Monday, January 12, 2015

Diperkosa Kakek, Anak Yatim Trauma Hingga Tak Naik Kelas 2 Tahun (Palembang)



Teman2, kalau seorang anak berubah, menjadi tidak bahagia, berhenti bermain dgn teman, sering sendirian, sering kelihatan sedih, tidak mau belajar, sulit konsentrasi di kelas, tidak kerjakan PR, gagal dalam ujian dan akhirnya gagal naik kelas, JANGAN BERASUMSI anak itu bodoh atau malas belajar. Sangat mungkin ada sebab selain itu. Anak yang menjadi korban pencabulan bisa gagal di sekolah. Dan karena diancam oleh pelaku, dia tidak berani menceritakan apa yang dia alami kepada orang dewasa lain. Di situlah peran penting orang tua, guru sekolah dan tetangga dewasa yang BERSAHABAT yang bisa pancing anak itu untuk percaya pada mereka dan ceritakan apa yang dia alami dalam kehidupannya.
Jangan berasumsi anak itu bodoh atau malas. Bersahabat dgn dia dan minta dia ceritakan semua kesulitan yang dia alami. Bisa jadi dia sedang dicabuli, tapi tidak tahu bagaimana bisa minta perlindungan. Kita yang harus proaktif untuk melindungi setiap anak, bukan pasif dan menunggu mereka lapor. Mereka tidak berani lapor.
Wassalam,
Gene Netto

Diperkosa Kakek, Anak Yatim Trauma Hingga Tak Naik Kelas 2 Tahun (Palembang)
Merdeka.com - Pemerkosaan yang dialami SI (11) oleh kakeknya sendiri selama dua tahun bernama Sarmun (72), membuatnya trauma. Saking traumanya, bocah yatim piatu itu tak pernah naik kelas selama dua tahun berturut. "Kami curiga kenapa dia (SI) tak naik-naik kelas. Waktu ditanya, tidak ada apa-apa," kata Effendi di Mapolsek Sukarami Palembang, Selasa (30/12).

Kecurigaannya itu terjawab saat memergoki ayahnya sedang memperkosa SI di rumahnya subuh tadi. Dia pun langsung melapor ke polisi meski pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri. "Ternyata dia (SI) tidak naik kelas karena trauma diperkosa dua tahun ini," kata dia. Perkosaan itu sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu atau ketika korban berusia sembilan tahun.

No comments:

Post a Comment