Tuesday, March 26, 2013

UN UNDERCOVER



[Dari seorang teman, pengamat pendidikan]

Testimoni Anggota Tim Sukses UN: Beban Moral, Hina di Depan Siswa
Isteri saya seorang guru fisika, di bilangan Jakarta Barat. Ia diperintahkan kepala sekolah menjadi anggota TIM SUKSES UN. Tugasnya sangat sederhana. Buka soal UN dan kerjakan. Lalu, tutup lagi soalnya. Kunci jawaban disebarkan ke siswa.

Modus itu berjalan sempurna. Tim Sukses berisi gabungan beberapa sekolah dalam satu rayon atau lintas rayon. Semua anggota tim diberi tugas berbeda. Ada yang mendapatkan lembar soal, membuka, mengelem, menjawab setiap soal, dan mendistribusikan jawaban, menyiapkan ruangan dan mengamankannya, dan bekerja sama dengan pengawas, reguler atau independen, dll.

Tahun pertama, isteri saya hanya bertugas menjawab soal saja. Dosa sih, tapi tidak memalukan. Niat membantu siswa, entahlah apa niat ini lazim atau dibuat-buat, pokoknya "jawab soal cepat." Bagian mendistribusikan jawaban bukan tugasnya. Alhamdulillah.

Monday, March 25, 2013

Hukum Membaca Basmalah Di Awal Surat Al-Fatihah Dalam Shalat Jahr



Oleh Dr. Cholil Nafis
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim) diawal surat al Fatihah dalam shalat fardlu jahr (dengan suara keras, yaitu maghrib, isya’ dan subuh). Perbedaan ini disebabkan perbedaan ulama tentang apakah basmalah itu termasuk ayat dari setiap surat dalam al Qur’an termasuk surat al Fatihah, atau tidak termasuk ayat dalam surat al Qura’an sama sekali. Sebab Rasulullah saw kadangangkala mengeraskan bacaan basmalah dan kadangkala juga tidak mengeraskan bacaan basmalah.
Hadits yang tidak menganjurkan baca basmalah:

عَنْ أَنَسٍ كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَانُوا يَفْتَتِحُونَ الْقِرَاءَةَ بالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
”Dari Anas bahwa Nabi saw dan Abu Bakar dan ‘Umar dan Usman, semuanya memulai bacaannya dengan “al-hamdu lilla-hi robbil ‘a-lami-n”. (HR.Tirmidzi, hadits no. 246)

Orang Pinggiran - Bocah Singkong




Anak pintar, sering termasuk 3 besar di sekolah. Tapi sejak mulai kerja, nilainya turun. Sering sakit leher juga disebabkan angkat beban dengan bawa di atas kepala.
Kenapa mesti kerja? Karena ibunya meninggal, lalu bapaknya pergi saja, abaikan kedua anaknya di rumah kakek-nenek, dan menikah lagi. Jarang kembali untuk ketemu anak kandungnya sendiri.

Kok kasus seperti ini sangat umum di Indonesia? Sudah sering saya dengar. Bapak pergi begitu saja, menikah lagi, dan tinggalkan anak2 kandung di tempat saudara. Kadang karena isteri meninggal, kadang isteri juga ditinggalkan tanpa nafkah hidup, tapi juga tidak diceraikan. Enak menjadi suami di Indonesia: tidak perlu bertanggung jawab sama sekali terhadap isteri atau anak (kalau tidak mau)!

Lalu anak ini terpaksa kerja untuk mencari uang buat makan dan sekolah. Dan setelah pulang dari kerja, sudah malam dan masih harus belajar untuk UJIAN NASIONAL. Jangan heran nanti kalau semua anak di sekolah dia lulus UN dengan 100%. Tidak penting bisa menjadi cerdas, tidak penting bisa hidup secara sejahtera. Yang penting hanya lulus UN agar bisa lanjutkan sekolahnya. Apa bisa berpikir secara kreatif? Tidak. Tapi tidak penting. Hanya lulus UN yang penting sebelum nanti putus sekolah dan menjadi buruh seumur hidup, dengan IQ yang rendah. Itulah masa depan yang ditawarkan pemerintah kepada anak2 miskin. Anak seperti ini sangat membutuhkan bantuan pemerintah, tapi malah diberikan beban dari pemerintah, dan kebutuhan utama tidak diberikan.

Saya lupa. Anggota DPR studi banding ke mana minggu ini?

Wassalam,
Gene Netto

Wednesday, March 20, 2013

Minta Doa Untuk Teman Yang Sakit Parah



Ass.wr.wb. Saya minta tolong sama teman2 untuk baca doa utk teman saya Shane Dolan yg sedang sakit parah. Dia sudah masuk rumah sakit 50 hari di Kuala Lumpur dan 30 hari di Perth, Australia. Shane berusia 61 tahun. Secara tiba2, saluran darah di samping jantung (aorta) pecah, dan harus operasi darurat (saat libur di KL). Setelah itu, ada serangan jantung, dan beberapa komplikasi lain, sehingga skg kedua kaki jadi lumpuh dan dia sedikit pikun. Sebelumnya dia sehat2 saja. Sekarang masih berbaring di RS di Australia, dan dokter tidak bisa menentukan masa depan dia. Mohon mendoakan Shane, dan sebarkan kepada teman2 dan anak yatim yg mau bantu mendoakan.
Shane adalah org Australia, yg masuk Islam sama saya dulu, menikah dan punya isteri dan anak di Jakarta. Dia belajar Islam secara aktif, dan bantu anak2 yatim. Tidak ada saudara yang Muslim selain isterinya, jadi selama ini tidak banyak yang mendoakan. Saya baru tahu dia sakit 3 bulan pada hari ini, karena isterinya sibuk mengurus dia sendirian, jadi tidak sempat kasih berita ke saya.
Semoga bisa cepat sembuh dan kembali ke keluarganya di Jakarta. Terima kasih kl mau turut mendoakan teman saya Shane Dolan.
Wassalam, Gene Netto.

Calon Suami Yang Non-Muslim



Assalamualaikum, saya punya calon suami yg non islam dan saya baru tahu itu karena ibu dia memberitahu ibu saya. Selama ini dia mengaku Muslim. Sekarang ibu saya jadi tidak setuju dengan hubungan kita. Calon suami saya berencana msuk Islam nanti tetapi saya takut kalau ibu saya masih tidak setuju dan takut nantinya dia malah balik ke agama yang lama.
Saya bingung harus bagaimana.  Calon suami saya sudah lama tidak mengikut ajaran agamanya. Dia juga janji kepada saya untuk berubah dan meminta saya untuk menuntun dia ke agama Islam. Mohon bantuan dan solusinya.

Jawaban:
Wa alaikum salam wr.wb.,
Saya lebih setuju dengan ibu anda untuk berhati-hati terhadap dia. Kenapa dia mesti berbohong dan bilang Muslim padahal belum? Kalau dia mau masuk Islam, apa yang menjadi halangan untuk masuk Islam dari tahun kemarin? Kenapa masih belum masuk Islam dan hanya pura-pura Muslim? Apa dia menunggu hari pernikahan dulu, baru bersedia masuk Islam kalau sudah dijamin secara pasti boleh menikah dengan anda? Kalau iya, berarti dia masuk Islam sebagai syarat saja untuk bisa menikah, dan bukan karena meyakini Islam sebagai kebenaran.

Saya sudah sering dapat konsultasi dengan orang seperti itu, baik yang laki yang mau menjadi muallaf, maupun yang perempuan yang yakin suaminya akan menjadi Muslim yang baik kalau sudah menikah. Dari pengalaman itu, mayoritas dari wanita yang menikah dengan pria yang masuk Islam pas mau menikah malah menyesal di kemudian hari. Ternyata, kebanyakan dari pria itu tidak pernah menjadi serius dan tidak shalat. Ada sebagian kecil saja yang berubah dan menjadi orang Muslim yang baik di kemudian hari.

Tuesday, March 19, 2013

Diperkosa



Kalau ketik kata "diperkosa" di Google, dapat 14,8 juta hasil. Tapi kelihatan bahwa sebagian dari hasil itu adalah berita dari luar negeri. Jadi saya ulangi lagi pencarian, dengan setting khusus agar nama2 negara lain tidak akan muncul. Masih dapat 4,2 juta hasil, yang kelihatan dari judulnya terjadi di Indonesia.

Mungkin juga sebagian dari hasil itu adalah teks, yang hanya mengandung kata "diperkosa" (seperti tulisan saya ini). Tetapi berapa banyak dari hasil itu adalah artikel berita dari Indonesia? Dan sepertinya, makin lama makin sering muncul berita bahwa yang diperkosa itu adalah anak sekolah, dengan usia di bawah 18 tahun.

Keadaan ini sepertinya makin parah, tapi saya tidak pernah dengar berita dari Menteri Urusan Wanita dan Anak atau Menteri Pendidikan bahwa akan diambil tindakan untuk mendidik anak laki di sekolah tentang seks dan hak perempuan.
Semua anak laki yang saya kenal mengaku pernah melihat film pornografi. Dan sebagian mungkin sudah kecanduan. Berapa banyak pria di Indonesia sudah putus sekolah, ber-IQ rendah, susah hidup, dan sekaligus kecanduan nonton film porno?

Saturday, March 16, 2013

Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman saya Dr. Irwan Kreshnamurti, SpOG, sudah mulai praktek di Jakarta. Sebelumnya di Palembang dan Lampung. Dr. Irwan adalah teman lama saya, dan insya Allah termasuk dokter yang baik dan berkualitas, pintar dan sangat peduli pada pasien.

Kalau ada suami-isteri atau wanita yang perlu konsultasi, bisa bertanya lewat email dan insya Allah akan dibalas kalau ada waktu kosong. Sebagian dari email yang diterima mungkin digunakan di Facebooknya Dr. Irwan untuk bantu mendidik wanita yang lain. (Nama wanita yang berkonsultasi akan diganti dengan nama samaran, dan dibuat redaksi teks yang berbeda.)
Dr. Irwan berniat mengembangkan situs Facebooknya sebagai tempat konsultasi dan pendidikan bagi wanita yang membutuhkan informasi medis yang tepat.

Nabi bertanya: "Sukakah kamu, jika kebutuhanmu terpenuhi?..."



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi ada seorang teman yang menanyakan keadaan visa kerja saya. Saya jawab dengan jujur dan terbuka. Saya sudah berniat kerja di Yayasan ICA, karena mau membuat program dakwah, amal, sosial, pendidikan dan pelatihan. Sudah mulai kerja secara serius untuk mencapai tujuan itu, tapi karena Yayasan ICA masih baru, belum ada dana untuk visa kerja dan gaji. Dia bertanya dari mana akan dapat dana untuk visa kerja? Sambil senyum saya bilang tidak ada pilihan selain minta bantuan dari teman2 yang mau bantu. Dia ikut senyum juga. "Ya sudah, saya kirim 20 juta ya?"
Ya Allah, ya Allah!! Alhamdulillah. Kemarin saya masih merenung dan mulai merasa sedikit ragu. Apakah bisa dapat uang untuk visa kerja dengan cara minta bantuan kepada orang lain, di luar yayasan? Apa tidak terlalu sulit? Apa saya salah karena tidak ambil pekerjaan dengan gaji besar yang lebih aman dan lebih terjamin? Apa bukan lebih baik pekerjaan dengan gaji besar untuk isi tabungan, daripada harus mengalami kesulitan dengan mencari sumbangan untuk visa kerja? Apalagi untuk nafkah hidup setiap bulan ke depan? Dan setelah berpikir begitu beberapa kali, saya mulai baca lagi lowongan kerja di koran selama 3 hari....

Thursday, March 14, 2013

Kehidupan yang Sulit bagi Orang Pinggiran



Beberapa kali tahun kemarin saya kasih link ke acara tivi bernama “Orang Pinggiran” di Trans. Alhamdulillah ada yang upload ke YouTube karena saya tidak pernah sempat nonton pas ada di tivi. Tadi saya baru ingat lagi acara Orang Pinggiran itu, dan mencarinya di YouTube karena sudah lama tidak melihatnya. Ternyata masih ada, dan masih ada yang diupload. Alhamdulillah.

Acara ini dari Trans sangat bagus untuk membuat kita sadar tentang penderitaan rakyat biasa di seluruh Indonesia. Sayangnya, sepertinya tidak ada kelanjutan yang sistematis. Mungkin akan lebih menyemangkatkan kita kalau setelah dikenalkan dengan orang2 yang mengalami berbagai macam kesulitan, ada juga usaha yang terstruktur untuk membantunya secara nyata.

Untuk kasus yang seperti yang satu ini, anak bernama Irfan yang kedua kakinya cacat setelah patah dulu dan tidak sembuh dengan benar, mungkin bisa dibawa ke kota dan dapat perawatan medis. Dokter bisa sumbangkan waktunya, rumah sakit kasih kamar gratis, dan semua pengobatan dan ongkos lain yang dibutuhkan bisa dibayar dengan sumbangan dari masyarakat.

Tuesday, March 05, 2013

Mohon Bantuan Dana Untuk Visa Kerja



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya sudah memutuskan untuk kerja di Yayasan ICA bersama dengan guru saya. Kami memiliki misi dan visi yang sama untuk membangun banyak program dakwah, amal, sosial, pelatihan dan pendidikan untuk membantu mengembangkan kualitas dari umat Islam secara nasional. Sebagian dari programnya sudah mulai dari tahun kemarin, dan yang baru sedang disiapkan (termasuk program Indonesia Mengaji yang saya terangkan kemarin). Namun, karena Yayasan ICA baru berdiri tahun kemarin, maka belum ada banyak dana operasional.

Jadi saya diminta cari sendiri biaya 25 juta yang dibutuhkan untuk membuat visa kerja (harus dibuat di luar negeri, biasanya di Kuala Lumpur atau Singapura). Pada saat ini, ICA tidak bisa menyediakan dana begitu besar untuk visa kerja saya. Jadi, kalau ada teman yang bersedia membantu dengan sedekah, mohon dikirim ke rekening saya. Kalau nanti masih kurang, saya akan coba pinjam sisanya dari teman. Uang yang saya miliki pada saat ini kurang dari satu juta. Kalau bisa dapat 25 juta pada bulan Maret, insya Allah saya akan pergi ke KL pada bulan April.

BCA a/n Eugene F. Netto, No. 6000340888, KCP Soepomo.

Terima kasih kalau ada yang bersedia membantu saya. Insya Allah tahun depan ICA sudah lebih kuat posisinya dan visa kerja bisa dibayar oleh yayasan saja. Mohon tidak kirim zakat, tapi sedekah saja. Terima kasih. Semoga Allah membalas sedekah anda dengan berlipat ganda dan memperkuat persaudaraan antara kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene  

Monday, March 04, 2013

Sulitnya Mendapatkan Ustadz di Papua



Assalamu’alaikum wr.wb.,  
Beberapa minggu yang lalu, saya dapat sms dari seorang ustadz di Papua yang melakukan dakwah di sana. Ustadz muda itu sms saya untuk konsultasi karena selama beberapa bulan di sana, terasa banyak halangan dalam usahanya melakukan dakwah. Katanya hampir tidak ada “program dakwah” di wilayah Papua. Ada juga banyak wilayah lain di mana orang Muslim menjadi minoritas, atau karena tempatnya terpencil, para ustadz tidak mau ditugaskan ke sana.  

Teman saya ceritakan bahwa dia bertemu dengan seorang warga Papua, yang menjadi muallaf 5 tahun yang lalu, tetapi belum tahu Al Fatihah dan belum bisa shalat. Alasannya? Belum pernah ada yang mengajarkannya! Mungkin dulu dia dengar ceramah, atau diskusi dengan seorang Muslim, sehingga merasa yakin bahwa Islam adalah agama yang benar dan mau masuk Islam. Tapi setelah itu, dia tidak ketemu seorang ustadz yang bisa membinanya, jadi hanya baca syahaddat saja. Setelah 5 tahun, dia merasa diabaikan dan tidak pernah ketemu ustadz, jadi akhirnya dia putus asa, tinggalkan Islam dan kembali ke agama Kristen. (Jadi saat ketemu teman saya, sudah menjadi non-Muslim lagi).

Ustadz dan da’i sangat dibutuhkan di sana, tapi juga harus ada dana untuk beli buku tuntutan shalat, buku iqra, Al Qur'an, sejaddah, dll. Dana juga sangat penting untuk memberikan gaji yang baik dan biaya operasional bagi para ustadz di sana, karena mereka juga harus jalan ke kota kecil dan desa. Mungkin sebagian dari warga di sana tertarik untuk dengar tentang Islam, tapi yang bersedia datang kepada mereka hanyalah misionaris dari kalangan Kristen. Kebanyakan orang Muslim tidak mau ditugaskan di sana. Kalau ada yang mengatakan “bersedia berdakwah di Papua” (dan tempat terpencil yang lain) maka dianggap setara dengan mengatakan “siap menjadi miskin dan hidup susah”.