Tuesday, October 13, 2015

Kenapa Amerika Bermusuhan Dgn Islam?



[Pertanyaan]: Menurut Gene, apa yg membuat sebagian orang Amerika yang (mestinya) terpelajar dgn akses informasi yg terbuka dan bebas, namun masih racist dan Islamophobia??

[Gene]: Amerika punya sejarah panjang mencari musuh. Dalam ilmu politik, ini dibahas sebagai “strong state vs. weak state” (negara kuat vs. negara lemah). Dalam konsep ini, negara demokrasi lemah, krn pemerintah sulit melakuan perubahan. Beda dgn negara kuat, spt negara diktator atau kerajaan di mana pemimpin perintahkan, dan langsung terwujud.

Amerika, yg menjadi “raja kapitalisme” sejak awalnya, lebih sukai sistem negara kuat krn cocok dgn kapitalisme. Tapi Amerika tergolong negara lemah, karena demokratis. Bagaimana bisa mengubah sikap rakyat agar mau tunduk dgn pemerintah, dan mengiyakan apa saja, walaupun berada di negara demokratis yg lemah?

Solusinya: Berikan musuh yang perlu ditakuti, krn hanya pemerintah yg bisa berikan “perlindungan”. Rakyat terima, dan serahkan kekuasaan dan kebebasan dgn imbalan perlindungan. Berhasil. Amerika menjadi “negara kuat” dgn pemerintah yg (hampir) bisa bertindak semaunya. Dan karena tidak ada musuh abadi, musuh berubah terus.

Musuh pertama Amerika adalah orang Inggris. Lalu merdeka, dan damai. Lalu orang Meksiko, lalu damai. Lalu suku Indian, lalu damai (setelah suku2 dihancurkan). Lalu orang berkulit hitam (utk 200 tahun), lalu damai (tapi ada banyak bekasnya). Lalu orang Komunis, lalu damai. Sekarang musuh adalah “teroris Muslim”. Agar rakyat takut terus, selalu dibuat hubungan antara terorisme dan Islam.

Mungkin dalam 100 tahun, Amerika sudah bersahabat dgn Muslim, dan ada musuh baru, spt hacker IT. Tapi utk saat ini, orang Muslim akan selalu dicap teroris dan dijadikan musuh bagi rakyat Amerika, agar mereka tunduk pada pemerintah. Semoga jelas. Jangan berharap dalam waktu dekat sikap Amerika, atau medianya, atau rakyatnya akan berubah. Amerika hanya bisa memperkuat tujuan kekuasaan negara dan bisnis kl rakyat dibuat takut oleh pemerintah.

Dan tentu saja, tidak semua orang Amerika begitu. Tapi biasanya, yang berbuat salah dan yg teriak paling keras adalah yg masuk media. Orang Amerika yang baik hati dan bersabahat dgn Muslim tidak menjadi berita, padahal org spt itu juga banyak.
-Gene

No comments:

Post a Comment