Monday, October 12, 2015

Apakah Salah Kl Harapkan Balasan Allah Atas Sedekah Kita?



[Komentar]: Yg penting sedekahnya harus ikhlas, Lillahi Ta’ala. Jangan sampai kita bersedekah karena pengen dibalas berlipat ganda sama Allah SWT.

[Gene]: Coba baca ini:

Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Nabi SAW menjawab: “Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan MENGHARAP KAYA. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi SAW sudah berpesan, bersedekah dalam kondisi MENGHARAP KAYA. Dan kekayaan itu berasal dari Rahmat-Nya Allah SWT. Tidak ada manusia yang berhasil menjadi kaya atas usahanya sendiri. Semua dari Allah. Lalu kenapa tidak boleh berharap dpt balasan yang berlipat ganda? Soalnya, Allah sudah BERJANJI!

245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka ALLAH AKAN MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Allah telah BERJANJI. Lalu manusia mengatakan, “Tapi saya tidak mau berharap Allah akan menempati janji-Nya itu.” Kok begitu? Allah berjanji org yang beriman akan masuk sorga. Apa tidak boleh berharap masuk sorga? Allah berjanji semua kebaikan orang beriman akan dihitung. Apa tidak boleh berharap kebaikan kita dihitung dgn benar? Boleh hilang 40%? Dan bisa dibuat ratusan contoh yang lain.

Allah telah BERJANJI. Dan Allah inginkan kita berharap kepada Allah, bukan kepada yang lain. Kita wajib berdoa kepada Allah, berusaha dgn usaha terbaik, dan BERHARAP. Kl tidak mau berharap kepada Allah, alasannya apa? Kalau anda jawab: “Terserah Allah saja deh!” maka coba cari ayat atau hadiths dgn bunyi, “Terserah Allah saja, saya tidak mau berharap!”  
Janji Allah adalah mutlak. Bersedekah sebisanya, dan BERHARAP ADA BALASAN YANG BERLIPAT GANDA. Dan kl dikasih balasan dari  Allah, bersedekah lagi, dan berharap lagi. Dan Allah SWT akan menempati janji-Nya terus. Karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Benar, bukan anggota DPR. Hehe.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kamu berdo’a, janganlah berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki, dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.’ HENDAKLAH KAMU BERMOHON DENGAN KESUNGGUHAN HATI sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendaki-Nya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasululullah SAW bersabda : “Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah BERIKANLAH GANTI bagi orang yang BERINFAQ”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, BERIKANLAH KEHANCURAN bagi orang yang MENAHAN INFAQ.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan YAKIN DITERIMA dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

Semoga bermanfaat,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment