Tuesday, April 30, 2013

Apa Guru Bisa Belajar Dari Film?



Tadi di group guru, ada link dari teman untuk nonton film Dead Poets Society di YouTube (dengan bintang Robin Williams). Waktu saya kuliah dulu, semua siswa (calon guru) diwajibkan nonton bersama, lalu dibahas di dalam kelas bersama dosen. Apakah guru Indonesia sudah nonton film ini juga? Banyak orang yang pernah nonton merasa terinspirasi. Tapi apakah guru Indonesia bisa mendapatkan inspirasi dari film ini?

Berapa banyak guru Indonesia bisa nonton Dead Poets Society dan merasa “tidak suka”? Untung dalam film itu tidak ada anak yang rambutnya gondrong (definisi gondrong lebih dari 5 senti kayanya). Semua anak rapi, seragam rapi, karena itu yang terpenting dalam proses belajar-mengajar: kerapian. Kreativitas tidak penting. Perbedaan pendapat tidak penting. Rapi dan seragam yang dicari. (UN adalah bentuk dari keinginan itu).

Kalau melihat perilaku Mr Keating (Robin Williams), apa bisa menjadi contoh bagi guru Indonesia? Dia mengajak anak untuk berpikir sendiri, bukan menghafal “jawaban yang benar” yang diberikan oleh guru. Dia menyuruh anak sobek halaman pertama di buku teks mereka (agar bisa berpikir sendiri). Tapi semua bentuk kerusakan adalah salah. Buku teks hampir saja sakral dan merupakan alat yang paling penting dalam proses belajar. Guru tanpa buku teks atau LKS tidak bisa mengajar. Dia suruh anak2 berdiri di atas meja untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Tapi berdiri di atas meja tidak sopan, dan merupakan penghinaan terhadap guru.

Monday, April 29, 2013

Bantu Anak Yatim dan Anak Miskin, Lewat Gene Netto


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya sudah sering mengumpulkan uang untuk kepentingan anak yatim dan anak miskin. Saya sudah beberapa kali membuat program untuk beli mainan, buku cerita, sepeda, dll. untuk anak yatim dan anak miskin di beberapa lokasi di sekitar DKI Jakarta. Setiap kali saya umumkan program baru, agar teman2 yang lain bisa ikut berpartisipasi, selalu ada permintaan dari banyak orang untuk nomor rekening BCA.  

Jadi saya sudah membuat rekening BCA cadangan atas nama saya (saya tidak punya yayasan), tetapi rekening yang satu ini hanya akan digunakan untuk keperluan anak yatim dan anak miskin, terutama untuk beli buku cerita dan mainan (antara lain). Saya selalu membuat program di mana barang2 yang bermanfaat bisa dibeli dan diantar langsung. Kalau ada teman yang mau ikut dengan program yang saya buat secara rutin, silahkan salurkan sedekahnya ke rekening di bawah ini. Rekening ini baru dan sudah aktif sekarang.

Ulang Tahun Bersama Anak Yatim



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Hari Minggu kemarin, tanggal 28 April, adalah ulang tahun saya, dan ada teman yang kasih kue coklat besar yang lezat, tapi terlalu besar untuk dimakan sendiri, jadi saya bawa ke Panti Asuhan Anak Yakin, di Jati Padang, Pasar Minggu. Saya di situ dari sore sampai jam 10 malam lebih. Anak2 tidak mau saya pulang, dan ada beberapa yang minta saya menginap. Ada yang lain yang tanya kalau boleh menginap di rumah saya untuk seminggu. Hahaha.

Setelah makan kue, kami shalat maghrib dan setelah itu ada latihan rebana bagi anak2 laki yang punya tim rebana. Sebelum main rebana, saya sudah mulai tiup balon (saya bawa sekitar 40an balon) jadi saat anak keluarkan rebana, sudah ada banyak balon. Akhirnya anak laki main rebana, dan perempuan main balon.

Friday, April 26, 2013

Politisi Belanda Arnoud Van Doorn Masuk Islam



[FYI, ini berita benar insya Allah dan bukan rekayasa. Saya sudah konfirmasi langsung dengan teman saya, yang juga warga asli Belanda dan beragama Islam. Katanya info tentang Arnoud Van Doorn, yang dulu sangat anti-Islam, sudah diberitakan dalam situs dan koran lokal di Belanda. Saat saya periksa akun Twitter resminya, ada banyak komentar dan foto Van Doorn di Mekkah pada saat melakukan Umrah minggu kemarin.
Sekian. Wassalam, Gene Netto]

Jum'at, 15 Jumadil Akhir 1434 H / 26 April 2013
Arnoud Van Doorn, seorang petinggi dari partai milik politisi Belanda ekstrim anti-Islam, Geert Wilders, telah masuk Islam setelah mempelajari agama Islam dan kaum Muslim secara mendalam.  “Saya bisa mengerti sikap skeptis orang-orang, karena ini sangat tidak terduga bagi mereka,” Arnoud Van Doorn mengatakan pada Al-Jazeera. “Ini adalah keputusan besar, saya tidak menganggap remeh.”

Berita ini mulai muncul bulan lalu, ketika ia menulis “new beginning (permulaan baru)” pada akun Twitter-nya. Ia baru-baru ini juga menulis Syahadah dalam bahasa Arab. Politisi tersebut kemudian mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam, tanpa memberi informasi apapun tentang alasan di balik keputusannya itu. “Orang-orang terdekat saya tahu kalau saya belakangan ini giat mempelajari al-Qur’an, Hadits, Sunnah, dan ilmu-ilmu lain. Ini sudah berlangsung hampir satu tahun, katanya. Saya juga banyak berbincang dengan kaum Muslim tentang Islam.”

Kalau Anak Membunuh Temannya, Siapa Yang Salah?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya ditanyakan kalau ada kasus anak umur 8 tahun yang membunuh temannya, maka siapa yang bersalah. Saya berusaha menjawab sebagai berikut:

Menurut saya ada beberapa lapisan dalam perkara seperti ini, jadi tidak ada satu pihak yang “bersalah”. Orang tuanya seperti apa? Mungkin mereka kerja keras dengan gaji yang tidak cukup, pulang malam, ribut tentang keuangan terus, sehingga waktu untuk membina akhlak anak mereka tidak cukup. Karena mereka stres dalam kehidupan sehari2, maka mereka keras dan kejam dalam cara bicara dan bersikap terhadap anak mereka. Jadi di dalam rumah, anak ini sudah dekat dengan kekerasan. Dan bantuan untuk orang tuanya sangat minim, baik dari pemerintah (iklan, tempat konseling, bantuan sosial), dari masyarakat (ustadz, orang yang bijaksana, tempat bermain bagi anak), dan dari keluarga sendiri (om, tante, sepupu yang lebih tua). Semuanya punya peran dalam membantu dan mendidik seorang anak.

Dalam bahasa Inggris sekarang, ada suatu pepatah yang makin terkenal: “It takes a village to raise a child” (Dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak). Intinya pepatah itu, banyak sekali orang berperan dalam mendidik satu anak dan membantunya dapat akhlak yang mulia. Jadi bukan peran orang tua saja, bukan peran guru saja.

Harga Nyawa Seorang Anak Indonesia = Rp 1.000



Anak 8 Tahun Tega Bunuh Bocah 6 Tahun Gara-gara Utang Rp 1.000
Jumat, 26/04/2013 15:39 WIB
Asep Astrajingga - detikNews
Jakarta - Hanya karena utang seribu rupiah seorang bocah 8 tahun tega membunuh temannya. Korban yang masih berusia 6 tahun diceburkan ke galian dan dibenamkan berkali-kali hingga tewas. "Peristiwanya Kamis 24 April pukul 16.00 WIB," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Priyo Widyanto kepada wartawan di Mapolres Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/4/2013).

Priyo mengatakan, saat itu pelaku yang berusia 8 tahun bertemu dengan korban yang masih kelas 1 SD di kubangan air galian di kawasan Summarecon, Kampung Rawa Bugel, Bekasi Utara. Saat itu pelaku mendorong korban ke tanah dekat galian lalu dibenamkan berkali-kali hingga tewas.

