Sunday, December 07, 2014

Siswi SMA Melahirkan Anak di Kebun



Siswi masih pakai seragam SMA, melahirkan anak di kebun. Tapi terjadi di luar sekolah, jadi bukan urusan guru. Anak sekolah dilarang menikah, jadi bukan urusan pacarnya. Orang tua lagi sibuk kerja karena butuh uang, jadi bukan urusan orang tua. Pemerintah sudah mengatur kurikulum, jadi bukan urusan pemerintah. Ustadz sudah berikan hafalan fiqih sejak SD, jadi bukan urusan guru agama. Dan selama bukan anak saya, maka juga bukan urusan saya.
Mari kita kembali nonton sinetron. Tidak ada krisis moralitas di tengah anak Indonesia yang perlu diperhatikan. Semoga besok ada berita menyenangkan tentang “baju Jokowi” yg bisa menjadi perhatian kita di atas segala-galanya.
Salam,
-Gene Netto

Siswi SMA Melahirkan di Kebun
Kamis, 27 November 2014 - Amba Dini Sekarningrum - Okezone
TANGERANG - Seorang siswi SMA swasta di Kota Tangerang, berinisial ID melahirkan seorang bayi laki-laki disebuah kebun warga di Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. ID berdasarkan informasi warga awalnya berboncengan dengan temannya yang sama-sama masih mengenakan seragam sekolah, dan tiba-tiba saja ia turun dari motor dan masuk areal kebun.

"Awalnya ibu saya yang lihat, dipikir ibu saya anak itu mau buang air kecil di kebun, tapi pas dilihat dia melahirkan," kata Khairul Anwar salah seorang warga. Saat ditemukan kata khairul kondisi pelajar tersebut sudah lemah dan banyak mengeluarkan darah, sementara bayi laki-laki yang dilahirkan terlihat masih terlilit tali pusar.

"Langsung dipanggil warga lain, dan dibantu dibawa ke rumah sakit," tuturnya.
Sementara itu, Eva Kusnilawati petugas Rumah Sakit (RS) Melati tempat dimana ID dibawa, membenarkan bahwa ID masuk ke RS sekitar pukul pukul 13.00 WIB. Saat ini kondisinya masih lemah dan trauma. Sementara bayinya selamat. "Kondisinya masih kurang baik, bayinya selamat," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Karawaci Kompol Jony Panjaitan membenarkan peristiwa tersebut. Namun pihaknya belum memastikan apakah tujuan ID melahirkan di kebun adalah untuk membuang bayinya atau karena sudah tidak tahan ingin melahirkan.
"Sampai saat ini,kita belum bisa memintai keterangan siswi itu, karena kondisinya masih lemah. Kita tunggu sehat dulu," jelasnya.

No comments:

Post a Comment