Monday, December 07, 2015

Kisah Hoax Dan Rekayasa, Dan Kesulitan Berpikir Dgn Akal



Ada post di blog saya ttg Prof. Fidelma O’Leary. Dia masuk Islam karena tidak percaya pada agama Katolik lalu baca Al Qur'an. Tapi di sini, ada kisah rekayasa yang disebarkan bahwa dia masuk Islam setelah temukan “keajaiban” dalam otak, dari posisi sujud. Dalam interview di Youtube dgn Prof. O’Leary, dia mengaku masuk Islam setelah baca Al Qur'an, tapi sayangnya, banyak org Muslim di sini tidak puas. Katanya, “Siapa tahu benar (ada keajiaban ttg sujud)”, setelah dibuktikan tidak benar, dan kisah rekayasa tetap disebarkan.

Ini hanya satu contoh, yg diterima oleh banyak org Muslim yg mengharapkan ada “kejadian ajaib” untuk membenarkan Islam. Al Qur'an dan Rasulullah SAW tidak cukup bagi mereka. Ini salah satu komentar baru di blog saya, dan ada banyak yg lain. (Di blog saya ada bbrp post ttg info rekayasa yg disebarkan). Hampir semuanya sama: “Siapa tahu benar!”.

[Komentar]: Mungkin saja [kisah sujud] ini kenyataan yang ditutupi pihak lain. Seperti terorisme yang direkayasa sedemikian rupa. Pelajari lagi. Jangan percaya 100% internet karena anda semua tahu kalo media hanya untuk 'kepentingan' tertentu.

[Gene]: Coba menggunakan otak dan akal anda. Coba nonton video di Youtube yang dibuat bersama Prof. O'Leary sendiri. Dia mengatakan dgn jelas bahwa dia masuk Islam karena membaca Al Qur’an. Titik. Kalau mau merekayasa alasan selain itu, berarti MEMFITNAH dia. Bagi dia, cukup Al Qur’an utk meyakinkan dirinya ttg kebenaran Islam. Tapi bagi banyak orang Muslim di sini, Al Qur’an tidak cukup. Harus ada tambahan “keajaiban” atau “kejadian” yg berbau mistis dan tidak masuk akal, sebelum orang non-Muslim boleh mendapat hidayah dan masuk Islam.

Orang Muslim yg bersikap seperti itu sedang MEREMEHKAN Al Qur’an. O'Leary bisa masuk Islam HANYA karena baca Al Qur’an, tetapi ada orang Muslim yg menolak kenyataan itu. Al Qur’an dianggap tidak cukup bermanfaat untuk membawa kebenaran. Harus ada “kejadian”. Apakah teman2 Muslim mau terus menghinakan Al Qur'an dengan cara itu, dan sekaligus memfitnah seorang muallaf yang mulia? Atau mau berhenti menyebarkan fitnah yang direkayasa? Jangan meremehkan Al Qur'an terus.

Allah Maha Besar, dan tidak membutuhkan kisah rekayasa untuk membenarkan Islam. Al Qur'an sudah cukup bagi orang yang mencari kebenaran. Coba buka pikiran anda dan gunakan akal yang Allah berikan.
-Gene

(Ini post aslinya di blog saya, dgn banyak komentar dari orang Muslim yang mengatakan “Siapa tahu kisah itu benar” setelah terbukti tidak benar.)
Kisah Rekayasa: Prof. Fidelma O’leary dan Sujud

No comments:

Post a Comment