Saturday, April 02, 2016

Marshmallows Halal, Yang Tidak Halal??



Halal atau tidak halal? Ada yang bisa menjelaskan? Di Carrefour, saya mau beli marshmallows. Tapi ada yang halal dan tidak halal. Semua marshmallows mengandung  "gelatin" (agar-agar), yang berasal dari lemak babi atau lemak sapi. Gelatin yang halal berasal dari sapi yang halal. Saya periksa satu paket. Tidak ada lambang halal. Saya ambil merek lain, juga tidak ada lambang halal. Saya kembali ke merek CorNiche dan cek paket sebelah (beda rasa). Ada lambang halal besar di belakang. Kembali ke paket pertama, saya baru sadar: Di pojok kanan,  ada STIKER putih. Saya copot. Di bawahnya ada lambang halal. Jadi dari pabrik dicap halal, sampai di Carrefour di Indonesia dicap "tidak halal" (lambang halal disembunyikan). Tapi bungkusan sebelah dari merek yg sama masih "halal".
Jadi? Artinya apa? HALAL berarti: "Halal dari pabrik, selama tidak ada yang pasang stiker putih"? Dan TIDAK HALAL berarti:  "Kalau karyawan toko swalayan ingat untuk pasang stiker di atas lambang halal, maka tidak halal"?
Di negara demokrasi lain, kalau penduduk mayoritas menginginkan sesuatu, maka pemimpin akan berikan. Hak2 dijamin bagi mayoritas. Tapi di sini kok tidak? Mungkin suatu hari negara ini akan dipimpin oleh orang Muslim yang berikan hak makanan halal kepada orang Muslim yg lain. Di sini, 200 juta  konsumen Muslim hidup tanpa kekuatan apapun. Tidak bisa dpt jaminan makanan halal bagi anaknya. Welcome to Indonesia?
Wassalam,
Gene Netto






1 comment:

  1. Itu terkait ketentuan pemerintah, kalau gak salah aturannya cap halal/sertifikasi halal yang boleh dicantumkan hanya yang dari BPOM MUI. Hal yang sama juga terjadi untuk produk Nori/Rumput Laut dari Thailand. Dari sana sudah sertifikasi halal, tp yang ditemui di minimarket umumnya sudah ditutupi stiker. Mungkin harus disertifikasi ulang disini ?

    ReplyDelete