Thursday, April 09, 2015

Apa Pengaruh Dari Kita Sama Seperti Pengaruh Lebah?



Satu lebah, seumur hidup, hanya menghasilkan kurang dari 1 gram madu. Itu kurang dari seperempat dari satu sendok teh. Tapi di toko swalayan, ada banyak botol madu. Kok bisa? Padahal nyaris tidak ada pengaruh dari satu lebah saja. Ternyata, ada PENGARUH KOLEKTIF. Satu unsur kecil, kalau diuilangi terus, bisa punya efek yg besar dan luas.

Satu guru menghukum satu siswa dgn hukuman tegas. Agar ada efek jera. Besok dia menghukum siswa lain. Agar ada efek jera. Agar semua siswa selalu takut pada guru yang berkuasa. Agar ada efek jera. Agar ada displin tinggi. Agar belajar untuk diam dan taat. Agar ada efek jera.  

Kalau ini merupakan konsep yang benar, KENAPA selalu harus diulangi lagi SETIAP HARI dgn siswa yang lain? Bukannya berarti usaha memberikan efek jera telah GAGAL, dan sistem pendidikan berdasarkan konsep “hukuman tegas agar ada efek jera” telah gagal juga?

Orang tua tunjuk pada anak yang menjadi rusak dan salahkan guru. Sang guru salahkan orang tua. Pemerintah salahkan rakyat. Rakyat salahkan pemerintah. Dan makin banyak anak tambah rusak karena tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap mereka. Dan setiap orang dewasa mengatakan “PENGARUH dari saya KECIL, jangan salahkan saya!” Sama seperti LEBAH. Pengaruh dari satu lebah kecil sekali. Ternyata kita bisa ambil puluhan liter madu per hari. Sama seperti perbuatan kita terhadap anak kecil di depan kita.

Setiap tindakan kecil dari kita  terhadap siswa dan anak, yang diulangi terus, akan memberikan EFEK YANG BESAR. Dan hasilnya dari apa yang telah kita lakukan selama ini, dengan sistem pendidikan militer yang serba keras dan tegas, adalah Indonesia menjadi negara penuh KORUPSI, selingkuhan dan perzinaan, penipuan, pencurian, narkoba dan miras oplosan, pemerkosaan dan sodomi terhadap anak kecil, tawuran, pembegalan, premanisme, perampokan, pembunuhan, dan banyak sekali contoh yang lain.

Kenapa diteruskan sistem pendidikan yang telah GAGAL dengan mengatakan “jangan salahkan saya” ketika dapat bukti ada bagian besar dari masyarakat yang rusak berat? Kenapa tidak mau coba melakukan perubahan, dan berikan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, yang tidak lagi mengikuti pemikiran militer berdasarkan disiplin tinggi dan hukuman yang tegas?
Wassalam,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment