Sunday, June 07, 2015

Renungan Kipas Angin Di Masjid



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Masuk masjid utk shalat Jumat seperti biasa, dan keringatan karena memang panas hari itu. Dan selain udaranya panas, ternyata kipas besar di atas kepala saya rusak! Saya cek kipas angin yang kecil di tembok. Rusak juga. Saya mulai memandang ke mana2 untuk perhatikan kipas angin. Dari total kurang lebih 25 kipas angin di masjid besar itu, ada 11 yang rusak. Dan di lantai atas, jumlah kipas angin hanya kelihatan 3 saja, dan juga ada yang rusak, padahal lebih panas di atas.

Ini bukan pertama kali saya dapatkan masjid dgn kipas angin yg rusak di dalamnya. Sudah menjadi fenomena umum di sini. Tapi saya tidak paham kenapa para pengurus masjid tidak memikirkan kenyamanan dari orang yang datang ke masjid mereka.

Banyak orang mendirikan masjid. Tapi setelah didirikan, sptnya banyak juga yg tidak terlalu pikirkan KUALITAS dari apa yang mereka bangunkan “atas nama Allah” untuk kepentingan umat. Masjid sudah besar dan kokoh, tapi tempat wudhu seringkali kotor dan penuh lumut. Toilet kotor dan bau. Karpet kotor dan berdebu. Tidak ada locker untuk sepatu, atau penitipan sepatu. Sepatu hanya bisa ditaruh di depan masjid dgn risiko hilang. Dan jangan berharap ada bau yg wangi di dalam masjid.

Bagaimana kalau ada hotel bintang 5 yang didirikan dengan sikap yang sama? Asal dibangun, lalu cuek pada KUALITAS dari pelayanan di dalamnya? Apakah bisa berhasil dan menjadi laku? Orang yang mendirikan masjid tetapi abaikan kualitas dari kondisi di dalamnya mendapatkan apa? Pahala? Kalau orang malas pergi ke masjid karena masjid tidak dirawat dgn baik, apa pendiri masjid masih dapat pahala?

Membersihkan masjid bukan hal yang sulit. Hotel bisa. Seharusnya masjid juga bisa. Yang dibutuhkan adalah KEPEDULIAN untuk “memberikan yang terbaik” bukan “asal menyediakan” tempat shalat. Kita bisa, dan kita harus bisa. Allah tidak akan mengubah suatu kaum dan membuat mereka peduli pada kebersihan dan kualitas dari tempat shalatnya, sehingga kaum itu sendiri yang mau berubah dan mulai peduli… Betul?
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

1 comment: