masyarakat pesisir Indonesia adalah sampah yang harus dimusnahkan, dibuang dan dibakar pada saat musim kemarau. Namun demikian, di tangan orang-orang kreatif, sabut kelapa yang tidak berguna tersebut dapat diolah menjadi bahan industri yang bernilai ekonomi tinggi."


Artinya: orang Indonesia tidak kreatif?
Ada 13 Trilun di depan mata, tapi dibakar begitu saja karena…?
Gene

Bakar Sabut Kelapa, Rp 13 Triliun Menguap
Penulis : Nasrullah Nara | Minggu, 11 November 2012 | 04:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) memperkirakan, Indonesia kehilangan potensi pendapatan dari sabut kelapa mencapai Rp13 triliun per tahun.
Angka ini diperoleh dari perhitungan jumlah produksi buah kelapa Indonesai yang mencapai 15 miliar butir per tahun, dan baru dapat diolah sekitar 480 juta butir atau 3,2 persen per tahun. 
Setiap butir sabut kelapa rata-rata menghasilkan serat sabut kelapa atau dalam perdagangan internasional disebut coco fiber sebanyak 0,15 kilogram, dan serbuk sabut kelapa atau coco peat sebanyak 0,39 kilogram.

Saturday, November 10, 2012

Anak Kecil Bantu 60 Ribu Orang Dapat Air Bersih



Rachel adalah anak perempuan dari Amerika. Pada ulang tahun ke-9, dia ingin melakukan suatu kebaikan untuk orang lain. Dia berusaha mengumpulkan uang untuk membuat sumur air bersih di Afrika untuk membantu warga miskin di desa yang tidak punya air. Dia tidak minta hadiah ulang tahun, tapi kumpulkan uang sumbangan saja. 
Targetnya adalah 300 dolar, tapi dia hanya berhasil dapat 220 dolar. Dia janji pada Ibunya akan berusaha lebih keras pada tahun berikut.
Sebulan kemudian, Rachel wafat dalam kecelakaan mobil.
Info tentang keinginan dan janjinya Rachel tersebar, dan orang lain mulai menyumbang juga. Dalam beberapa bulan, sudah terkumpul 1,2 juta dolar bagi LSM bernama “Charity: Water”.
Pada perayaan satu tahun wafatnya Rachel, ibu dan kakeknya pergi ke Ethiopia untuk melihat sumur yang dibangun dengan uang yang dikumpulkan atas nama Rachel.
Lebih dari 60 ribu orang dibantu, dalam 100 desa/komunitas.

Ini videonya:

Website Charity: Water

Wednesday, November 07, 2012

Bus Transjakarta Terbakar di Jalan Sudirman



Sebuah bis Transjakarta terbakar lagi. Sudah berapa puluh tuh? Mungkin sudah 20-30 bis terbakar, puluhan lagi dalam keadaan rusak, kotor, bau, tidak terawat. (Apalagi jembatannya!) Mungkin lebih dari 1000 orang sudah wafat setelah ditabrak Busway. Ribuan orang lagi terluka, sampai ada juga yang anggota tubuhnya teramputasi (tapi masih hidup).
 
Ada yang kumpulkan data? Pemerintah? Wartawan? LSM? Ohh, tidak ada ya.
Maaf, saya lupa: nyawa orang Indonesia memang murah sekali sehingga tidak ada yang peduli padanya.

Kalau lift di gedung DPR sudah mengalami kebakaran puluhan kali, dan ratusan anggota DPR sudah wafat dalam kecelakaan lift, dan ratusan lain luka-luka sampai ada anggota tubuh yang teramputasi, apa kira-kira akan terjadi suatu perubahan? Atau investigasi? Atau pemantauan? Atau tindakan? Atau larangan? Atau pembuatan UU baru? Mungkin saja.
Tapi kalau yang wafat itu adalah warga biasa, dan mereka mati di jalan dalam kecelakan Busway, dan mereka tidak punya koneksi politik, bukan anaknya orang kaya, bukan anak dari elit poitik dan bisnis di Jakarta, nggak usah menunggu perubahan.
Nyawa orang Indonesia murah sekali. Bahkan dijual di Singapura dan Malaysia.
Wassalam,
Gene

Lihat video di sini: 



Tuesday, November 06, 2012

Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?



Bentrokan Di Lampung Adalah Tanda Apa?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bentrokan besar di Lampung Pada akhir Oktober 2012 punya akar yang sangat sederhana. Sekolompok pemuda keturunan Bali mengejek 2 wanita Lampung yang sedang naik motor, sampai wanita itu jatuh dan kena luka ringan. Lalu beredar isu palsu bahwa dua wanita adalah korban pelecehan seksual dari para pemuda keturunan Bali itu. Lalu terjadi bentrokan antara desa, dengan orang Lampung melawan semua orang keturunan Bali. Hasilnya, 13 wafat, ratusan rumah orang Bali dibakar termasuk gedung sekolah juga, dan 1,500 orang terpaksa mengungsi.

Sekitar 2 minggu lalu di Facebook saya bahas konsep “sopan santun” yang tidak nyata di Indonesia (saya bahas sebagai topeng yang menutupi kebenaran). Dan dari itu saya masuk ke masalah antar suku yang juga tidak mau dibahas karena “tidak sopan” untuk membahas hal seperti itu, dan bukan bagian dari “budaya Indonesia” untuk membahas masalah antar suku. (Dan diskusi itu belum selesai, karena masih ada 2-3 poin penting lagi yang belum sempat ditulis). Lalu banyak orang memberikan komentar penuh emosi dan mengatakan tidak ada masalah antar suku di Indonesia, dan kalau saya bilang ada, maka berarti saya agen intel asing yang ingin memecah-belahkan Indonesia. Seminggu kemudian terjadi bentrokan berdarah antar suku di Lampung.