Wednesday, February 26, 2014

Anak Tumor Mata Telah Meninggal Dunia



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Berita duka. Bagi teman2 yang bantu dengan sumbangan untuk Arya, anak miskin berusia 10 tahun dari Bogor, yang kena tumor mata sebesar melon, saya mau informasikan bahwa dia meninggal dunia hari ini di rumahnya.

Kemarin operasi untuk angkat tumornya sempat ditunda karena tumor membesar setelah dapat radiasi dan kemoterapi (seharusnya mengecil). Dan ditunda lagi karena ICU Anak penuh. Dan ditunda lagi karena ICU Anak harus disterilisasi, jadi tidak bisa dipakai untuk seminggu.

Setelah menunggu operasi berminggu-minggu, Arya sudah meninggal dunia duluan, sehari setelah dibawa pulang dari rumah sakit oleh bapaknya. Tapi kemarin, waktu rencana operasi masih dibahas, dokter juga tidak bisa perkirakan Arya akan selamat dari operasi karena kondisi tumornya sangat sulit untuk dioperasi (karena membesar terus). Perlu dipahami bahwa Arya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah cukup kritis. Orang tua sebelumnya tidak bawa dia berobat sesuai jadwal awalnya karena tidak ada biaya transportasi atau penginapan. Kalau dari awalnya, di saat tumor masih kecil, sudah langsung berobat mungkin hasilnya akan berbeda. Tapi begitulah kehidupan bagi orang miskin di Indonesia.

Sunday, February 23, 2014

Peta Online: Kehancuran Hutan Secara Global



Organisasi bernama Global Forest Watch , dengan dukungan dari Google, menggunakan ratusan juta foto satelit dan informasi tambahan dari orang di lapangan, untuk membuat peta kehancuran hutan secara global. Di seluruh dunia, kehancuran hutan kelihatan dengan jelas sebagai titik merah (penanaman hutan baru ditanda dengan titik biru). Coba buka di komputer, dan zoom pada bagian Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera….
Buka Peta di sini: 

[Berita dari BBC]
New Online Tool Tracks Tree Loss In 'Near Real Time'
A new global monitoring system has been launched that promises "near real time" information on deforestation around the world. Global Forest Watch (GFW) is backed by Google and over 40 business and campaigning groups. It uses information from hundreds of millions of satellite images as well as data from people on the ground.

Sedekah 100 Dolar Untuk Anak Yatim Dibalas Dalam 1 Jam




Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya dapat sedekah 100 dolar US dari seorang teman. Katanya saya bisa pakai untuk apa saja, untuk diri sendiri, atau untuk sedekah. Pas banget karena saya lagi butuh uang. Tapi saya tiba-tiba memikirkan anak teman saya yang anak yatim. Jadi di saat masih terima uang itu, saya langsung berniat untuk kasih kepada anak yatim itu saja, untuk menghibur hatinya. (Kapan lagi dia bisa pegang 100 dolar US di tangan? Hehehe. Saya sendiri yang sering keluar negeri dan punya banyak teman kaya baru sekali itu saja, apalagi dia. hahaha)

Saya bikin janji untuk ketemu dan kasih 100 dolar itu kepadanya. Pas melihatnya, senyumnya lebar sekali. Dipegang seperti barang antik seolah-olah takut “pecah” atau jadi rusak. Dia tidak percaya semuanya mau dikasih kepada dia, dan kira harus dibagi sama saya juga. Saya menolak. Buat dia semua. Saya bilang, nanti insya Allah ada lagi buat saya. Saya sarankan agar dia simpan dulu, dan jangan langsung dibelanjakan. Tapi dia malah tunjukkan sepatu yang dia pakai yang “kebetulan” sudah rusak. (Apakah ada kebetulan di dunia ini?) Jadi sepertinya sudah menjadi takdir dia untuk dapat uang agar bisa beli sepatu baru. Jadi kami pergi lihat sepatu dulu.

Masuk Sekolah Lebih Siang Dongkrak Prestasi Remaja



Jumat, 21 Februari 2014 , 18:24:00
FAKTOR apakah yang mempengaruhi kualitas dan hasil belajar para remaja? Dari beberapa penelitian memiliki kesimpulan di luar dugaan. Memulai jam sekolah remaja lebih awal ternyata kurang bermanfaat dibanding dengan memulainya lebih siang. Metode pembelajaran yang terpaku pada papan tulis, guru, atau buku rupanya bukan yang paling baik. Jam mulai sekolah yang lebih siang, memainkan musik, dan permainan selama pelajaran justru merupakan cara potensial untuk mendongkrak performa akademik remaja. Demikian berdasar sebuah riset dengan biaya sekitar Rp 120 miliar.

Mengapa jam sekolah yang lebih siang justru lebih ampuh meningkatkan performa akademik remaja? Penyebabnya adalah karena jam tubuh remaja bekerja dua hingga empat jam di belakang jam tubuh orang dewasa. Dari informasi ini, diketahui bahwa jam mulai sekolah yang berbeda menghasilkan perkembangan siswa yang juga berbeda. Sarah-Jayne Blakemore, ilmuwan saraf dari University College London mengatakan bahwa penelitian mengenai durasi belajar terlihat sangat menjanjikan. Pasalnya remaja mengalami pergeseran jam tubuh sehingga sulit terjaga pada pagi hari dan sulit tidur pada permulaan malam. Mereka cenderung tidur larut malam dan bangun lebih siang.

Friday, February 21, 2014

Dua Siswa SD Mencopet untuk Beli Seragam dan Buku Sekolah



Jumat, 21 Februari 2014 15:40 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post Sugih Mulyono
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kisah Li (13) dan La (10) ini bisa jadi tragedi sekaligus ironi dunia pendidikan Indonesia. Betapa tidak, kedua bocah Kota Palembang, Sumatera Selatan, tersebut nekat mencopet demi mendapatkan uang untuk membeli seragam sekolah. Kedua siswa SD tersebut, mencopet dompet seorang ibu yang tengah berbelanja di Pasar Lemabang, Kamis (20/2/2014).

Namun, upanya keduanya justru berakhir pahit. Mereka berhasil ditangkap warga pasar saat mencoba mengambil dompet ibu bernama Nur (24). Li dan La yang tercatat sebagai warga Lorong Kedemangan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, itu akhirnya diserahkan ke Polsekta Ilir Timur (IT) II. Saat diamankan, dari kedua tangan tersangka berhasil diamankan uang sebesar Rp 20 ribu dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik korban, yang sudah dibuang saat diamankan petugas.

Friday, February 07, 2014

Tumor Mata Anak Membesar!



[MOHON DISEBARKAN]

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bulan kemarin saya ceritakan seorang anak miskin dari Bogor yang kena tumor mata. Anak itu bernama Arya, usia 10 tahun, putus sekolah, dan mengalami tumor mata sebesar melon, yang sekarang membesar. Dia diberikan pengobatan dengan radiasi dan kemoterapi di RSCM. Seharusnya tumor mengecil, tapi malah membesar. Biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah, tapi biaya untuk nafkah hidup keluarga, transportasi, penginapan untuk bapaknya yang temani dia ke Jakarta dsb. tidak ada.

Sekarang tim dokter tidak punya pilihan selain menjadwalkan operasi, walaupun penuh risiko terhadap Arya. Tim dokter terdiri dari tim dokter bedah anak, dokter bedah plastik, dan dokter mata, yang semuanya sudah berjuang keras untuk menyelamatkan anak ini, dan pasien2 lain yang juga kena tumor mata. Berat tumornya lebih dari 1,5 kilo… yang gantung keluar dari matanya sendiri. Coba bayangkan rasanya, pas anda mau mengeluh karena kerjaan di kantor berat, atau ada macet, dsb. Kesulitan kita kecil sebenarnya…!

Foto Tumor Mata yang Membesar



Ini Arya, usia 10 tahun, dari Bogor. Tumor matanya menjadi lebih besar dari sebelumnya, sehingga tim dokter terpaksa melakukan operasi, walaupun penuh risiko.





Kalau mau bantu, silahkan kirim sedekah atau zakat ke sini: BCA, KCU Menara Bidakara, No. Rek. 4502214881, A/N Eugene F. Netto, [Rek. khusus utk anak yatim, dhuafa, dll.] Semoga Allah membalas dengan berlipat ganda. Wass. Gene Netto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...