Friday, April 24, 2015

Anak Usia 8 Tahun Dicabuli Di Sekolah, Disuruh Pulang Sendiri!



Anak usia 8 tahun dicabuli di sekolah oleh tukang kebun. Setelah guru tahu, apa lapor ke polisi? Bawa ke dokter? Antar ke orang tua? TIDAK! Lalu tindakan apa yg dilakukan gurunya? "SAYA DISURUH PULANG OLEH GURU DAN CERITA SAMA NENEK," ujar NBN.
Wow! Luar biasa. Terima kasih Pak Guru dan Bu Guru. Mau katakan apa? Dan sekarang kok kena trauma sampai berhenti makan dan minum, dan selalu menangis histeris? Bukannya bahagia saja? Soalnya kl guru2 bisa suruh anak malang itu pulang SENDIRI, berarti guru2 menganggap dia oke2 saja. Jadi buat apa mesti trauma sekarang? Hanya pencabulan tuh. Biasa saja. Normal. Wajar. Soalnya ini INDONESIA. Dan tidak ada anak yang aman di sini. Kenapa orang dewasa yang menjadi guru tidak punya rasa tanggung jawab dan perasaan SAYANG dan PEDULI terhadap anak kecil? Apa ini bukti kerusakan masyarakat Indonesia?
-Gene Netto

Siswi MI Di Palembang Dicabuli Tukang Kebun Di Dalam Kelas
Reporter : Irwanto | Kamis, 23 April 2015 17:32
- Pelecehan seksual dialami anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Palembang. NBN (8 tahun), siswi kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta di kawasan Sako, Palembang menjadi korban pencabulan. Peristiwa itu bermula saat korban baru saja tiba di sekolahnya, Kamis (23/4) pagi. Kebetulan, sekolah masih sepi karena siswa lain belum datang. Pelaku TM (tukang kebun) langsung masuk kelas dan memaksa korban membuka roknya. Beruntung, pelaku tidak sampai menyetubuhi korban dan hanya sempat menyentuh kemaluan korban pakai tangan dan mulut.
"Orang itu gituin (jilat dan pegang) punya (kemaluan) saya," kata NBN saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (23/4). Bermodal keberanian, korban akhirnya berteriak minta tolong dan berlari keluar kelas. Sejumlah guru yang mengetahui kejadian itu langsung mengamankan korban, sementara pelaku melarikan diri.
"SAYA DISURUH PULANG OLEH GURU DAN CERITA SAMA NENEK," ujar NBN.

Siswi MI Di Palembang Trauma Berat Usai Dicabuli Tukang Kebun

No comments:

Post a Comment