Saturday, January 19, 2013

Desa Purwadana, Karawang, Perlu Bantuan Karena Banjir Besar



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, kalau masih ingat dulu saya ke Desa Purwadana di Karawang beberapa kali untuk acara santunan anak yatim. Di Desa Purwadana ada 200 anak yatim dan 190 jompo, dari total 8 ribu kepala keluarga. Sekarang, ada banjir besar di sana dari Sungai Citarum, yang meluap dan masuk ke hampir seluruh desa.
Tadi saya ditelfon teman saya Ust Muhtadin di sana dan dia ceritakan bahwa sepanjang hari menjadi sibuk memindahkan jompo dan keluarga lain keluar dari daerah banjir ke masjid dan tempat posko lain.

Sampai sekarang (Jumat, 18/01/13) belum ada bantuan pemerintah di sana.

Kalau ada yang punya jalur untuk kirim bantuan ke Desa Purwadana, baik itu tenda, sukarelawan, makanan, bantuan medis, dll. silahkan hubungi Ust Muhtadin langsung karena dia kerja di samping kepala desa (katanya HP kepala desa susah dihubungi, jadi ke Ust Muhtadin saja).

Ust Muhtadin
+6281310202278
+6287741722276

Bantuan dalam bentuk tunai bisa disalurkan lewat rekening ini:

Bank: BNI
No rekening: 0216248507
Atas nama: BAZ

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto


Banjir Karawang Meluas
Jumat, 18 Januari 2013, 18:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, semakin meluas. Saat ini, sudah lima kecamatan terendam banjir.
Banjir tersebut, akibat meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum. Karena banjir ini, ribuan kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, lima kecamatan yang terendam banjir itu, Karawang Barat, Teluk Jambe Barat, Pangkalan, Batujaya, serta Pakisjaya. Ketinggian air bervariasi, antara 50 Cm sampai 2,5 meter.

Kepala Desa Wadas, Kecamatan Karawang Barat, Junaedi, mengatakan, banjir di desanya terjadi sejak Kamis malam (17/1). Banjir tersebut, disebabkan meluapnya Sungai Citarum. Akibatnya, sejumlah komplek perumahan tergenang banjir.

Kondisi yang paling parah, yaitu komplek perumahan Karawang Barat, dengan ketinggian air setinggi 2,5 meter. "Kondisi yang paling parah itu, perumahan yang paling dekat dengan bantaran Sungai Citarum," ujar Junaedi, Jumat (18/1).

Junaedi menyebutkan, korban banjir di wilayahnya sebanyak 6.000 KK. Mereka, mengungsi ke tempat yang lebih aman dan keluarganya. Untuk mengantisipasi bencana banjir, pemerintahan desa telah membuka tiga posko.

Ada sejumlah permasalahan yang melanda korban banjir, kata dia, yaitu belum adanya bantuan dari pemerintah setempat. Bahkan, ketika pemerintahan desa mengusulkan untuk meminjam perahu karet guna mengevakuasi warga, usulan tersebut tidak direalisasikan. "Jangankan bantuan sembako, minjam perahu dan tenda saja sangat susah."

Meluapnya Sungai Citarum yang melintasi Karawang ini ditenggarai akibat dibukanya pintu air Waduk Jatiluhur. Pada Kamis (17/1), kabarnya satu dari dua pintu air (hollow z) dibuka. Karena itu, air yang keluar dari waduk cukup besar.

Dengan dibukanya pintu air ini, otomatis air dari waduk langsung menggelontor ke Sungai Citarum. Dampaknya, volume sungai ini terus meninggi bahkan meluap. Akibatnya, air menggenangi pemukiman yang berada di sekitar bantaran sungai.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Ita Nina Winarsih



No comments:

Post a Comment