Tuesday, September 22, 2015

Dihukum Benturkan Dahi 800 Kali ke Meja, Siswa SMA Ini Muntah Darah



Kalau guru sekolah bisa begini, orang tua harus selalu waspada. Kalau anak pulang dari sekolah, dgn sikap yang berbda, sedih, menangis, tidak mau bicara, ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi dia menjadi korban bullying dari siswa lain, maupun dari gurunya sendiri. Jangan abaikan anak anda kl melihat sikapnya berubah dalam sehari. Ajak dia duduk, diskusi, dan mencari tahu apa yang dia alami di sekolah, lalu berikan dukungan. Minimal dilaporkan kepada kepala sekolah. Dan kl kasusnya tergolong serius, laporkan ke Polisi dan juga KPAI.
-Gene

Dihukum Benturkan Dahi 800 Kali ke Meja, Siswa SMA Ini Muntah Darah
Senin, 21 September 2015 |
KEFAMENANU, KOMPAS.com —Hukuman yang diberikan Yakobus Nahak, guru mata pelajaran Bahasa Jerman di SMAN 2 Kefamenanu, NTT, dinilai tak masuk akal. Yakobus menghukum seorang murid kelas XII, Nelson Aleuf (17), dengan memerintahkan remaja itu untuk membenturkan dahi sendiri ke meja tulis sebanyak 800 kali. Akibatnya, Nelson harus dirawat intensif rumah sakit umum setempat.
Di rumah sakit, kawan-kawan Nelson bercerita, pada Sabtu pagi, Nelson bersama 22 siswa lainnya dihukum dengan cara membenturkan dahi sendiri ke meja belajar mereka di kelas. "Kami pihak keluarga kecewa karena anak ini (Nelson) pernah mengalami sakit sebelumnya. Pada 2 Agustus 2013, dia pernah mengalami kecelakaan sepeda motor, dan kepalanya terbentur hingga tak sadarkan diri selama satu bulan," ujar Lexi.
"Sebelumnya, kami sudah minta informasi ke teman-temannya, dan semua siswa membenarkan sebelumnya bahwa guru pernah hukum ketuk kepala 80 kali kemudian Sabtu lalu 800 kali," tambah Lexi. Lexi melanjutkan, dari cerita yang dia peroleh, hukuman keras itu diberlakukan karena para siswa gagal menghafal doa dalam bahasa Jerman.

No comments:

Post a Comment