Saturday, January 10, 2015

Perintah Rasulullah SAW kepada Hasan Bin Tsabit untuk Membalas Cacian Orang-Orang Kafir Dengan Syair



Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Cacilah kaum kafir Quraisy dengan syair, karena yang demikian itu lebih pedih daripada bidikan panah." (Shahih Muslim 4545)

Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seseorang kepada lbnu Rawahah untuk menyampaikan pesan beliau yang berbunyi; Cacilah kaum kafir Quraisy dengan syairmu!" Kemudian lbnu Rawahah melancarkan serangan kepada mereka dengan syairnya, tetapi sepertinya Rasulullah belum merasa puas.
Setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada Ka'ab bin Malik. Lalu juga mengutus seorang utusan kepada Hassan bin Tsabit.

Ketika utusan tersebut datang kepadanya, Hassan berkata: "Telah tiba saatnya engkau mengutus singa yang mengipas-ngipaskan ekornya, menjulurkan dan menggerak-gerakkan Iidahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan membawa kebenaran, saya akan menyayat-nyayat hati kaum kafir Quraisy dengan syair saya ini seperti sayatan kulit."

Tetapi Rasulullah memperingatkannya terlebih dahulu: "Hai Hassan, janganlah kamu tergesa-gesa, karena sesungguhnya Abu Bakar itu lebih tahu tentang nasab orang-orang Quraisy. Sementara nasab Quraisy itu sendiri ada pada diriku."
Kemudian Hassan bin Tsabit pergi mengunjungi Abu Bakar Setelah itu, ia pun kembali menemui Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, nasab engkau telah saya ketahui silsilahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan kebenaran, saya pasti akan mampu mencabut engkau dari kelompok mereka sebagaimana tercabutnya sebutir gandum dari adonannya."

Aisyah berkata; "Lalu saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya Jibril Alahis Salam senantiasa akan mendukungmu hai Hassan selama kamu menghinakan orang-orang kafir dengan syairmu untuk membela Allah dan Rasul-Nya.’”

Aisyah berkata: “Hassan bin Tsabit melontarkan syair-syair hinaan kepada kaum Quraisy dengan dahsyatnya. Hassan bin Tsabit berkata; dalam syairnya:

'Kau hina Muhammad, maka aku balas hinaanmu itu, #
dan dengan itu maka aku raih pahala di sisi Allah. #
Kau hina Muhammad, orang yang baik dan tulus, #
utusan Allah yang tidak pernah ingkar janji. #
Ayahku, nenekku, dan kehormatanku akan, aku persembahkan demi kehormatan Muhammad dan seranganmu. #
Aku akan pacu kudaku yang tak terkejar olehmu menerjang musuh dan terus mendaki. #
Pasukan berkuda kami melesat ke atas bukit, dengan menyanding anak panah yang siap diluncurkan. #
Kuda-kuda kami terus berlari, dengan panji-panji yang ditata oleh kaum wanita.#
Tantanganmu pasti kami hadapi, sampai kemenangan berada di tangan kami. #
Jika tidak, maka tunggulah saat pertempuran #
yang Allah akan berikan #
kejayaan kepada orang yang dikehendaki-Nya. #
Allah berfirman: "Telah Aku utus seorang hamba, #
yang menyampaikan kebenaran tanpa tersembunyi." #
Allah berfirman: "Telah Aku siapkan bala bantuan, #
yaitu pasukan Anshar yang merindukan musuh. #
Setiap hari kami siap menghadapi cacian, #
pertempuran, ataupun hinaan. #
Hinaan, pujianmu dan pertolonganmu kepada Rasulullah, semua itu bagi beliau tiada artinya. #
Jibril yang diutus oleh Allah untuk membantu kami, dialah Ruhul Qudus yang tak tertandingi.’”

No comments:

Post a Comment