Wednesday, April 24, 2013

Apa Yang Membuat Tasripin Spesial?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Apa ada teman yang mengikuti semua berita tentang kasus Tasripin? Dia anak kecil itu yang harus menghidupkan ketiga adiknya, dan sudah masuk semua koran dan semua tivi di seluruh negara. Ada yang paham kenapa kisah ini bisa menjadi berita nasional sampai presiden negara mengirim orang untuk antarkan uang dan renovasi rumahnya? (Padahal bapaknya dan kakaknya masih hidup dan dua-duanya kerja. Jadi sebenarnya, kalau mau dianalisa, ini kasus “kelalaian orang tua” bukan kasus kemiskinan anak).

Saya sudah baca beberapa artikel ttg si Tasripin itu. Dan tadi pas pulang, dia ada di TV One, dengan bapaknya, dan ditanyakan tentang kehidupannya sebagai anak miskin yang putus sekolah. Yang tidak saya pahami adalah kenapa satu anak itu bisa mendapatkan sorotan yang begitu luar biasa, sampai presiden negara juga bergerak. (Padahal biasanya presiden menunggu sebulan setelah dikritik terus di media, lalu bilang sudah bergerak dari dulu, tapi rakyat belum tahu). Kok bisa satu anak itu dari Jawa Tengah mendapatkan perhatian masyarakat yang begitu besar? Apa penyebabnya?

Friday, April 19, 2013

Pemerkosaan Anak Sekolah Terjadi Lagi



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Sudah berkali-kali saya berkomentar tentang pemerkosaan anak sekolah. Sekitar seminggu yang lalu, saya tulis di Facebook “Tunggu saja seminggu, nanti akan ada kasus pemerkosaan anak sekolah yang baru”. Dan sesuai jadwal, pemerkosaan terjadi lagi. Lima anak SD memperkosa teman kelas. Katanya tidak bisa menahan nafsunya setelah sering nonton film porno di HP.
Orang tua, guru dan para pejabat masih belum merasa ini merupakan suatu masalah darurat yang perlu diperhatikan pada skala nasional. Setiap kasus pemerkosaan (yang dilaporkan) dianggap sebagai “kasus” saja. Pelaku dianggap “anak nakal” saja, dan tentu saja hanya mereka saja yang “nakal”… sampai kasus berikut. Dan kita tidak bisa tahu berapa banyak kasus tidak dilaporkan karena keluarganya malu!

Kapan pemerintah, Menteri Pendidikan, para guru dan orang tua akan sadar bahwa sedang terjadi peningkatan jumlah kasus pemerkosaan anak sekolah, baik oleh teman kelas, maupun oleh remaja atau orang dewasa? Kapan hal ini akan mulai dibahas sebagai masalah nasional yang perlu ditanggapi dengan segera? Berapa banyak anak Indonesia perlu diperkosa dulu sebelum ada yang merasa “sudah cukup” dan siap bertindak untuk mencegahnya? Apa cucu presiden perlu diperkosa dulu sebelum bisa menjadi perkara yang serius? 

Pemerkosaan bisa terjadi di mana saja, dan kalau kita melihat foto 100 anak sekolah, calon pelaku pemerkosaan tidak akan bisa ditunjuk oleh siapapun. Tapi kebanyakan orang dewasa masih merasa “malu” membahas seks dengan anaknya, begitu juga banyak guru. 

Sunday, April 14, 2013

Delapan Alasan Penolakan Kurikulum Baru 2013



Kurikulum Baru yang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan diterapkan Juli 2013 mendatang masih saja menuai penolakan. Jum'at (15/03/2013) Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Pendidikan menyerahkan petisi penolakan Kurikulum Baru 2013.

Petisi tentang penolakan atas konsep perubahan kurikulum yang digagas oleh Kemdikbud itu telah ditanda tangani oleh lebih 1500 orang. Petisi itu telah diserakan aktivis ICW kepada Mendikbud Muhammad Nuh, supaya menjadi bahan evaluasi perubahan kurikulum.

"Setidaknya ada delapan alasan petisi Tolak Kurikulum 2013 ini," kata Koordinator Monitoring Kebijakan Publik ICW, Febri Hendri dikutip dari JPNN.com. Kedelapan alasan Kurikulum Baru 2013 harus ditolak antara lain:

1. Kebijakan perubahan kurikulum terburu-buru
Proses perumusan kebijakan perubahan kurikulum tidak terencana dan terburu-buru. Pemerintah sudah akan melaksanakan Kurikulum Baru pada tahun ajaran baru 2013/2014. Padahal, banyak guru yang belum dibekali dengan pengetahuan Kurikulum Baru yang akan diterapkan itu.

Breaking News: Guru Akan Boikot Ujian Nasional di 23 Propinsi



Nasional; Minggu, 14 April, 2013
Setelah ada berita bahwa Ujian Nasional akan ditunda dalam 11 Propinsi, para guru yang bersatu dalam beberapa serikat guru mengambil kesempatan itu untuk melakukan boikot terhadap Ujian Nasional dalam 23 propinsi yang lain. Sudah lama ditentukan bahwa Ujian Nasional melanggar Hukum Konstitusi, sesuai dengan Keputusan Mahkamah Agung Nomor: 2596 K/Pdt/2008 yang mengatakan pemerintah Indonesia dilarang mengadakan Ujian Nasional sampai kondisi pendidikan di seluruh negara menjadi sama.

Guru membenarkan bahwa kondisi di setiap sekolah sangat berbeda, misalnya kondisi antara Jakarta dan Papua sangat jauh, dan oleh karena itu, ujian yang menjadi syarat kelulusan siswa ini dinilai tidak adil. Para guru setuju dengan Makamah Agung bahwa UN tidak membantu dan malah merusak masa depan anak Indonesia, karena semua yang mereka lakukan di dalam sekolah jadi terfokus pada kemampuan lulus UN saja. Ilmu yang diterima selama tiga tahun diuji dalam 4 hari saja. Tetapi yang sangat dibutuhkan siswa pada zaman ini, yaitu ilmu yang luas dan kreatifitas yang tinggi, tidak dikembangkan dengan adanya UN.

Setelah 11 propinsi mengatakan UN akan ditunda karena belum menerima bahannya, beberapa serikat guru di propinsi lain mengatakan semua anggotanya setuju agar UN akan diboikot saja. Satu guru yang minta namanya tidak disebut mengatakan “Kami sudah lama merasa kecewa dengan pemerintah karena tidak mau menghentikan ujian ini, padahal sudah jelas melanggar hukum. Tapi kami baru berani menyatakan boikot sekarang!”

Wednesday, April 10, 2013

Ribuan Guru Dilarang Kerja di Denmark, Berbaris Sepanjang 35 Km



Ribuan guru sekolah di Denmark sedang berhenti kerja untuk sementara. Mereka menolak tuntutan pemerintah untuk habiskan waktu lebih lama di kelas setiap minggu. Saat ini, 70 ribu guru itu menghabiskan 16 jam di kelas, dan sisa waktu digunakan untuk persiapan materi dan lain-lain. Pemerintah menuntut agar setiap guru harus berada di kelas (mengajar) untuk 25 jam, dengan tambahan persiapan materi di atasnya. Dan tentu saja, siswa juga harus masuk kelas beberapa jam lebih dari sekarang.
Karena tidak bisa setuju, pemerintah ambil keputusan untuk mengunci semua sekolah, agar guru tidak bisa masuk. Para guru membalas tindakan pemerintah itu dengan berdiri di luar dan membentuk barisan antar dua kota, sepanjang 35 kilometer, agar diperhatikan.
Hampir 900 ribu anak tidak bisa masuk sekolah. Ratusan ribu orang tua yang kerja kena masalah “penampungan” karena tidak ada tempat untuk semua anak itu. Ada perkiraan kondisi ini bisa berlangsung selama 2 bulan, karena serikat guru sudah siapkan dana untuk bertahan dalam aksi melawan pemerintah itu. Gangguan terhadap ekonomi negara bisa dibayangkan.

Monday, April 08, 2013

Guru Amerika Menolak Memberikan Ujian Standarisasi



(Oleh Kreshna Aditya)
Januari lalu ada berita bahwa guru-guru di sebuah SMA di negara bagian Washington, Amerika Serikat, memboikot kebijakan pemerintah dan menolak memberikan standardized test pada siswa-siswanya. Mereka menganggap kebijakan ini akan merugikan kepentingan siswa. [Padahal tidak se-high risk UN lho.]

Di akhir Januari, gerakan boikot ini mulai meluas, mendapat dukungan dari organisasi guru dan juga ditiru oleh guru-guru dan orang tua di beberapa sekolah lain. Mereka juga mendapat dukungan dari para pakar pendidikan di Amerika.

Sebagai akibatnya, di awal Februari guru-guru ini mendapat ancaman sanksi, termasuk pemotongan gaji. Mereka juga khawatir akan mendapat hambatan karier. Tapi, mereka jalan terus dengan tetap bilang bahwa kepentingan siswa adalah nomor satu.

Para Sarjana Terbaik, Melamarlah Menjadi Guru


[Dari teman di group guru]:
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pengujian UU Guru dan Dosen yang awalnya dimaksudkan untuk membatasi profesi guru hanya bagi sarjana pendidikan saja. Semua sarjana dan lulusan Diploma 4 di luar kependidikan tetap berkesempatan menjadi guru, sama dengan lulusan pendidikan keguruan (Detikcom, 28/3/2013)
Untuk menjadi guru, yang terpenting itu bukan dari kampus mana mereka berasal, tapi bagaimana kompetensinya. Jika karena ini profesi guru diperebutkan banyak sarjana, ya bagus-bagus saja. IMHO, jika ada profesi yang seleksinya paling ketat dan tingkat persaingannya amat tinggi, saya ingin profesi itu adalah guru. Sehingga kita berpeluang mendapatkan rekrutan guru yang “best of the best”, sebab kepadanya kita akan menggantungkan lahirnya generasi terbaik…
Ayo semua sarjana terbaik, melamarlah menjadi guru…

****************
Menurut saya, ini sebuah kemajuan yang baik sekali.
Saya lulus dari fakultas Kajian Asia (Asian Studies) dan setelah itu ambil D1 (yang khusus untuk mahasiswa yang sudah dapat Bachelor of Arts) untuk menjadi guru bahasa asing dan guru sejarah. Hampir semua teman saya yang menjadi guru ambil jalur yang sama. Alasanya adalah masa depan kita lebih fleksibel. Kita bisa menjadi guru, bisa kerja di swasta, bisa buka usaha sendiri, dsb.

Friday, April 05, 2013

Nick D'Aloisio, Remaja 17 Tahun Pencipta Aplikasi Rp 290 Miliar



Rabu, 3 April 2013 | 09.35 WIB
Oleh: Atika Walujani Moedjiono
Keingintahuan, gairah, dan ketekunan membawa Nick D’Aloisio menjadi pusat perhatian dunia. Pekan lalu, Yahoo mengumumkan membeli aplikasi Summly yang dibuat remaja asal London berusia 17 tahun itu. Ia bahkan disebut majalah ”Forbes” sebagai salah satu dari ”30 entrepreneur berusia di bawah 30 tahun” yang perlu diperhatikan. Yahoo tak membuka informasi berapa harga yang dibayar, namun banyak pihak memperkirakan nilainya sekitar 30 juta dollar AS (sekitar Rp 290 miliar). Summly adalah aplikasi dengan algoritma kompleks yang mampu meringkas berita panjang di daring dalam tiga paragraf pendek sehingga mudah dibaca di layar smartphone.

D’Aloisio membuat Summly karena frustrasi saat mengerjakan tugas sekolah. Ia kerepotan dengan banyaknya artikel tak relevan saat mencari bahan di internet. Hal itu mendorong dia mencari cara menyaring informasi. ”Saya tak sabar,” ujarnya. ”Seperti remaja generasiku, jika tak menarik, saya akan berhenti membaca. Saya hanya mau membaca hal-hal yang ingin saya ketahui dengan segera. Itu yang dilakukan Summly.”

Wednesday, April 03, 2013

Curhat Guru Menyaksikan Kecurangan Di Sekolah


[Tulisan seorang guru di group guru online]



Assalamualaikum Pak,
Saya *****, guru SMPN *****... selalu mengikuti alur group guru setiap malam.. membaca postingan yang informative dan alhamdulillah bertemu dengan beberapa rekan guru yang masih memegang prinsip tentang Pendidikan.


Melihat posting Bapak yang menceritakan temannya yang menolak menjadi guru kelas 12 karena harus mengubah lembar jawaban siswa, hal itu menggerakan hati saya untuk mengungkapkan kereshan dan kesedihan yang sangat sebagai guru. Itu sama persis dengan yang terjadi disekolah saya, beberapa rekan ditugaskan untuk mengubah LJK saat ujian sekolah. Lalu saat UN tiba, tim sukses membuat kunci jawban dengan membuka amplop soal cadangan lalu sekitar jam 3 dan jam empat beberapa rekan mengirimkan sms kunci jawaban ke siswa sesuai dengan paket yang siswa dapatkan. Dan 3 hari yang lalu seorang PKS membisikan pada saya kalo kepala sekolah menyuruh siswa mengumpulkan 1.5 juta per kelas untuk membeli kunci jawaban dan itu terang terangan disampaikan kepada siswa kelas 9. 


Alhasil… siswa kelas 9 santainya bukan kepalang... motivasi dan semangat UN hilang. Sedih saya mendengar dan melihat itu, rasanya sia sia menerapkan nilai kejujuran terhadap siswa saya tiba tiba di akhir mereka di cekoki kebohongan dan itu artinya kita yang berperan merusak mental bangsa ini. Saya pernah menulis status beberapa bulan lalu di group guru. itu sebenarnya tentang prilaku kecurangan yang dilegalkan. Saya pribadi masih belajar tetap memegang esensi pendidikan dan selalu mengingatkan siswa"nilai 4 mu lebih terhormat bila itu hasil kejujuranmu daripada nilai 8 mu dari hasil tipu dayamu"

Saya mengajar kelas 7 saat ini, saya lebih senang mencoba berbagai metoda pembelajaran. selain itu saya tidak pernah mau disuruh untuk melalkukan tugas tugas seperti yang saya sampaikan di atas. Saya juga sedih, karena ternyata idealisme serta guru yang berkompeten tampak tidak dibutuhkan, namun guru yang bisa mengituti sistem pimpinan yang dibutuhkan . Jujur saya sempat menangis saat siswa saya yang jujur terkalahkan oleh anak yang jarang sekolah..saya menangis saat apa yang saya lakukan hanya mendapat tertawaan dari senior seolah mengatakan bukan itu yang kita butuhkan....Saya mengajar dari tahun 2006, insyaAllah saya akan memegang prinsip pendidikan,bagi saya mengajar bukan untuk UN saja namun untuk membekali siswa sepercik nilai kehidupan... Tapi ga mungkin juga saya berbicara lantang tentang yang saya lihat ini... walau bagaimanapun ini prestise sekolah saya.. cuma semua itu bertentangan dengan hati saya. Sakit rasanya.. terimakasih Pak berkenan membaca curahan hati saya ini.


Mencari Pekerjaan Baru


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya kembali lagi mencari pekerjaan baru. Ternyata tidak bisa dapat visa kerja dari yayasan, seperti yang direncanakan dari bulan kemarin.
Kalau ada teman yang punya info lowongan kerja yang kira-kira cocok untuk saya, tolong hubungi saya di email genenetto@gmail.com
Berkaitan dengan bidang pendidikan, pelatihan, writing, editing, bisnis, politik, atau yang lain.
Terima kasih.  
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto