Sunday, September 06, 2015

Kapan Guru-guru Indonesia Mau Berubah?



Di negara2 maju, siswa disuruh bawa laptop, iPad, dan smartphone ke kelas, agar bisa pakai aplikasi dan internet dalam proses belajarnya. Hasilnya: banyak anak menjadi cerdas, ber-IQ tinggi, bisa membuat program komputer dari usia SD, bisa mulai berpikir utk buka usaha sendiri di usia kecil (tidak berminat menjadi PNS atau karyawan saja), bisa sukses dan makmur, dan bantu membentuk negara maju.
Di Indonesia, banyak guru melarang siswa bahwa HP ke sekolah (apalagi iPad), dan kl ada yang tidak taat, HP-nya dilempar ke sungai agar rusak! Selamat pada guru2 Indonesia spt itu, yang mau menciptakan satu generasi anak jadul dgn IQ rendah, yg tidak melek teknologi (sama seperti guru dan orang tuanya!!), dan tidak sanggup bersaing di dunia digital. Dan nanti semua yang diciptakan oleh orang non-Muslim di negara maju akan diimpor terus ke Indonesia.

Kita jual batu bara dan kayu ke sana, dan impor teknologi tinggi, tanpa bisa ciptakan apa2 utk memajukan dunia. Mungkin kl batu bara dan kayu Indonesia sudah habis dijual, kita bisa jual guru2 Indonesia ke sana. Tapi siapa yang mau beli? Kayu punya nilai jual di seluruh dunia. Guru2 Indonesia punya nilai jual di mana? Guru dan dosen dari negara2 maju bisa dapat pekerjaan di seluruh dunia. Guru Indonesia saja yang tidak laku! Kapan mau berubah dan menjadi guru paling prestasi di dunia?
-Gene Netto

Puluhan HP Siswa Dilempar Guru ke Sungai Mahakam
5 September 2015
Langgar Aturan Membawa HP ke Sekolah
TENGGARONG-Puluhan handphone (HP) milik siswa SMK Farmasi, Tenggarong, dilempar ke Sungai Mahakam oleh pihak sekolah. HP yang dibuang tersebut merupakan hasil razia dewan guru terhadap siswa yang sembunyi-sembunyi membawa HP ke sekolah. Para guru tak segan-segan untuk membuang langsung HP yang kedapa-tan saat razia. Berbagai jenis dan merek HP dilemparkan ke Sungai Mahakam yang letaknya di seberang jalan depan SMK Farmasi. Bahkan HP keluaran terbaru, seperti Iphone 6 yang harganya puluhan juta, juga ikut dilemparkan si pemilik hanya bisa menangis.

No comments:

Post a Comment