Thursday, September 17, 2015

Disiksa Oleh Ibu Tiri, Diselamatkan Oleh Guru



INI BARU GURU YANG BENAR! Anak telambat, ditanyakan kenapa. Anak diam. Banyak guru dlm kasus serupa akan langsung menghukum lari lapangan dsb, agar anak taat (dan takut) pada gurunya. Tapi guru ini tidak. Dia bertanya terus, sehingga akhirnya terbongkar anak ini menjadi korban siksaan ibu tirinya, lalu para guru langsung mengantarkan ke polisi. Salut!
Dalam banyak sekali kasus, anak kecil menjadi korban kekerasan dan kekerasan seks bertahun2 tanpa sepengetahuan guru. Dan siswa tidak berani lapor ke guru karena banyak guru bersikap cuek (tidak ramah dgn siswa) atau diktator yang sering marah dan menghukum. Kl guru tidak bersahabat dgn siswa, tidak mungkin siswa berani lapor. Banyak anak menjadi korban karena gurunya kurang peduli pada nasib siswanya. Semoga para guru bisa ambil pelajaran.
-Gene

Teganya Ibu Angkat, Siksa Anak Dari Sejak Masih TK Hingga SD

Senin, 7 September 2015 18:41
BANGKAPOS.COM, KUPANG,  — Adriana Banunaek (8), bocah kelas 3 SD Negeri Balfai, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan ibu angkatnya, Erni Sinaga (32), ke polisi setempat. Dia melapor karena kerap disiksa oleh ibu angkatnya sejak masih duduk di taman kanak-kanak (TK). Adriana, yang didampingi oleh sejumlah gurunya, mendatangi kantor polisi karena disiksa dengan cara dicubit dan ditampar hingga menyebabkan sekujur tubuh bocah itu pun penuh dengan luka dan bekas luka. 

"Awalnya, pada Jumat (4/9/2015) kemarin, saat pelajaran Agama Kristen, yang dibawakan oleh ibu guru Fefi Nasa, Adriana masuk kelasnya terlambat sekitar 30 menit sehingga ditanya oleh gurunya kenapa terlambat. Ketika ditanya, Adriana malah diam saja. Karena itu, gurunya terus bertanya. Adriana lalu mengaku kalau dipukul oleh ibu angkatnya (Erni Sinaga)," ujar Zem. Baju Adriana pun dibuka. Sang guru terkejut karena melihat sekujur tubuh bocah malang itu penuh dengan luka, mulai dari leher, telinga, punggung, hingga ujung kaki. 

No comments:

Post a Comment