Friday, May 31, 2013

Kunjungan Ke Pesantren Yatim Dan Dhuafa Di Warung Buncit


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, hari ini saya dan Dr Irwan mau kunjungi dua pesantren yatim dan dhuafa di Cakung dan di Warung Buncit. Tapi ternyata pengurusnya sama, dan kantornya di Warung Buncit, jadi kami ke situ saja. Kami periksa tempat tinggal 130 anak yatim dan dhuafa di situ, dan cek kondisi kulitnya. Banyak yang kena skabies (kudis) juga, dan ada yang mengatakan sudah sakit selama 6 tahun dengan kulit yang gatal sekali dan terinfeksi. Ada anak yang mengatakan kalau diam saja dan tidak pakai obat, dalam beberapa bulan bisa hilang sendiri, tapi selalu balik lagi. Jadi mereka mengalami kulit yang gatal dan terinfeksi bertahun-tahun. Saya foto beberapa anak yang parah, dan kirim kepada Prof Saleha, yang insya Allah akan melakukan pengobatan dengan tim dokter dari FKUI pada bulan Juni 2013.

Saya juga minta bantuan dari pengurus untuk mengukur lantai di ruang tidur. Seharusnya hanya ada 60 santri di situ. Tapi karena ada banyak permintaan, akhirnya 130 anak masuk, dan tidur dalam ruangan yang dibuat untuk 60 anak saja. Bisa dibayangkan betapa kecil tempatnya untuk setiap anak. Mungkin kasur kami terlalu besar untuk tempat tidur santri (200x80cm) jadi masih perlu diskusi lagi tentang solusi yang terbaik. Semua santri juga perlu baju baru, dan di tempat tidur mereka (seperti aula yang terbuka) tidak ada kipas angin. Saya sulit bayangkan rasanya kalau tinggal di situ selama beberapa tahun, tidur di lantai, tidak ada kasur, tidak ada banyak baju, tidak ada kipas angin, dan setiap hari dan malam kulit terasa gatal sekali karena ada infeksi skabies. Tapi begitulah yang dialami anak yatim dan dhuafa DI JAKARTA.

Thursday, May 30, 2013

Lebih Baik Bersedekah Dengan Cara Sembunyi Atau Terang?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada teman yang berkomentar bahwa kalau dia mau bersedekah untuk anak yatim seperti yang saya lakukan belakangan ini, maka dia akan merasa “malu bercerita” kepada orang lain, alias harus disembunyikan usaha itu. Menurut saya, ini suatu persepsi yang keliru di tengah umat Islam. Ada rasa bahwa semua kebaikan harus disembunyikan karena “takut riya”. Kalau untuk urusan riya, memang ada sebagian orang yang bersikap seperti itu. Tapi di sisi lain, malah ada izin dari Allah untuk mengungkapkan sedekah kita, selama dilakukan dengan niat mengajak orang lain melakukan kebaikan juga.

31. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun TERANG-TERANGAN sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual-beli dan persahabatan.  (QS. Ibrahim 14:31)

Dan ada ayat2 lain dengan isi yang sama. Artinya, sedekah yang dilakukan secara sembunyi itu baik, terutama kalau takut akan menjadi sumber riya (kesombongan). Tetapi karena itu-itu saja yang diajarkan terus oleh ustadz dalam ceramah, maka muncullah persepsi bahwa menyebutkan sedekah itu salah dan berdosa. Padahal Allah SWT sudah memberikan izin penuh untuk sebutkan sedekah (secara terang) kalau memang berniat baik.

Siapa Yang Mengurus Anak Yatim Di Negara Ini?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya sedang membuat anggaran untuk 4 pesantren yatim dan dhuafa, untuk pengobatan, beli kasur, baju dan kebutuhan lain. Anggaran saya sudah mencapai 350 juta. Insya Allah masih bisa dapat tambahan dana nanti untuk beli semua yang dianggarkan (saat ini, uang di rekening anak yatim saya ada 50 juta). Kalau tidak bisa dapat dana yang cukup, nanti hanya obat dan kasur saja yang diutamakan, dan yang lain tidak jadi. Tapi kalau bisa kasih obat, kasur, seprei, bantal, selimut, handuk, baju2 baru, celana dalam baru, dan kipas angin untuk semua, maka insya Allah kami akan kasih semuanya kepada setiap anak di setiap pesantren yatim (agar proses pengobatan bisa berkualitas).  Semoga bisa dapat dana yang cukup untuk bantu setiap anak yatim dan dhuafa secara maksimal.

Kami belum cari yang di pelosok-pelosok seperti NTB dan Papua, Sulawesi Utara dan Kalimantan. Baru sebatas DKI dan wilayah setikitarnya, dan sudah dapat ratusan anak yatim dan dhuafa yang dibiarkan menderita bertahun-tahun dari penyakit kulit, TBC, kekurangan makanan, kekurangan baju, dan sebagainya. Walaupun semuanya ditampung dalam panti dan pesantren yatim (jadi tidak harus tidur di pinggir jalan), tetap saja dana yang masuk untuk mereka kurang sekali. Saya kurang paham kenapa bisa begitu.

Percaya Pada Mujizat?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, insya Allah ada tawaran kerja baru untuk saya di sini. Masih dalam tahap perencanaan, tapi insya Allah serius dan akan berjalan dengan baik. Saya tidak mau berikan terlalu banyak perincian dulu, karena masih banyak yang perlu diatur secara teknis sebelum bisa membuat visa kerja baru. Tapi insya Allah dalam waktu 1-2 bulan sudah siap semua. Direncanakan kerja dengan beberapa teman, dalam Yayasan atau PT yang sudah ada, atau bikin baru lagi (belum diputuskan).

Nanti kalau sudah lebih jelas dan pasti, baru saya informasikan lagi. Tapi untuk saat ini, niat untuk pindah negara sudah dibatalkan. Insya Allah nanti kami akan dikembangkan program sosial dan pendidikan, seperti yang sudah saya jalankan, dan buka yang baru, yang sudah lama saya inginkan. Dari diskusi hari Senin kemarin, terasa kami sudah sepakat dan satu visi, dan mau kerjakan program2 yang baik dan bermanfaat untuk memajukan bangsa Indonesia. Saat diskusi, saya merasa seperti berada di dunia mimpi yang tidak nyata, karena secara tiba-tiba dan di luar dugaan, bisa dapatkan dukungan serius untuk mengembangkan program sosial dan pendidikan. Dari satu pertemuan itu dengan beberapa orang, sudah membahas bantuan dana, tim dokter, dan bantuan teknis untuk teruskan semua program dan kembangkan yang baru.

Sunday, May 26, 2013

Anak Yatim dan Dhuafa Perlu Bantuan Obat dan Kasur



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, tadi saya dihubungi Prof. Dr. Saleha dari FK-UI. Saya, Dr Irwan dan Dr Kandy sudah ketemu Prof Saleha minggu kemarin untuk membahas kasus penyakit kulit anak yatim di Cibubur. Prof Saleha mengatakan sudah ketemu anak yatim dan dhuafa di tempat lain yang perlu bantuan juga. Dalam sebuah pesantren yatim di Cakung, ada 75 anak yatim dan dhuafa yang kena TBC dan infeksi paru-paru lain (kulitnya oke). Semuanya tidur di lantai karena tidak ada kasur di situ. Dan di Warung Buncit, ada pesantren yatim dan dhuafa dengan 130 anak, dan semuanya kena skabies juga (seperti di Cibubur). Prof. Saleha dan timnya mau melakukan pengobatan di sana dalam waktu 2 minggu. Tapi mereka juga butuh kasur baru dengan cover “oskar” (kulit palsu) agar skabies tidak bisa membuat sarang di kasur.

