Wednesday, April 24, 2013

Apa Yang Membuat Tasripin Spesial?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Apa ada teman yang mengikuti semua berita tentang kasus Tasripin? Dia anak kecil itu yang harus menghidupkan ketiga adiknya, dan sudah masuk semua koran dan semua tivi di seluruh negara. Ada yang paham kenapa kisah ini bisa menjadi berita nasional sampai presiden negara mengirim orang untuk antarkan uang dan renovasi rumahnya? (Padahal bapaknya dan kakaknya masih hidup dan dua-duanya kerja. Jadi sebenarnya, kalau mau dianalisa, ini kasus “kelalaian orang tua” bukan kasus kemiskinan anak).

Saya sudah baca beberapa artikel ttg si Tasripin itu. Dan tadi pas pulang, dia ada di TV One, dengan bapaknya, dan ditanyakan tentang kehidupannya sebagai anak miskin yang putus sekolah. Yang tidak saya pahami adalah kenapa satu anak itu bisa mendapatkan sorotan yang begitu luar biasa, sampai presiden negara juga bergerak. (Padahal biasanya presiden menunggu sebulan setelah dikritik terus di media, lalu bilang sudah bergerak dari dulu, tapi rakyat belum tahu). Kok bisa satu anak itu dari Jawa Tengah mendapatkan perhatian masyarakat yang begitu besar? Apa penyebabnya?

Kalau mau cari anak yang miskin, dan hidup dalam kesulitan, yang salah satu orang tuanya sudah wafat (biasanya bapaknya), yang putus sekolah, yang harus kerja setiap hari untuk mencari makanan, maka tidak usah jauh-jauh ke Jawa Tengah. Di Depok ada banyak. Tangerang juga. Bekasi juga. Banten dan Bogor, luar biasa banyaknya. Dan kalau mau benar-benar cari, di Tebet, Pancoran, Kemang dan Pasar Minggu juga ada!!! Di tengah kota Jakarta ada anak seperti Tasripin dan bahkan lebih malang lagi!

Yang membuat semua media, seluruh negara dan bahkan presiden memperhatikan satu anak itu APA sebenarnya? Dan kalau rakyat Indonesia bisa begitu peduli pada satu anak, mulai dari rakyat yang bawah, sampai presiden negara, KENAPA tidak teruskan kepedulian itu dengan peduli juga terhadap jutaan anak yatim dan anak miskin yang setara, di setiap kota di seluruh negara????? Apa ada teman yang bisa menjelaskan? Karena saya tidak mengerti kenapa begitu banyak orang hebat dan media nasional bisa mulai peduli secara tiba-tiba pada satu anak, seolah-olah dia unik dan tidak ada duanya.

Kalau seandainya semua orang baru mulai sadar tentang nasibnya anak miskin dan anak yatim di negara ini, maka saya bersyukur sekali. Lain kali kalau saya mau kumpulkan uang untuk anak yatim, mungkin yang dikirim setiap orang bukan 50 ribu atau 100ribu (seperti yang biasanya saya dapatkan) tapi malah SATU JUTA rupiah yang akan dikirim. Dan mungkin setelah SBY tahu saya membuat program beli buku cerita bagi anak yatim, dia akan kirim pejabat untuk bertemu saya dan mengatakan siap mendukung saya dengan menyediakan fasilitas negara untuk membeli dan mengantar buku cerita ke semua panti asuhan di seluruh kota di seluruh Indonesia. Apakah begitu kira-kira? Atau mungkin saya hanya mimpi saja! Mungkin kepedulian hanya terbatas pada Tasripin saja. Dia saja yang “beruntung” karena dapat perhatian untuk seminggu. (Tapi tahun depan berapa banyak orang masih mau peduli pada Tasripin, apalagi kasih uang kepadanya sekali lagi?)

Kalau Presiden SBY sudah sadar dan mau berubah, dan mau benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap anak yatim dan anak miskin, maka tidak usah menunggu seorang “Tasripin” masuk media nasional dulu. Buat saja santunan anak yatim di Istana Negara SETIAP MINGGU, dan wajibkan semua pejabat di seluruh negara melakukan hal yang sama di rumah masing-masing. Kalau mimpi saya itu terwujud, baru saya akan merasa ada perubahan di sini. Kalau tidak terjadi, maka ternyata kisah Tasripin ini hanya berita heboh untuk seminggu saja. Dan minggu depan, tidak ada lagi yang mau ingat pada anak yatim dan anak miskin.

Kita mau tinggal di negara seperti apa? Sebuah negara di mana kita peduli pada satu anak karena berhasil masuk media? Atau peduli pada jutaan anak yatim dan anak miskin yang kehidupannya sama? Kita harus memilih untuk peduli, dan kita harus memilih untuk cuek. Kita mau memilih sikap yang mana?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment