Thursday, December 27, 2012

Buku Cerita Untuk Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Sekitar 2 minggu yang lalu, saya datang ke Panti Asuhan Anak Yakin di Jati Padang dengan seorang teman, untuk menghibur 20 anak yang tinggal di panti itu (ada 40 lagi di luar panti). Saat berada di ruang besar, saya lihat ada lemari kaca. Saya tanya kepada anak2 apa mereka punya buku. Katanya ada, tapi sedikit. Saya berdiri dan periksa sendiri.

Ternyata buku mereka memang tidak banyak, dan hanya ada beberapa buku yang mengandung pelajaran, seperti buku pintar atau buku sains dan teknologi, dengan sedikit gambar di dalamnya. Tidak ada buku cerita yang bisa dibaca hanya untuk merasa senang membaca. Saya merasa sedih melihat semua anak SD di situ tidak punya buku jadi saya memutuskan untuk cari buku bagi mereka. Saya tulis di Facebook bahwa ada niat beli buku untuk anak yatim di panti, dan alhamdulillah ada beberapa teman yang mau ikut menyumbang agar bisa beli banyak. Terkumpul 3 juta dari beberapa orang.

Monday, December 17, 2012

Kurikulum 2013 Ditolak


Penulis : Ester Lince Napitupulu | Senin, 17 Desember 2012
JAKARTA, KOMPAS.com- Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Republik Indonesia (FKPPRI), yang beranggotakan pakar, praktisi, dan pengamat pendidikan menolak kurikulum 2013. Perubahan kurikulum dinilai tidak berdasarkan kajian yang menyeluruh.

"Belum ada riset dan evaluasi  yang mendalam dan sungguh-sungguh tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), baik berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi maupun Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan," kata Koordinator FKPPRI Darmin Mbula dalam surat pernyataan sikap yang diterima, Senin (17/12/2012). 

Kurikulum model KTSP yang dikembangkan berdasarkan pedoman dan rambu-rambu yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menghargai otonomi guru dan sekolah serta keanerakagaman budaya dan konteks setempat.
Kurikulum model KTSP memberi peluang bagi guru dengan harapan model KTSP dapat menjadi pedoman bagi  guru dalam menyusun silabus yang sesuai dengan kondisi sekolah dan potensi daerah masing-masing. Sedangkan kurikulum 2013 jelas tidak menghargai otonomi guru, sekolah, dan daerah.

Thursday, December 13, 2012

Berniat Memperhatikan Anak Yatim, Malah Diperhatikan




Assalamu’alaikum wr.wb.,
Beberapa hari yang lalu, saya makan bersama anak teman saya yang sudah menjadi anak yatim.
Saya berusaha untuk sering bertemu dengan dia dan ajak pergi kalau saya ada waktu kosong. Hampir setiap minggu diajak jalan, sehingga sekarang kami menjadi cukup akrab.

Beberapa waktu yang lalu, dia tiba-tiba bertanya, “Om Gene suka mobil apa?” Saya asal jawab “BMW” sambil senyum. “Kenapa BMW?” Karena sejak kecil, saya sering dengar BMW itu mobil berkualitas tinggi dan teknologinya bagus, dan saya suka barang berkualitas. Selain itu, BMW juga kelihatan keren kalau lewat di jalan. Kenapa bertanya tentang itu?

Dia jawab. “Om Gene sering ajak saya jalan, tapi tidak punya mobil. Kasihan tidak punya mobil. Jadi saya sudah mendoakan terus agar bisa segera dapat BMW.” Ohh, begitu. Hahaha. Rumah dan uang juga tidak ada, tapi mobil saja yang dia pikirkan. Hahahaa!!.

Monday, December 10, 2012

Alangkah Baiknya Kalau Mau Kenal Anak Yatim, Daripada Kasih Ke Panti Saja



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada teman yang hubungi saya dan mengatakan merasa malu dengan saya. Dia sudah rutin memberikan santunan kepada panti asuhan, tapi sekarang merasa bahwa apa yang dia lakukan itu kurang, jadi merasa malu karena dia lihat saya mau “turun ke lapangan” untuk bertemu dengan anak yatim dan menghibur mereka secara langsung. Saya jelaskan bahwa dia tidak “salah” dengan memberikan santunan, dan tidak perlu merasa malu dengan saya. Berikut ini penjelasan saya kepadanya:

Pak, tidak perlu merasa malu dengan saya. Dan tidak perlu menunggu program besar yang berikut untuk ikut sama saya pada saat itu. Di dekat rumah anda pasti ada anak yatim juga. Carilah satu saja. Tanya pada pembantu atau tukang ojek kl di dekat rumah ada anak yatim. Ajak anak itu ke rumah pada hari sabtu depan. Tanya ttg kegiatan dia, sekolah, usia berapa, hobi, dll. Ajak dia makan siang bersama dan berikan sedikit santunan kepada dia. Lihat perkembangannya. Kalau merasa cocok dengan dia, ajak dia ke rumah setiap 2-4 minggu untuk terima santunan lagi, dan untuk makan bersama.

Itu tindakan kecil untuk satu-dua anak saja, tapi insya Allah ada manfaat yang besar. Tidak perlu menunggu santunan untuk 200 anak di lokasi yang jauh. Bantu satu anak yang dekat saja dulu. Dan nanti akan terasa sendiri nikmatnya, insya Allah.

Proyek Kurikulum Baru Sedot Rp350 Miliar



Minggu, 25 November 2012 , 22:04:00
JAKARTA  – Rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) menerapkan kurikulum baru 2013 mendatang, terus menuai sorotan. Pasalnya, untuk penggodokan kurikulum baru itu, tahun ini saja menghabiskan anggaran senilai Rp171 miliar. Karena itu, perubahan kurikulum tersebut harus mengasilkan konsep yang lebih sempurna, bukan produk prematur.
“Pergantian kurikulum pendidikan nasional itu tidak gratisan. Saya berharap besarnya anggaran penyempurnaan kurikulum pembelajaran dan pembukuan untuk menyempurnakan kurikulum pendidikan nasional berbanding lurus dengan output yang akan didapatkan,” kata Anggota Komisi X DPR, Herlini Amran, Minggu (26/11).

Saat Ketemu Anak Yatim, Terbukti Allah “Maha Mengatur”









Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari Kamis kemarin, ada teman yang hubungi saya. Dia merasa terinspirasi dari tulisan saya tentang anak yatim, dan ajak saya ikut sama dia untuk main ke panti asuhan. Dia ingin melakukan seperti yang saya sarankan untuk duduk bersama anak yatim dan habiskan waktu bersama mereka. Banyak orang memang baik hati dan dermawan, dan memberikan santunan kepada anak yatim setiap bulan alhamdulillah. Tapi uang itu tidak masuk ke dalam hati anak yatim. Yang membuat mereka senang adalah orang yang mau datang dan menghabiskan waktu bersama mereka (apalagi mengajak mereka jalan ke tempat lain). Kebanyakan orang selalu sibuk, urusan kantor dan keluarga sudah menyita semua waktunya setiap minggu.

Karena diajak cari anak yatim, dan karena teman itu semangat, saya merasa harus antarkan juga, walaupun hari itu sudah ada 3 janji yang lain dan merasa agak capek. Saya sedikit memaksakan diri: untuk anak yatim harus bisa! Saya mulai berpikir, bisa antarkan dia ke panti di mana yang tidak terlalu jauh (Jumat selalu macet). Lalu saya ingat ada panti asuhan di belakang Pejaten Village, antara Pejaten dan Pasar Minggu. Insya Allah tempat itu cocok karena tidak jauh.

Apa Indonesia Bisa Punya Sistem Pendidikan Seperti Finlandia?



Ada yang bertanya kalau pemerintah bisa membuat sistem pendidikan di Indonesia yang sama bagusnya dengan Finlandia (nomor satu di dunia selama beberapa tahun!).
Saya jawab BISA, tapi ada syarat:

Pemerintah sanggup, tapi ada syarat: RAKYAT harus membuat pemerintah peduli. Saat ini, rakyat selalu pesimis, egois, memikirkan diri sendiri dan tidak mau peduli pada tetangga. Di banyak negara seperti Tunisa, Libya, Mesir, dll, rakyat bisa bersatu untuk MENJATUHKAN pemerintah. Di sini, hal itu TIDAK DIBUTUHKAN. Tapi yang dibutuhkan adalah KESATUAN itu. Kalau rakyat bersatu dan mengatakan tidak akan terima partai politik yang tidak punya kebijakan pendidikan berkualitas, maka semua partai politik akan TAKUT. Kalau rakyat bersatu, dan mau demo sejuta orang tua, guru dan siswa di depan Kemendikbud di Senayan dengan tuntutan sistem pendidikan yang berkualitas, atau kalau lebih spesifik, misalnya menuntut agar Ujian Nasional dihapus, maka saya kira pemerintah akan siap mendengar dan siap bertindak. Tapi di Indonesia, KEBANYAKAN ORANG TUA TIDAK MAU BERSATU. Tapi ada banyak yang mau menjadi kaya lewat korupsi agar ANAK MEREKA bisa masuk sekolah swasta dan kuliah di luar negeri. Anak tetangga? Anak miskin? Anak yatim? CUEK SAJA!!!! EMANG GUE PIKIRIN!!!!

Kalau sikap orang tua itu tidak berubah, maka tidak akan terjadi perubahan di negara ini!!!!

Thursday, December 06, 2012

Tidak Perlu Menjadi Kaya Dulu Untuk Membantu Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada teman dari teman yang hubungi saya, dan katanya punya tim dokter untuk membuat bakti sosial pengobatan gratis. Orang itu diberitahu saya bisa memberikan informasi tentang lokasi yang kira-kira bisa terima bakti sosial dari mereka.

Sekali ketemu anak yatim di Karawang, berbagai macam bantuan mengalir terus sampai sekarang, dari tambahan dana jutaan rupiah, tawaran membuka taman baca, guru yang mencalonkan diri untuk kerja gratis, dan sekarang tawaran pengobatan gratis dari tim dokter.

Kenapa manusia yang mengaku beriman kepada Allah “takut” menghabiskan waktunya untuk peduli pada anak yatim? Tidak harus menjadi orang kaya dulu untuk menjadi bermanfaat bagi anak yatim. Saya sudah jelas sekali bukan orang kaya: tidak punya rumah, tidak punya mobil atau motor, tidak punya barang mewah, tidak punya simpanan harta apapun. Tabungan saya tinggal 19 ribu rupiah pada saat ini. Dan kalau ada yang tidak percaya, saya bisa buktikan.

Tapi dengan usaha yang kecil, waktu yang sedikit, dan niat yang baik, alhamdulillah saya berhasil dapat bantuan yang berlapis-lapis untuk membantu ratusan anak yatim di beberapa lokasi. Padahal saya tidak lahir di Indonesia, tidak punya puluhan saudara yang punya koneksi ke mana-mana, tidak punya kelompok alumni sekolah dan kuliah, tidak pernah ikut arisan, tidak punya kapasitas untuk perintahkan siapapun, dan seterusnya. Tapi dengan doa, niat dan usaha kecil, bisa berhasil membantu anak yatim.

Tuesday, December 04, 2012

Kenapa Harus Takut Kalau Uang Tidak Ada?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya ajak seorang teman ketemu besok untuk makan malam bersama. Saya bilang dia yang harus traktir. Dia ketawa dan bilang tidak punya uang. Saya bilang saya yang akan traktir dia. Dia balas lagi bahwa dia tahu saya tidak punya uang. Dia sudah baca tulisan saya kemarin, Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim. Hahahaha. Saya jawab lagi bahwa saya selalu punya uang insya Allah. Jadi kalau sekedar traktir makan anak yatim atau teman, insya Allah uang selalu cukup (masih ada sisa dari 1 juta yang diterima kemarin!). Uang dan tabungan sampai habis juga nggak masalah, karena Allah yang berjanji untuk bayar kembali bagi orang yang mau bersedekah. Hanya perlu bersabar saja sampai Allah siap balas kepada saya.

Kalau saya melihat tabungan sudah kosong, sebenarnya saya merasa sedih. Bukan sedih karena tidak punya uang untuk diri sendiri, tapi sedih karena rencana untuk membantu anak yatim harus ditunda. Orang lain simpan ratusan juta sampai milyaran rupiah, kadang tanpa tujuan jelas. Mereka hanya mau merasa “aman” dan tidak mau hidup tanpa harta. Kalau mereka sedang menghemat uang karena perlu beli rumah baru untuk keluarga, bisa dipahami dan tidak salah. Atau menghemat untuk biaya sekolah dan kuliah anak kandung juga bisa dipahami dan tidak salah.

Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim





Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari minggu, 3 Desember 2012, saya kembali lagi ke Desa Purwadana di Karawang untuk acara santunan 210 anak yatim dan 170 jompo yang tidak dapat bantuan rutin. Teman saya Ust Muhtadin yang menjadi Ketua MUI di Desa Purwadana (sebuah desa besar dengan 8 ribu kepala keluarga) mengurus semua anak yatim dan jompo itu. Untuk memperhatikan gizi anak2, dia mencari dana untuk potong sapi karena mereka jarang dimakan.

Alhamdulillah kemarin ada tiga teman yang ikut ke sana juga untuk mengantarkan santunan buat anak yatim. Mereka bawa 400 amplop untuk dibagikan. Akhirnya, setiap anak yatim dan jompo dapat dua amplop dan sekantong daging sapi (satu kilo per orang). Sebelum bulan puasa 2012, kami berhasil mendapatkan dana untuk beli dua sapi, yang dagingnya dibagikan untuk sahur pertama. Karena ingin beli sapi lagi, Ust Muhtadin beli ratusan kantong plastik. Temannya bertanya, buat apa beli kantong plastik kalau belum ada sapi? Ust Muhtadin senyum saja, dan jawab, “Sekarang kantong plastik sudah siap, tinggal mencari isinya!” Hahahaha. Dia begitu yakin bahwa Allah akan berikan sapi lagi bagi anak yatim di sana.