Monday, February 15, 2016

Pemuda Kristen Belajar Bahasa Isyarat Utk Sebarkan Kasih Sayang, Kita Kenapa Tidak?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya mampir ke Sevel. Ada 5 orang di satu meja. Saya lihat mrk pakai bahasa isyarat. Saya berhenti dan bertanya2. Saya jelaskan ttg anak yatim yg tuli di Bekasi, yg keluarganya perlu belajar bahasa isyarat. Apa ada pusat pelatihan? Bisa belajar di mana? Berapa lama untuk belajar? Dsb. Mereka sptnya ragu2 untuk menjawab. Lalu dikatakan mereka belajar sendiri dari internet, dan ada teman yang melatih mereka di "pusat mereka". Jadi ada pusatnya dong? Tidak! Bukan tempat belajar bahasa isyarat, tapi tempat berkumpul saja.

Mungkin karena saya bertanya2 terus, akhirnya salah satunya menjawab. Katanya mereka (berempat) adalah Saksi Yehuwa. Dan sedang ajak satu bapak diskusi…. Saya menduga bapak itu orang miskin, tuli, dan mungkin juga Muslim. Lalu ada 4 pemuda Saksi Yehuwa yang mau habiskan waktunya untuk sayangi dia…. Lalu ke saya, mereka minta alamat dan nomor telfon untuk anak yatim di Bekasi itu…

Jangan salah paham. Saya tidak salahkan pemuda itu. Tindakan mereka baik: menyebarkan kasih sayang. Tetapi saya sudah terbiasa dgn orang Muslim yang komplain ttg "kristenisasi". Katanya ada banyak "modus" spt berikan 1 karung beras, lalu ajak ke gereja. Saya selalu bertanya, "Kenapa anda tidak datang duluan, dan berikan 2 karung beras dan ajak ke masjid?" Dan biasanya dijawab dgn sikap jenuh. "Kok mahal amat kl kasih beras terus, agar tidak murtad?" Mungkin yg penting bukan jumlahnya beras, tapi kasih sayang yg ada di belakangnya.

Melihat bapak yang tuli dapat kasih sayang dari 4 pemuda, saya berpikir: Ada berapa banyak org Muslim yang menjadi tetangga dia, tapi tidak mau repot belajar bahasa isyarat, HANYA untuk ajak dia diskusi? Jadi kl tidak suka "kristenisasi", jangan salahkan para pemuda Kristen yang menyebarkan kasih sayang itu. Kuncinya di dalam hati kita sendiri. Kenapa bukan KITA sendiri yg menyebarkan kasih sayang dgn cara yg sama terhadap org Muslim yang tuli? Kalau melihat orang yang buta, atau tuli, atau cacat, berapa banyak orang Muslim berpikir: "Ini menjadi tugas saya untuk menolong dia!!" Dan berapa banyak orang Muslim buru2 buang muka, karena takut akan diminta bantuannya?

Saya ingat sebuah video ttg PT Samsung di Turki yg membuat promosi utk video call center Samsung yang baru. Mrk menghabiskan waktu 1 bulan utk mengajarkan bahasa isyarat ke penduduk satu RT, pasang kamera tersembunyi, dan layar tivi interaktif (video call center). Hasilnya, bapak yang tuli itu menjadi sangat kaget dan menangis ketika semua tetangga tiba2 bisa bicara dgn dia pakai bhs isyarat. Sayangnya butuh PT Samsung untuk memberikan contoh kasih sayang ini kepada orang Muslim. Kl di sebuah RT ada anak tuli, tetangganya bisa bikin kursus di masjid utk belajar bhs isyarat, agar anak itu tidak kesepian. Kuncinya di dalam hati kita sendiri….

Entire Town Learns Sign Language to Surprise Hearing-Impaired Man

Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene


No comments:

Post a Comment