Prof Saleha minta tolong kepada saya untuk membantunya mendapat 75 + 130 kasur baru (dan saya sudah pesan 80 untuk Cibubur). Jadi untuk itu perlu biaya yang cukup besar, sekitar 100 juta. Saya sudah coba hubungi teman di Dompet Dhuafa, tapi belum ada balasan. Saya tidak tahu kalau seandainya program ini harus lewat mereka, apa nanti bisa repot dan lama, dan banyak syarat2 administrasi atau tidak. Saya tidak tahu perlu menunggu berapa lama untuk dapat bantuan dari organisasi seperti Dompet Dhuafa atau organisasi zakat seperti Baznas dan lain-lain.

“Anak Hilang” Bernama Wahyu Nanda Saputra Mencari Orang Tuanya



“Anak Hilang” Bernama Wahyu Nanda Saputra Mencari Orang Tuanya

[Mohon disebarkan seluas-luasnya]
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya mohon bantuan untuk mencari orang tua kandung dari seorang anak yang sudah 2 tahun tidak tinggal di rumahnya. Anak ini bernama Wahyu, dan dia dibawa ke sebuah panti anak yatim oleh Polisi karena orang tuanya tidak bisa ditemukan. Setelah saya bertanya2 kepada Wahyu, saya dapat banyak informasi tentang orang tuanya, dan saya berharap mungkin ada yang mengenal orang tuanya dan bisa hubungi saya di email genenetto@gmail.com.

Nama: Wahyu Nanda Saputra
Usia: 8 tahun, kelas 2 SD.
Tempat lahir: Tidak tahu
Nama Mama: Mardiana
Nama Papa: Alang

Wednesday, May 22, 2013

Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan



Kalau saya yang menjadi menteri pendidikan, akan ada kelas bela diri yang wajib bagi semua perempuan dari usia 10-15 tahun. Setiap minggu terjadi pemerkosaan terhadap anak sekolah di Indonesia. Tapi karena bukan anak pejabat atau presiden yang diperkosa, hanya anak “orang biasa” saja, maka 3 juta guru, 50 juta siswa dan 100 juta orang tua diam saja, dan biarkan keadaan ini berlangsung terus, tanpa ada tindakan dari siapapun untuk cari solusi. Di negara2 maju seperti Australia dan Selandia Baru, dan negara2 Eropa, tidak ada pemerkosaan setiap minggu terhadap anak sekolah. Kenapa di negara yang penuh dengan orang yang “beriman” ini harus ada, dan kenapa masyarakat harus diam dan biarkan terjadi terus?
Mau dapat berita tentang pemerkosaan anak sekolah lagi? Tunggu saja minggu depan. Akan ada lagi. Tapi alhamdulillah, bukan anak perempuan kita, hanya anak tetangga saja. Jadi silahkan kembali nonton sinetron seperti biasa, dan tidak usah terlalu peduli!!
Wassalam,
Gene Netto

Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Indra Subagja - detikNews
Jakarta - 3 Siswa SMP di Ciawi, Bogor menyelamatkan kehormatan seorang gadis 14 tahun dari aksi bejat tukang ojek berinisial A (16). 3 Siswa SMP itu, Aziz (15), Abdulrahmah (13), dam Ilham (13) menyerang A dan memukulinya kala melihat A menindih gadis itu di perkebunan.

Hasil 3 Hari Pengobatan Penyakit Kulit Anak Yatim & Dhuafa



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Di daerah Cibubur, kami melakukan pengobatan untuk 80 anak anak yatim dan dhuafa yang sudah menderita dari penyakit kulit selama beberapa bulan. Dr. Kandy memberikan diagnosis bahwa penyakit itu disebabkan parasit skabies (kudis), dan infeksi kulit sekunder, maka pada hari Sabtu, 18 Mei, 2013, kami melakukan pengobatan dengan obat Scabimite dan 2 macam antibiotik (terima kasih Dr Kandy!). Pada hari Selasa, 21 Mei, 2013, saya kembali untuk memeriksa kondisi kulit anak2. Hasilnya setelah 3 hari bisa dilihat dalam foto2 ini, sebelum dan sesudah melakukan pengobatan. Hasilnya sangat bagus sekali. Alhamdulillah.

Ini yang bisa terjadi kalau kita mau peduli pada orang lain, terutama anak yatim dan dhuafa. Kita bisa saja membantu mereka terus, tapi kebanyakan orang tidak mau, mungkin karena terlalu sibuk dengan urusan yang lain. Tapi kalau ada beberapa orang saja yang mau peduli dan bertindak, anak yang menderita berbulan-bulan bisa sembuh secara cepat dengan izin Allah. Hanya dibutuhkan niat untuk peduli dan membantu, dan usaha yang kecil. Saya bukan orang kaya, jadi tidak bisa melakukan banyak sendiri. Tapi setelah minta bantuan kepada teman2, ada yang mau bertindak dan membantu, sehingga uang lebih dari cukup, dan insya Allah kami juga bisa beli kasur, bantal, seprei, sarung bantal, dan kipas angin untuk 80 anak.

Sunday, May 19, 2013

Kenapa Allah Berikan Kekayaan Kepada Orang Muslim Di Indonesia?


Kenapa Allah Berikan Kekayaan Kepada Orang Muslim Di Indonesia?

Ya Allah, aku mau bertanya. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di Indonesia? Aku tidak mengerti. Pada saat aku datang ke pesantren anak yatim dan ketemu anak yatim dan dhuafa yang tangan, lengan, kaki, pantat dan hampir seluruh tubuhnya penuh dengan luka dari parasit skabies (kudis), yang kulitnya terinfeksi, penuh dengan bisul dan nanah, yang aku pikirkan adalah orang Muslim yang kaya di sini. Kenapa mereka bisa membiarkan anak yatim menderita berbulan-bulan? Apa karena tidak tahu? Atau karena “tidak mau tahu”? Ada begitu banyak banyak Muslim yang kaya di sini, tapi hanya sedikit yang peduli. Kalau dikasih gunung emas, mereka akan kejar gunung emas yang kedua. Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Dalam ceramah, banyak ustadz membicarakan “orang kafir” yang tidak beriman kepada Allah. Tapi di semua negara maju, pengusaha, pemimpin, dan pejabat adalah “orang kafir” itu. Mereka tidak beriman, tapi negara mereka bersih, sejahtera, teratur dan tidak ada anak yatim dan dhuafa yang jatuh sakit berbulan-bulan, tanpa ada yang peduli. Tapi di sini, keahlian para pengurus negara dan pengusaha kaya tidak digunakan untuk memajukan seluruh masyarakatnya, tapi digunakan di “bidang korupsi” saja. Dana pendidikan dikorupsi, dana sosial dikorupsi, pajak negara dikorupsi, dana Haji dikorupsi, dan percetakan Al Qur’anpun dikorupsi. Apa yang tidak dijadikan “kesempatan korupsi” oleh orang Muslim di negara ini? Kok “orang kafir” tidak begitu? Kok “orang beriman” bisa? Kenapa Allah memberikan kekayaan dan kekuasaan kepada orang Muslim di sini? Aku tidak mengerti.

Thursday, May 16, 2013

Kasus Mirip SARS Meningkat, Warga Saudi Panik

Rabu, 15 Mei 2013 | 08:57 WIB
RIYADH, KOMPAS.com - Panik melanda warga bagian timur Arab Saudi setelah kasus penyakit mirip SARS terus meningkat. Media pemerintah, Senin (13/5) malam, melaporkan adanya empat kasus baru penyakit itu. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan, satu dari empat pasien baru itu dirawat dan telah dipulangkan dari rumah sakit. Sementara tiga pasien lainnya masih dirawat, menurut Saudi Press Agency.

Sehari sebelumnya, Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah al-Rabia mengatakan, 24 orang dinyatakan positif terkena penyakit yang disebabkan infeksi novel coronavirus (NCoV) di negara itu sejak Agustus/September tahun lalu. Sebanyak 15 di antara mereka meninggal dunia. Penyebaran NCoV ini terpusat di Provinsi Timur negara itu, yakni ada total 15 kasus, 9 kasus di antaranya meninggal.

Warga pun memeriksakan diri ke unit gawat darurat rumah sakit-rumah sakit di kota Al-Ahsa di Provinsi Timur, Arab Saudi, begitu mulai ada gejala demam ringan. ”Saya merasakan gejala pilek disertai demam,” kata seorang warga yang memeriksakan diri kemudian ditempatkan di karantina. ”Gejala-gejala itu akhirnya menghilang, tetapi saya tetap ditempatkan di karantina bersama pasien-pasien lain, dan ini membuat saya takut,” kata warga yang menolak menyebutkan identitasnya itu.

Wednesday, May 15, 2013

Mohon Bantuan Beli Baju dan Obat utk Anak Yatim dan Dhuafa di Cibubur

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Teman2, saya mohon bantuan untuk beli pakaian dan obat untuk anak yatim dan dhuafa di pesantren di Cibubur, yang kena penyakit kulit skabies (kudis). Perkiraan kasar saya, dibutuhkan sekitar 15-20 juta dalam waktu 2 hari sampai Jumat ini (biar bisa belanja pada Jumat). Alhamdulillah sudah ada bantuan dari seorang teman untuk menyediakan semua obat yang dibutuhkan (ada 9 macam obat, termasuk antibiotik). Jadi sekarang dikumpulkan uang untuk beli pakaian baru biar baju lama mereka bisa direbus untuk membunuh parasit skabies. Diharapkan bisa beli semua pada hari Jumat 17 Mei ini agar semua obat dan pakaian baru bisa diantar pada hari Sabtu 18 Mei. Kalau mau ikut membantu, mohon segera transfer ke rekening ini.
Terima kasih banyak ke semua teman yang mau bantu.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

BCA (Bank Central Asia)
KCU Menara Bidakara
No. Rek. 450 221 4881
A/N Eugene F. Netto
[Rekening ini khusus untuk keperluan anak yatim dan anak miskin]

Sunday, May 12, 2013

Kulit Anak Bisa Gatal, Berbintik Dan Terinfeksi Karena Parasit Skabies



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Hari ini saya ke pesantren anak yatim dan dhuafa di Cibubur, dan bawa 2 dokter untuk periksa anak2 karena hampir semuanya ada infeksi kulit. Dr Kandy duduk dengan sabar selama 3 jam untuk periksa sekitar 80 anak yang sakit (terima kasih banyak Dr Kandy dan Dr Irwan atas waktunya!!) Diagnosisnya Dr Kandy adalah anak2 itu kena skabies (atau kudis), yaitu sebuah parasit kecil yang ukuran badannya 0,1 - 0,4mm, jadi harus dilihat dengan mikroskop. Skabies hidup dan bertelor terus di bawah kulit manusia, dan bisa hidup di luar kulit kita (pada baju atau kasur) untuk 3 hari.

Di kulit seorang anak (atau dewasa) bisa ada 10 ekor atau ratusan ekor. Parasit skabies itu menggali ke dalam kulit kita dan bertelor di situ, lalu kulit menjadi gatal sekali (reaksi terhadap parasit, telor, dan juga kotorannya), lalu anak akan garuk2, dan dari proses garuk2 itu, anak kena infeksi kulit sekunder dari bakteri di tangan dan kulit sekitarnya. Saya akan lampirkan beberapa foto biar teman2 bisa melihat dan memahami bentuknya seperti apa. Kalau nanti anda ketemu banyak anak di panti atau pesantren yang kulitnya seperti itu, harap segera hubungi dokter karena semua anak harus diobati sekaligus (bukan yang sakit saja).

Wednesday, May 08, 2013

Buku Cerita Utk Anak Yatim Dan Dhuafa Di Purwadana, Karawang



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari Sabtu 04 Mei, 2013, saya mengantarkan 300 buku ke Desa Purwadana, Karawang, untuk antar sekitar 300 buku bagi anak yatim dan dhuafa di sana. Kebanyakan adalah buku cerita dan semuanya dibeli dengan bantuan teman2 yang transfer uang kepada saya. Insya Allah akan dibuat taman baca di kantor Kepala Desa. Di Desa Purwadana, teman saya Ust. Muhtadin mengurus 230 anak yatim dan ratusan anak dhuafa dan janda. Karena kami datang telat, kebanyakan anak sudah pulang duluan. Setelah serahkan buku, saya juga diantar keliling kampung untuk melihat kondisi rumah orang miskin di sana.

Kalau ada teman yang mau berpartisipasi lewat saya, silahkan kirim ke rekening ini.
BCA (Bank Central Asia)
KCU Menara Bidakara
No. Rek. 4502214881
A/N Eugene F. Netto
[rekening ini khusus untuk keperluan anak yatim dan anak miskin]

Tuesday, May 07, 2013

Bantuan Untuk Anak Yatim Dan Dhuafa Dibalas Oleh Allah




Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, pada hari Sabtu kemarin (04 Mei 2013), saya pergi bersama teman saya Dr. Irwan ke Desa Purwadana, Karawang, untuk antar sekitar 300 buku bagi anak yatim dan dhuafa di sana. Semua buku itu dibeli dengan bantuan teman2 yang transfer uang ke saya dan habiskan 7,5 juta. Di sana ada teman saya Ust Muhtadin, yang mengurus 230 anak yatim dan ratusan janda dan anak dhuafa. Karena berangkat telat dan kena macet, saat kami tiba di sana, kebanyakan anak yatim sudah pulang karena menunggu kelamaan. Saya tidak bisa bawa makanan, jadi mereka pulang untuk makan dan shalat dzuhur.

Saya minta Ust Muhtadin mengantarkan saya untuk melihat kampung Purwadana, karena dia sering bercerita tentang gubuk2 orang miskin di situ. Di satu rumah, saya turun dari motor dan bicara dengan seorang nenek bernama Ibu Murtasih. Saya tanya usianya berapa, tapi dia bilang tidak ingat. Saya tanya dari kapan pindah ke Purwadana, tapi katanya dia lahir di rumah itu. Suaminya seorang petani, tapi sudah 3 bulan tidak kerja karena sakit. Jadi dia hidup dari bantuan anaknya yang sudah menikah. Saya memfoto Ibu Murtasih itu bersama cucunya. (Dari semua anak di sekitar situ, hanya cucu perempuan itu yang bajunya bersih karena masih baru.)

Saturday, May 04, 2013

Beli Mainan bagi Anak Yatim dan Anak Miskin di Bekasi



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, insya Allah pada hari sabtu ini saya akan beli mainan bagi anak2 yatim dan anak2 dhuafa di Bekasi. Ada janji pergi ke Pondok Pesantren Yatim Miftahul Huda di Kranggan, Bekasi, pada hari Minggu bersama teman saya (yang sudah ke sana beberapa kali) dan sudah janji juga dengan pemimpin pesantren, Ust. Yazid. Di situ, ada, 50 anak laki, 30 anak perempuan. Dari 80 santri itu, 25 adalah anak yatim dan sisanya 55 anak adalah dhuafa. Semuanya menginap di pesantren.
Seperti yang dilakukan sebelumnya, saya berniat beli mainan dan buku cerita bagi mereka. Dimulai minggu ini dengan beli mainan dulu. Kalau ada teman yang mau berpartisipasi, silahkan kirim uangnya ke rekening saya ini:

BCA (Bank Central Asia)
KCU Menara Bidakara
No. Rek. 4502214881
A/N Eugene F. Netto
[Rekening ini khusus untuk keperluan anak yatim dan anak miskin]

Insya Allah saya akan beli mainan pada hari Sabtu, 4 Mei 2013, dan minggu depan akan mencari buku cerita agar bisa ada taman baca di pesantren. Jadi kalau anda mau bantu tapi tidak sempat kirim uang pada minggu ini, minggu depan masih bisa, baik untuk bantu pesantren ini, maupun tempat anak yatim yang lain. Terima kasih atas bantuannya dan kepercayaan kepada saya untuk mengantar sedekah kita kepada anak-anak yatim. Silahkan hubungi saya di email genenetto [@] gmail.com bila ada pertanyaan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto