Thursday, January 31, 2013

Kemendikbud Anggarkan Rp 2,4 T Jalankan Kurikulum Baru 2013



Jadi.... artinya... kalau tidak dibuat Kurikulum baru, maka pemerintah bisa menghemat 2,4 TRILIUN rupiah. Anehnya, belum pernah ada penjelasan tentang apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan kurikulum lama, KTSP!! Jadi kenapa dibutuhkan yang baru? Mungkin hanya Pak Menteri yang tahu...!
- Gene

Kemendikbud Anggarkan Rp 2,4 T Jalankan Kurikulum Baru 2013

Kamis, 31/01/2013 18:02 WIB
Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp 2,4 triliun untuk menjalankan Kurikulum 2013 yang baru. Anggaran ini digelontorkan di tengah Rp 73 triliun anggaran Kemendikbud yang masih diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Anggaran ini sudah dibahas dengan Komisi X DPR RI pada 21 Desember 2012 lalu. Sudah disetujui nilai sebesar Rp 73 triliun di dalamnya terkait dengan anggaran kurikulum ini. Total anggaran untuk anggaran kurikulum Kemendikbud tahun 2013 dialokasikan sebesar Rp 2,491 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun dan anggaran tambahan sebesar Rp 751 miliar," jelas Mendikbud M Nuh.

Tuesday, January 29, 2013

Starbucks Tidak Mendukung Israel


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Minggu kemarin saya ketemu seorang teman di mall, dan setelah makan, saya ajak dia ngopi dulu sebelum pulang. Karena dekat dengan Starbucks, dan karena saya suka kopinya, dan karena hanya bisa dapat suasana bebas rokok di Starbucks, maka saya ajak dia ke sana. Teman Muslim itu langsung menolak dan mengatakan dia dan teman2nya sedang memboikot Starbucks karena “Starbucks adalah pendukung Israel, yang mengirim profitnya ke Israel, yang digunakan untuk membunuh dan menindas rakyat Palestina”.

Saya pernah dengar hal serupa, dan sewaktu2 ada email yang disebarkan yang mengajak ummat Islam memboikot sekian banyak perusahaan karena “katanya” perusahaan itu mendukung Israel. Saya biasanya abaikan email seperti itu, karena setiap kali saya periksa, isinya selalu rekayasa dan semua pernyataan tersebut tidak bisa dibuktikan.

Jadi, teman saya memilih kafe yang lain, yang di dalamnya ada sekian banyak orang yang merokok, dan setelah dapat kopinya, ternyata tidak enak, ukuran cangkirnya kecil sekali, tapi harganya sama dengan Starbucks. Secara pribadi, saya lebih senang minum kopi di Starbucks (karena bebas rokok, dan kopinya enak). Tetapi sekaligus sebagai seorang Muslim saya juga tidak mau mendukung perusahaan yang menindas warga Palestina (lewat sumbangan perusahaan ke Israel), jadi saya merasa harus menyelediki informasi itu dari teman saya.

Monday, January 28, 2013

Bantal Baru untuk Anak Yatim


 Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, setelah program beli buku, mainan, dan sepeda untuk anak yatim di Panti Asuhan Anak Yakin, Jati Padang, masih ada sisa uang 4.625.000 dari total 17,5 juta yang terkumpul dari teman2. Saat saya berada di panti, saya perhatikan bahwa bantal anak2 sangat kotor (warna abu-abu), jadi saya ada niat untuk beli bantal baru. Karena masih ada sisa uang, daripada beli mainan lagi, saya kira lebih bermanfaat beli bantal buat semua. (Dan masih ada kebutuhan lain juga).

Kemarin saya sudah beli 22 bantal dan 10 guling di Carrefour dengan harga 89.000 per unit, dengan total  2.836.000 rupiah. Pada hari Minggu diantarkan ke panti, dan semuanya langsung dibuka. Belum dibeli sarung bantal karena sudah ada 3 orang yang mengatakan insya Allah bisa kasih sarung bantal pada minggu ini.

Friday, January 25, 2013

AS Protes Penyebutan Negara Palestina di PBB



Kamis, 24 Januari 2013, 21:55 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama negara Palestina (State of Palestine) kian menjadi kedengkian bagi Israel dan Amerika Serikat (AS). Bahkan, Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice naik pitam ketika papan nama bertuliskan 'State of Palestine' terpampang di salah satu meja di PBB.

Plakat nama Negara Palestina tersebut telihat saat  rapat Dewan Keamanan PBB yang pertama kalinya diikuti oleh Palestina. Rice mengecam keras penyebutan negara tersebut. Baginya, Palestina baru dipandang sebagai negara ketika ia bisa berdamai dengan Israel.
"Kami memprotes penggunaan istilah Negara Palestina dalam semua dokumen PBB. Termasuk juga dalam plakat yang digunakan di rapat ini," ungkap Rice seperti dikutip Associated Press, Kamis (24/1).

Bantuan untuk Korban Banjir Tidak Disalurkan Dengan Baik



Di Desa Purwadana, Karawang, bantuan nyaris tidak ada. Ada 200 anak yatim dan 190 jompo yang kena banjir 2-3 meter, tapi hampir tidak ada bantuan yang muncul bagi mereka, apalagi untuk ratusan warga lain di sana. Dapat perahu karet saja sudah telat sekali setelah evakuasi sudah selesai. Tetapi di saat yang sama, bantuan numpuk di posko DKI. Sungguh menyedihkan ketika penyaluran bantuan sembako dan baju saja tidak bisa diurus dengan baik oleh pemerintah.

Bantuan Numpuk di Posko Banjir, Jokowi Geregetan: Itu Pola Lama!
Jumat, 25/01/2013 15:54 WIB
Hari ke-102 Jokowi
Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghapus pola-pola lama penyaluran bantuan bagi korban banjir di Jakarta. Ia lalu turun tangan sendiri menutup kekurangan kebutuhan warganya. Jokowi berpendapat bantuan bagi korban banjir sangat berlimpah. Namun, bantuan itu justru masih menumpuk di posko-posko banjir di Ibukota terutama bantuan logistik.

Thursday, January 24, 2013

Tuesday, January 22, 2013

Memberi Mainan Kepada Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Dari 2 minggu yang lalu, saya kumpulkan uang dari beberapa teman (lewat Facebook dan email), untuk beli mainan bagi anak yatim di Panti Asuhan Anak Yakin, di Jati Padang. Pada hari Sabtu kemarin saya antarkan semua mainannya. Karena juga ada 4 sepeda yang dibeli, saya harus pinjam mobil dari teman untuk mengantarkan sepeda pada hari Minggu secara terpisah.

Setelah saya datang, baru bisa duduk beberapa detik saja dan semua mainan langsung dibuka dan dipakai sama anak2. Sisa malam minggu itu dihabiskan dengan bermain kereta api, mobil2an, Lego, dan lain-lain. Semua anak kelihatan senang sekali dan kelihatan mereka belum pernah mendapatkan banyak mainan seperti itu. Sebelumnya, kalau mereka pulang sekolah, mereka hanya bisa duduk saja atau ngobrol dengan teman, karena di panti juga tidak boleh nonton tivi setiap hari (hanya boleh 1 jam pada hari Sabtu), dan sebelum saya beli buku cerita, juga tidak ada banyak buku yang bisa dibaca di situ.

Pada hari Minggu, alhamdulillah saya berhasil pinjam mobil dan antarkan 4 sepeda ke panti. Sepedanya merek Polygon dan bergaransi 5 tahun. Pas sampai di panti, saya minta bantuan dari 4 anak besar untuk ikut ke mobil dan anak2 yang lain saya suruh menunggu saja sampai kami kembali. Sepeda dikeluarkan dari mobil, dan saya kembali ke pintu masuk panti untuk membuat video karena mau rekam reaksi anak2 saat mereka melihat sepeda. Ternyata semuanya kaget dan sangat senang.

Bantuan Pasca Banjir Dibutuhkan Di Desa Purwadana, Karawang



[MOHON INFO INI DISEBARKAN]
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, pada saat kita mengalami banjir besar di DKI, ada wilayah yang lain yang juga kena banjir, tapi tidak banyak masuk media. Di Desa Purwadana, Karawang, ada 200 anak yatim dan 190 jompo, di tengah 8 ribu kepala keluarga. Purwadana adalah desa paling besar di Karawang.

Kata teman saya Ust Muhtadin, saat mulai banjir minggu kemarin, ada banyak nenek2 yang menangis dan minta diselamatkan dari rumahnya. Karena tidak ada bantuan yang datang dari pemerintah, akhirnya Ust Muhtadin, Kepala Desa dan beberapa teman yang lain berusaha bantu mereka dengan menggunakan gerobak sebelum air naik terlalu tinggi. Nenek2 itu harus keluar dari rumah dengan cepat, dan tidak bisa bawa apa-apa.

Minggu kemarin Ust Muhtadin telfon saya dan bertanya kalau ada yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka, karena belum ada bantuan dari pemerintah. Ada teman saya yang bantu lapor ke BNPB, dan akhirnya ada petugas yang datang bersama Gubenur Jawa Barat. Saat itu, dikatakan “ada rencana” kirim perahu karet, tapi masih harus ditunggu juga. Akhirnya pada saat perahu karet datang, proses evakuasi sudah selesai (dengan gerobak). Saat masyarakat diberitahu gubenur akan datang, semuanya menjadi bahagia karena merasa sudah mulai diperhatikan pemerintah. Tetapi Pak Gubenur hanya serahkan “bantuan simbolis” saja dan pergi lagi. Orang di Purwadana dengar kabar ada 25 ton beras dan bantuan lain yang disumbangkan kepada Bupati Karawang, tetapi sampai sekarang (Senin, 21 Jan, 2013) belum ada yang datang ke Purwadana. Hasilnya, masyarakat kecewa sekali karena mereka masih bertahan sendiri tanpa bantuan.

Saturday, January 19, 2013

Desa Purwadana, Karawang, Perlu Bantuan Karena Banjir Besar



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, kalau masih ingat dulu saya ke Desa Purwadana di Karawang beberapa kali untuk acara santunan anak yatim. Di Desa Purwadana ada 200 anak yatim dan 190 jompo, dari total 8 ribu kepala keluarga. Sekarang, ada banjir besar di sana dari Sungai Citarum, yang meluap dan masuk ke hampir seluruh desa.
Tadi saya ditelfon teman saya Ust Muhtadin di sana dan dia ceritakan bahwa sepanjang hari menjadi sibuk memindahkan jompo dan keluarga lain keluar dari daerah banjir ke masjid dan tempat posko lain.

Sampai sekarang (Jumat, 18/01/13) belum ada bantuan pemerintah di sana.

Monday, January 07, 2013

Uang 200 Rupiah Untuk Anak Yatim Dibalas dengan Berlipat Ganda Dalam 1 Jam



Assalamu'alaikum,
Ada seorang teman yang masih mahasiswa. Dia sering mengeluh kepada saya bahwa dia tidak punya uang. Uang untuk kuliah dibayar oleh orang tuanya, tapi untuk uang harian hanya ada sedikit cash. Jadi kalau dia mau kumpulkan uang untuk beli baju baru, maka sulit dan harus menunggu lama. Jadi dia selalu mengeluh bahwa tidak ada uang. Tapi tujuan dia mencari uang adalah supaya bisa beli baju baru, celana baru, sepatu baru, komputer baru dsb.

Dia tidak "salah" mempunyai keinginan itu, karena wajar dan manusiawi untuk usianya. Tapi karena dia sering diskusi sama saya, maka saya berusaha untuk mengubah cara berpikir dia. Saya sarankan agar dia coba lebih memikirkan orang lain daripada diri sendiri, dan yang paling gampang dari semua adalah memikirkan kebutuhan anak yatim. Jangankan baju baru, baju yang bagus saja belum tentu mereka punya.

Dia bilang akan coba mengubah cara pikirnya, dan akan coba lebih fokus ke anak yatim dan orang miskin, dan lebih memikirkan apa yang tidak dimiliki orang lain daripada pikir tentang apa yang dia inginkan untuk diri sendiri.