Tuesday, June 30, 2015

Setelah Dibogem dan Ditelanjangi, Mulut Siswa SMP di Tuban Ini Ditodong Pistol



Anak SMP ditahan polisi. Dituduh mencuri motor. Dia menyangkal. Disuruh mengaku, tapi menyangkal terus, karena merasa tidak bersalah. Lalu ditelanjangi oleh oknum polisi itu, ditampar, dipukul, diinjak-injak, dan akhirnya ditodong dgn pistol di mulut agar mau mengaku.
Apa oknum polisi itu ditahan dan diproses dgn UU Perlindungan Anak dgn ancaman 15 tahun penjara? Tidak. Kata Kapolres, itu hanya masalah disiplin karena ada “kesalahan prosedur” saja. Jadi akan diproses secara internal saja.
Jadi anak yg tidak bersalah juga perlu takut pada polisi. Anak Indonesia bisa aman di mana?
-Gene Netto

Setelah Dibogem dan Ditelanjangi, Mulut Siswa SMP di Tuban Ini Ditodong Pistol

TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Nasib sial dialami oleh bocah berumur 13 tahun, FKA, siswa kelas 2 di sebuah sekolah setingkat SMP di kawasan Kecamatan Widang, Tuban. Ia dituduh mencuri sepeda motor milik tetangganya. Tak berhasil menginterogasi atas tuduhan pencurian sepeda motor, anggota Polsek Widang, Tuban melanjutkan intimidasinya kepada bocah berumur 13 tahun berinisial FKA.

Setelah memasukkan penjara dan disuruh mengaku mencuri sepeda motor milik tetangga, oknum polisi bernama Nur Hadi kemudian menelanjangi bocah kelas dua SMP itu tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Tidak cukup itu, Nur Hadi kemudian menodongkan pistol ke kepala sebelah kiri FKA sembari minta ia mengaku memberitahukan orang yang telah mencuri mencuri sepeda motor.

FKA tetap menjawab tidak mengetahuinya. Selanjutnya, Nur Hadi minta FKA membuka mulut. Moncong pistol kemudian pelan-pelan masuk ke mulut FKA hingga menyentuh kulit bagian belakang dalam mulut. Melihat aksi oknum polisi itu, kaki dan tubuh FKA gemetar, hingga jatuh tersungkur di meja. “Ketika saya telentang, kakinya menginjak tubuh saya,” ungkap FKA didampingi ayahnya, Kusno (40) dan ibunya, Sria (36) di rumahnya.

No comments:

Post a Comment