Tuesday, October 13, 2015

Kalau Siswa Tewas Di Sekolah, Guru Bertanggung Jawab



Beberapa artikel berita menyatakan anak SD yg tewas di Kebayoran Baru itu, setelah dipukul dan ditendang oleh teman sekelas, sedang “mengikuti lomba menggambar”. Lalu ada satu artikel yg mengatakan anak2 sedang ikuti lomba menggambar yang dibuat oleh produsen snak anak Chiki “Chuba”. Dan juga mengatakan tidak ada guru saat kejadian.

Jadi kl berita itu benar, berarti: 1) Perusahaan swasta diizinkan masuk sekolah dgn topeng “lomba” untuk bagikan snak kepada anak (pasti utk mencari konsumen baru). 2) saat lomba menggambar, pasti ada tim lomba dari perusahaan yg bukan guru, jadi anak2 dibiarkan saja dalam pengawasan non-guru itu. 3) guru anggap dikasih “waktu kosong” untuk istirahat, karena org dewasa yg punya misi menjual makanan kepada anak telah ambil alih, jadi guru tidak perlu bertanggung jawab lagi terhadap anak.

Kalau informasi ini betul, seharusnya ada kepala sekolah dan guru kelas yg bertanggung jawab secara hukum. Ketika orang dewasa dari perusahaan swasta masuk sekolah, maka itu bukan tanda bahwa guru sudah lepas tanggung jawab dan boleh tidur di ruang guru. Ini bentuk kelalaian, dan kl benar, guru2 itu salah sekali. Tanggung jawab mereka mutlak. Mereka digaji bukan hanya utk bagikan soal dan PR, tapi untuk MENJAGA DAN MELINDUNGI  anak2 itu, selama berada di bawah pengawasannya. Kl tidak mau, buat apa menjadi guru?
-Gene

Anak SD Tewas Dipukul Saat Promosi Chiki 'Chuba'
GATRAnews  -  Sabtu, 19 September 2015 12:52    |
Wali Kelas 2B di SDN 07 Pagi Kebayoran Lama Utara, Mujiyana, 60 tahun, mengatakan, kegiatan sekolah berlanjut pada lomba mewarnai yang kebetulan disponsori oleh salah satu produsen makanan anak Chiki 'Chuba.' Kegiatan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. "MAKANYA TAK ADA GURU SAAT KEJADIAN," jelasnya kepada wartawan di rumah duka korban, Sabtu (19/9). http://www.gatra.com

No comments:

Post a Comment