Wednesday, May 22, 2013

Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan



Kalau saya yang menjadi menteri pendidikan, akan ada kelas bela diri yang wajib bagi semua perempuan dari usia 10-15 tahun. Setiap minggu terjadi pemerkosaan terhadap anak sekolah di Indonesia. Tapi karena bukan anak pejabat atau presiden yang diperkosa, hanya anak “orang biasa” saja, maka 3 juta guru, 50 juta siswa dan 100 juta orang tua diam saja, dan biarkan keadaan ini berlangsung terus, tanpa ada tindakan dari siapapun untuk cari solusi. Di negara2 maju seperti Australia dan Selandia Baru, dan negara2 Eropa, tidak ada pemerkosaan setiap minggu terhadap anak sekolah. Kenapa di negara yang penuh dengan orang yang “beriman” ini harus ada, dan kenapa masyarakat harus diam dan biarkan terjadi terus?
Mau dapat berita tentang pemerkosaan anak sekolah lagi? Tunggu saja minggu depan. Akan ada lagi. Tapi alhamdulillah, bukan anak perempuan kita, hanya anak tetangga saja. Jadi silahkan kembali nonton sinetron seperti biasa, dan tidak usah terlalu peduli!!
Wassalam,
Gene Netto

Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Indra Subagja - detikNews
Jakarta - 3 Siswa SMP di Ciawi, Bogor menyelamatkan kehormatan seorang gadis 14 tahun dari aksi bejat tukang ojek berinisial A (16). 3 Siswa SMP itu, Aziz (15), Abdulrahmah (13), dam Ilham (13) menyerang A dan memukulinya kala melihat A menindih gadis itu di perkebunan.
"Jadi 3 siswa SMP itu lagi melintas di perkebunan. Kemudian mendengar suara teriakan perempuan meminta tolong, mereka melihat A hendak memperkosa korban. Mereka kemudian mencegahnya," jelas Kapolsek Ciawi Kompol Sugianto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (22/5/2013). Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/5) siang. Gadis itu sejatinya hendak diantar pulang ke rumahnya. Pacar sang gadis menitipkan dia ke tukang ojek. Tapi di tengah jalan, tukang ojek itu malah belok ke perkebunan dan hendak melakukan upaya pemerkosaan.
Menurut Sugianto, 3 Siswa SMP itu langsung menyerang pelaku yang tengah berada di atas tubuh korban yang menangis dan meronta-ronta. "Aksi pelaku dicegah para siswa itu. Ya ada pemukulan, tapi tidak parah," jelas Sugianto. Para siswa SMP itu kemudian membawa pelaku ke satpam perkebunan. Satpam bersama warga membawa pelaku ke Polsek Ciawi. "Korban sudah bersama orang tuanya, tidak ada pemerkosaan. Jadi hanya upaya percobaan saja," tutur Sugianto. (ndr/gah)


No comments:

Post a Comment