Thursday, April 16, 2015

Kenapa Bicarakan Berita Negatif Terus?



[Komentar]: Gene Netto, saya kok bosan yaa membaca berita2 yg anda share, apa tdk ada hal lain yg lbh baik yg bisa anda kutip? Mengapa anda tdk menggunakan media ini utk menentramkan hati atau menyebarkan ajaran Islam atau memberikan pembelajaran yg lbh baik ?

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Ibu tahu kapal Titanic? Di dalamnya, orang makan, minum, bersenang2, main dgn anak, menari, mendengarkan musik dan seterusnya. Intinya, MEREKA BAHAGIA. Lalu kapal mereka hantam gunung es, dan mereka semua mati, kecuali sedikit yang selamat. Apa hubungannya?

Ibu sekarang berada di kapal Titanic. Negara ini mengarah ke kehancuran. Kok saya bisa tahu? Saya punya latar belakang membuat analisis cepat dan akurat. Saya kerja 4 tahun sebagai penasehat politik di sini. Setiap minggu, diminta pendapat saya ttg kondisi aktual negara, dan juga politik dalam dan luar negeri. Dari menganalisa berita saja, dan sedikit “info dalam” saya bisa berikan pendapat ttg apa yang kira2 akan terjadi. Dan 90% dari perkiraan saya terbukti benar. Saya berikan perkiraan hasil suara dalam pemilu dan pilkada, dan berkali2 hasil analisis saya terbukti benar. Saya juga punya pengalaman 20 tahun melakukan analisis strategis di bidang bisnis dan marketing, dgn hasil serupa. Sering diakui bahwa ide, program dan struktur baru yang saya usulkan sangat tepat dan berkualitas, walaupun akhirnya banyak orang tidak mau berubah dan tidak ikuti saran saya.

Jadi, insya Allah kemampuan menganalisa adalah salah satu skil saya. Saya pantau berita, diskusi dgn orang, dapat info dari banyak pihak, dan melihat banyak benang merah dari berbagai sumber yang semuanya mengarah pada tujuan tertentu (dlm kasus ini: kehancuran negara). Bisa terjadi secara alamiah, dan bisa juga didorong oleh suatu pihak, agar terjadi dgn sengaja, utk alasan politik dan bisnis. Jadi, saya melihat teman2 orang Indonesia berada di Titanic skg. Ada tiga kemungkinan. Bisa selamat (semoga terjadi). Bisa selamat tapi dlm kondisi negara setengah rusak dan tidak nyaman lagi (seperti bbrp negara Afrika). Dan bisa hancur total, mirip Iraq atau Suriah sekarang.

Jadi saya sedang berusaha membuat orang SADAR. Soalnya makin banyak orang yang sadar, makin aman kita dari kehancuran, karena kita bisa bersatu untuk melawannya. Tapi kl Ibu berada di Titanic, sedang bersenang2 dan saya suruh ibu waspada dan siapkan rompi penyelamat, apakah ibu mau dengarkan saya, tanpa paham ada bahaya? Tentu saja tidak mau, dan hasilnya adalah kapal tenggelam dan ibu berserta semua teman akan hadapi kehancuran. Saya tidak mau melihat Indonesia dan umat Islam tenggelam. Jadi saya sedang berusaha membangun kesadaran.

Kl ibu tidak suka pembahasan saya, silahkan ikut page Mario Teguh atau Yusuf Manysur dll. Di situ ibu akan aman dari berita buruk. Di situ dibuat senang. Dan gunung es tidak akan dibahas. Dan kl terjadi Indonesia tabrak gunung es dan sudah mulai tenggelam, di page spt itu Ibu akan diajarkan untuk sabar, tenang dan siap hadapi “nasib” (yaitu negara sedang tenggelam).

Saya mau selamatkan umat Islam dan bangsa Indonesia sebelum tenggelam, bukan membuat pembaca bahagia. Ada maksud dan tujuan dari semua tulisan saya di sini. Tapi saya tahu tidak semua orang akan siap menerimanya. Silahkan ibu pilih sendiri. Mau bahagia saja, atau mau bergabung untuk selamatkan negara ini sebelum tenggelam. Semoga bisa dipahami dan mohon maaf kl banyak dari tulisan saya membuat ibu tidak bahagia. Tidak ada cara lain utk membuat orang sadar bahwa ada bahaya nyata di depan kita (yang belum sepenuhnya terlihat).
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

3 comments:

  1. Bahaya terbesar adalah ketika kita TIDAK SADAR ada bahaya...

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum

    Based on logical thinking, all your statements might true. There is a possibility that Indonesia is a country that could be destroyed like titanic or whatever ship you are talking about, especially when it comes from the pattern of life and criminality which dramatically increase in the past few years. However, Based on the Fact, all your statement might not be legit as it is supposed to be, because as far as my eyes looking at your writings, all of the statements that you've made, does not have a sure foundation moreover through scientific ideas that require the use of a clear theoretical basis and reasonable. So in my opinion, all the words that you spend above are nothing more than mere emotion-based statement which only god know the reasons are. You say you want to make people aware, from what? is there a logical explanation why we should aware of something that we didn't even notice. And if you believe in what you are doing for awakening people from the 'not-awareness' that you are talking about, where is the result? what is the impact you gave to the society? how will you make people aware (since you think that most of people did not notice) you can only show the forecast Indonesia to be destroyed, but you could not say why Indonesia can be destroyed. One more thing Mr. Netto, "And do not turn your face away from people (for pride) and do not walk in insolence through the earth. Allah loves not those arrogant boasting" Surah Luqman: 31, Verse 18.

    Wassalamu'alaikum,

    - Mehdi Hassan

    ReplyDelete
  3. anda belum membaca apa yang saya sampaikan, sir?

    Guest6534 (guest): assalammualaikum
    Jun 1 2015, 10:06 PM
    Guest6534 (guest): saya terkejut membaca artikel kenapa bicarakan berita negatif terus menerus. dari artikel itu saya baru tahu kalau anda bekerja pada pemerintah sebagai analis politik?
    Jun 1 2015, 10:08 PM
    Guest6534 (guest): Saya punya latar belakang membuat analisis cepat dan akurat. Saya kerja 4 tahun sebagai penasehat politik di sini. Setiap minggu, diminta pendapat saya ttg kondisi aktual negara, dan juga politik dalam dan luar negeri. Dari menganalisa berita saja, dan sedikit “info dalam” saya bisa berikan pendapat ttg apa yang kira2 akan terjadi. Dan 90% dari perkiraan saya terbukti benar. Saya berikan perkiraan hasil suara dalam pemilu dan pilkada, dan berkali2 hasil analisis saya terbukti benar. Saya juga punya pengalam
    Jun 1 2015, 10:14 PM
    Guest6534 (guest): apa yang anda sampaikan memiliki dasar. anda melihat dari realita. adakemungkinan yang ada samapaikan benar.
    Jun 1 2015, 10:15 PM
    Guest6534 (guest): dengan latar belakang anda, anda memiliki dedikasi yang sangat tinggi pada hal yang anda pedulikan. saat kita dalam kepedulian yang sangat tinggi, kita akan membentur dinding
    Jun 1 2015, 10:16 PM
    Guest6534 (guest): ada sebuah peribahasa semakin padi berisi semakin merunduk. saya saranka anda mengambil jeda sejenak dai hingar bingarnya dunia baik dipikirna anda ataupun dunia.
    Jun 1 2015, 10:18 PM
    Guest6534 (guest): coba jadilah seperti ibu pengasuh panti di daerah terpencil...menjauhlah dari dunia, dari kediupan sehari-hari anda. menepi,menjauhlah untuk beberapa waktu. maka anda akan melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih baik, lebih melegakan,menenangkan dari apa yang sedang anda lakukan termasuk kepedualian anda yang pada akhirnya menyakiti diri anda sendiri akibat ketidakpahaman orang lain pada anda, pikiran anda dan keinginan anda, tuan netto

    ReplyDelete