Thursday, April 09, 2015

Apa Hasilnya “Budaya Pendidikan Indonesia”?



[Komentar]: Di sini, kebanyakan guru fokus pada rambut, seragam dll. dgn disiplin tinggi, dan hukuman tegas, karena ini BUDAYA PENDIDIKAN INDONESIA... yang gak mungkin ditemukan di Eropa dan Amerika..

[Gene]: Begitu ya Pak? Saya mau coba cek hasil dari “budaya pendidikan Indonesia” ini, yang tidak ada di Eropa, Amerika, Kanada, Australia, atau Selandia Baru.

·         Indonesia menjadi salah satu negara terkorup di dunia. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Anggota DPR dan DPRD dan semua pejabat lain tidak malu dan tidak keberatan mencuri uang dari anak Indonesia, yg merugikan masa depan bangsa sendiri. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Polisi mau terima sogok, hakim mau terima sogok, pejabat mau terima sogok, hukum bisa dibeli. Orang miskin kena hukuman berat, orang kaya kebal hukum. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Ada tawuran antar anak sekolah setiap minggu di banyak kota. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Ada banyak anak SMA yang memperkosa anak SMP dan anak SD. Anak SD bisa sodomi atau memperkosa anak SD yang lain. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Ada banyak anggota rakyat yang tidak bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Buang sampah sembarangan, tidak bisa berhenti di lampu merah, merokok di tempat dilarang merokok, dan ratusan contoh lain. Tidak ditemukan di negara2 sana.
·         Rakyat Indonesia tidak bisa menciptakan apa-apa dalam 100 tahun terakhir, yang dibutuhkan oleh seluruh dunia. Mobil, pesawat, tivi, HP, satelit, dan ribuan barang bermanfaat yang lain berasal dari sana. Kita impor semuanya dan tidak bisa bikin apa-apa yang mereka inginkan dari kita.


Jadi?  Apa ini salah satu hasil dari “budaya pendidikan Indonesia”? Jangan salah paham. Tidak berarti negara2 barat itu sorga dunia. Ada masalah serius di semua negara di seluruh dunia (misalnya, di sana pemabukan dan perjudian menjadi masalah serius). Tapi kenapa mereka bisa memajukan bangsa mereka, membentuk sistem pendidikan kualitas tinggi, dan membuat rakyat sejahtera? Sedangkan hasil dari “sistem pendidikan Indonesia” adalah bangsa penuh korupsi, ketidakpedulian pada sesama, kekerasan dan kejahatan di mana2, dan warga yang cepat emosi, marah dan menyerang pihak lain?
Apa tidak boleh kita introspeksi dan bertanya kenapa MEREKA yang memimpin dunia, sedangkan dari Indonesia tidak ada sumbangan apapun untuk kemajuan umat manusia dalam 100 tahun terakhir? Mungkin kita bisa memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, dan sudah saatnya kita berani mencoba melakukan perbaikan itu.
Wassalam,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment