Monday, May 30, 2016

SISWI SD DI SEMARANG DIPERKOSA 21 PRIA



Jakarta - Seorang siswi SD di Kota Semarang mengalami peristiwa mengerikan, bocah berusia 12 tahun ini diperkosa 21 pria dalam waktu yang berbeda. Saat ini korban mengalami trauma berat dan gangguan pada alat reproduksinya.
Informasi awal yang diterima detikcom, korban diperkosa awal Mei lalu di tiga tempat dan hari yang berbeda oleh 21 berandalan dewasa. Kasus itu mendapat perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak, dan korban sudah ditemui.

[Gene]: Ini sebuah rekor baru. Jumlah pemerkosa paling besar dari berita sebelum ini adalah 16 anak SMA terhadap anak SMP. Sekarang, 21 pria, dan korbannya anak SD.
Ini perlu terjadi berapa kali, kepada berapa anak, di berapa kota, di seluruh Indonesia, sebelum terjadi perubahan?
Jangan hanya fokus pada hukuman sesudah ada kejadian. Bertanya kepada diri sendiri dan semua teman tetang KENAPA begitu banyak pemuda laki-laki di negara ini tidak punya rasa empati terhadap anak perempuan? Mungkin kebanyakan dari mereka juga punya adik perempuan dan sepupu perempuan. Tapi setelah menjadi kecanduan nonton film porno, dan ada kesempatan memperkosa seorang anak yang tidak dijaga, mereka MAU. Coba tanya juga kenapa PEMILIK warnet yang izinkan anak nonton dan download film porno tidak pernah kena sanksi hukum!!
Kenapa tidak pernah ada berita ttg adanya satu pemuda laki2 yg MENOLAK ajakan teman utk memperkosa anak, lalu lari dan lapor ke orang tua dan polisi? Kenapa selalu MAU, dan ikut bersama teman2nya? KENAPA bisa begitu? Ada apa dengan anak muda di negara ini sekarang? Jangan bahas hukumannya. Coba memahami apa yang SALAH dgn pendidikan dan pendidikan agama di sini sehingga tidak ada efek terhadap anak laki-laki untuk timbulkan rasa kasih sayang dan empati terhadap anak.
-Gene Netto

Nizam, Anak Yatim Yg Tuli, Belajar Bicara



Masih ingat sama Nizam? Anak yatim yg tuli usia 5 tahun di Bekasi. Nizam tuli dari lahir, dan setelah ada dana yang dikumpulkan dari teman2 Facebook saya, Nizam dibawa ke dokter THT utk pemeriksaan telinga. Tapi sayangnya syarafnya mati, jadi tidak bisa dibantu dgn pasang Alat Bantu Dengar. Sekarang, Nizam sudah masuk TK-SLB, dan ada anak2 tuli lain di situ. Jadi dia sudah mulai belajar bahasa isyarat dan belajar ucapkan beberapa kata walaupun dia sendiri tidak bisa mendengarnya (lihat video). Karena antar Nizam ke TK, Ibu Rani tidak lagi jualan nasi uduk setiap pagi seperti biasa, dan hanya kerja pada sabtu minggu saja. Kalau ada yang mau menolongnya, ada nomor rekening untuk Nizam di bawah. Dan di bulan puasa, kl ada orang Bekasi yang mau bagikan mainan, buku atau baju buat Nizam, ada alamat rumahnya juga. (Nizam juga punya dua kakak, laki dan perempuan, usia SMP-SMA).

Mohon Bantuan Beli Daging Sapi Utk Yatim Dan Jompo



[Mohon Disebarkan]

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Teman2, minggu depan insya Allah kita sudah masuk bulan puasa. Tapi ada banyak orang yang tidak bisa "makan bebas" seperti kita. Dalam rangka mensejahterakan anak yatim, saya mencari dana 30 juta rupiah utk 2 ekor sapi. Dagingnya akan dibagikan kepada 220 anak yatim, dan juga untuk ratusan janda dan jompo (kl masih cukup) di Desa Purwadana, Karawang, oleh teman saya Ust. Muhtadin. (Kami sudah 5 kali melakukan program ini). Diniatkan agar mereka bisa sahur dan buka puasa di awal Ramdhan dgn daging sapi yg sangat jarang dimakan karena terlalu mahal. Kalau mau ikut program ini, segera kirim sedekah atau zakatnya ke atau rekening sosial saya atau rekening Yayasan Bambu Biru.

Rekening Sosial Gene Netto di BCA, No. Rek. 4502214881, A/N Eugene Francis Netto, Cabang: KCU Menara Bidakara.
[Atau]  Rekening Yayasan Bambu Biru di MANDIRI, No. 124-00-0688256-8, A/N: Yayasan Bambu Biru, Cabang: KK Jakarta Wisma IKPT.

Friday, May 27, 2016

Berita Dari Satu Hari Saja



Selamat menikmati hari Jumat, dan siap beristirahat. Ini berita dari SATU HARI saja, agar ada bacaan santai untuk Sabtu-Minggu. Tapi tidak usah kaget atau khawatir. Ingat pada Mantra Nasional Indonesia: "Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya"….
(Berita satu hari: Jumat 27 Mei 2016)

Dicekoki Video Porno, 4 Bocah di Tangsel Disodomi Siswa SMP

Usai Digilir Empat Pemuda, Siswi SMP Ditemukan dalam Kondisi Mabuk dan Bugil

Numpang di Rumah Bibi, Siswi SMK Diperkosa Paman

Thursday, May 26, 2016

Pembunuh Eno Hampir Dua Tahun Pernah Hidup di Pesantren



Apakah bisa percaya ada anak beragama Islam, yg punya orang tua, yang punya guru, yg punya om dam tante, yg punya kakek nenek, yg punya sepupu perempuan, yg teman sekolah perempuan, yg pernah diajarkan shalat, yg pernah ikut puasa,  yg  tinggal di bumi penuh rahmat Allah, dan juga pernah sekolah di pesantren, yang sanggup memperkosa seorang anak perempuan dan membunuhnya dgn cara sadis (pakai cangkul)? Percaya? Iblis tinggal ketawa2 sendiri melihat bangsa ini. Dia bisa libur dan tidur2an di sofa. Rakyat yang hidup sekarang tidak perlu dipengaruhi oleh Iblis. Sudah bisa merusak diri sendiri. Berapa banyak orang kenal anak laki2 ini sejak dia seorang balita, dan anak SD, dan merasa "Bukan anak saya, jadi bukan tugas saya utk pedulikan dia". Dan hasilnya, dia menjadi manusia spt apa?

Kapan rakyat Indonesia akan bersatu dan saling kerja sama dalam mendidik dan menjaga semua anak bangsa, utk menciptakan generasi emas daripada generasi yg rusak?
-Gene Netto

Tuesday, May 24, 2016

Remaja Putri Diduga Diperkosa 18 Lelaki Tiga Hari Berturut-turut (Situbondo)



Salut! Rekor Baru bagi pemuda Indonesia di dalam negeri. Seorang anak perempuan diperkosa bergilir oleh 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 pemuda laki-laki. Luar biasa usahanya! Tidak ada satupun dari 18 anak itu yang mengatakan "Saya tidak mau, saya punya adik perempuan!" lalu lapor ke orang tua atau polisi. Ada kesempatan, ya sudah. Ikut memperkosa.
Rekor sebelumnya adalah 14 anak SMA yang memperkosa seorang anak SMP. Sebenarnya, kasus baru ini tidak masuk kategori "kekerasan terhadap anak", karena korban berusia 19 tahun. Tapi masih berkaitan, karena korban baru saja berulang tahun menjadi dewasa, dan para pelaku juga anak muda.
Dalam kebanyakan kasus spt ini, para pelaku adalah anak Muslim dan orang tua sudah ajarkan shalat dan ngaji. Orang tua pelaku selalu kaget dan mengatakan "Saya tidak menyangka anak saya bisa berbuat begitu". Berarti ada masalah dgn pendidikan akhlak di seluruh negara. Banyak orang tua mengajarkan shalat dan ngaji, tapi kurang memberikan pendidikan akhlak, yang bisa makan waktu 20 tahun atau lebih utk setiap anak. Apa perlu kasus dgn 50 pelaku remaja sebelum terjadi perubahan dalam pendidikan di negara ini?
-Gene Netto

Apa Guru Harus Membela Guru Lain?



[Komentar]: Saya juga guru Om. Guru honorer. Jadi kalau ada ungkapan stigma negatif tentang guru kok rasa2nya hati saya terpanggil untuk membela. Saya yakin tujuan guru yg utama adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan menyengsarakan anak bangsa. Mohon lebih Arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu fenomena. Khusnudzonlah.

[Gene]: Setiap kali saya bertemu anak, saya tanya "Guru kamu bagaimana?" Lalu keluar semua cerita horror. Saya bertanya ke orang tua ttg sekolah anaknya, keluar cerita horror. Ibu suka membela para guru secara automatis?
Ketika ada berita negatif ttg dokter yg malpraktek, dokter lain membela, apa ibu senang? Polisi melanggar hukum, polisi lain membela, apa Ibu senang? Pejabat korupsi, pejabat lain membela, apa Ibu senang? Justru negara ini menjadi rusak karena banyak orang bersikap spt ibu: "Jangan bicarakan profesi saya kecuali mau memuji. Dan kl ada yang bersalah, kita akan rapatkan barisan dan melindungi yang salah, karena tujuan kita adalah jaga diri dan utamakan diri sendiri di atas orang lain. Dan sesudah kita aman, baru kita akan memikirkan tanggung jawab kita terhadap tugas."
Begitu tujuan hidup untuk banyak guru? Berapa banyak guru berani laporkan guru buruk atau kepala sekolah buruk ke dinas pendidikan atau polisi? Dan berapa banyak yang akan diam dan pura2 tidak tahu, karena sibuk memikirkan diri sendiri? Tolong berpikir ttg masa depan setiap anak, Bu. Dan bukan "nama baik" korps guru di atas kepentingan siswa. Kl semua guru utamakan semua siswa, dan kerja secara profesional setiap hari, maka Ibu tidak akan perlu membela korps guru. Sudah automatis menjadi mulia dan terpuji. Setuju?
-Gene Netto

Tiga Juta Guru dan Seratus Juta Orang Tua Kenapa Lemah!?



[Komentar]: Mohon maaf sodara2.. Ini bukan kesalahan guru, ini kesalahan sistem. Guru hanya "wong cilik" yang terpaksa harus menaati sistem walaupun itu kadang bertolak belakang dengan nuraninya. Mohon dimengerti.

[Gene]: TIGA JUTA manusia yang berprofesi sebagai guru bahu-membahu dan dengan satu suara, semuanya teriak sekuat mungkin, "KAMI LEMAH!" Kompak dalam merasa lemah dan tidak berdaya. Ini menjadi satu-satunya bentuk persatuan di kalangan guru.
Ada yang bilang, "Guru mana bisa melawan? Guru hanya manusia, dan keluarganya juga perlu makan, jadi terpaksa nurut walaupun tidak setuju." Mohon maaf, tapi yang membuat kebijakan di Senayan (Kementerian dan DPR) hanya manusia biasa. Mereka juga makan, minum, kentut, dan tidur setiap hari. Bukan mahluk ajaib yang sakti dan bisa terbang.

DAK Pendidikan Jadi Objek Korupsi Terbesar



Rabu, 18 Mei 2016, JAKARTA -- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap selama periode satu dasawarsa antara 2005-2016 kasus korupsi pendidikan yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,3 triliun. Adapun nilai kerugian tersebut berasal 425 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 618 orang, kata Staf Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah di Cikini, Jakarta, Selasa (17/5).
Dari total 425 kasus korupsi pendidikan, kejaksaan paling banyak menangani kasus dengan 324 kasus dengan nilai kerugian Rp 897 miliar. Disusul kepolisian 82 kasus dengan nilai Rp 228,1 miliar dan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menangani lima kasus dengan nilai Rp 148 miliar.
Ia mengatakan, seiring dengan bertambahnya alokasi anggaran dari APBN untuk pendidikan, yakni sebesar Rp 419 triliun dari total Rp 2.095 trilliun, jumlah penyelewengan dalam pengelolaan dana tersebut semakin meningkat.
"Potensi penyelewengan semakin tinggi karena pengawasan pengelolaan dana ini di daerah sangat lemah," katanya.

Tuesday, May 17, 2016

Mohon Bantuan Dana utk Janda Muallaf



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya mencari bantuan dana 30 juta untuk menolong seorang janda muallaf di Jakarta. Ibu Yulia dulu tinggal di pinggir rel kereta dgn suaminya dan beberapa anak, sampai suaminya wafat 3 tahun yg lalu. Ibu Yulia sedih, tapi dia perhatikan teman2 Muslim yang terlihat tenang walaupun miskin dan janda juga. Ibu Yulia menjadi terpesona dan mulai belajar ttg Islam dari perkumpulan ustadz yang sering datang ke masyarakat pinggiran itu. Setelah belajar, Ibu Yulia bersyahaddat dan kembali ke Islam. Ibu Yulia sudah berjilbab juga dan setiap minggu belajar Al Qur'an.
Setelah semua rumah di pinggir rel kereta kebakaraan, dia tinggal di kontrakan kecil (temboknya kayu triplek) ukuran 2x4 meter, dgn 3 anak di Kampung Dao, Ancol, Jakarta Utata. Ibu Yulia bertahan hidup dengan jual kunang-kunang (mainan anak) di malam hari dari jam 7-12 malam, di Fatahilla, Kota, atau di Monas. Ketika jualan, anak2 dibawa juga (atau dititip dgn tetangga). Ada balita, anak SD dan anak SMA yang masih tinggal bersama dia. (Anak yang besar sudah pergi sendiri).

Monday, May 16, 2016

Pengusaha di Kediri Perkosa 58 Siswi SD dan SMP, Pelaku Berusaha Suap Berbagai Pihak



Minggu, 15 Mei 2016
KEDIRI - Seorang pria di Kediri, Jawa Timur, diduga melakukan pemerkosaan terhadap 58 anak yang masih di bawah umur. Pelaku merupakan pengusaha ternama di Kediri yang bernama Soni Sandra alias Koko (63 tahun). Sebelum dicabuli, korban yang merupakan siswi SD dan SMP itu dicekoki obat terlarang. Saat ini kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri dan PN Kabupaten Kediri. Berbagai kalangan mendesak Majelis Hakim memberikan hukuman mati kepada penguasaha yang sebelumnya sempat lolos dari jerat hukum. 

Tim Peduli Kediri (TPK) untuk kasus pemerkosaan terhadap 58 anak, terdiri dari tokoh masyarakat, yakni Sofyano Zakaria, M Hatta Taliwang, Ferdinand Hutahean, berhasil menemui orangtua korban di Kediri. TPK didampingi aktivis dari Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia Jeane Latumahina, dan Habib SH Mhum Ketua LSM Brantas/OKP/Ormas. 
Juru bicara TPK Ferdinand Hutahean mengungkapkan, TPK merasa miris, rata-rata korban hidup di garis kemiskinan, sementara pelaku adalah orang yang hidup dalam kemewahan.
"Pelaku dikenal penduduk di sana sebagai orang kuat dan orang terkaya, dekat dengan walikota, bahkan Kapolda. Pelaku sangat mendominasi di daerah itu bahkan mampu menutup mulut media dan tokoh masyarakat, terbukti bahwa kejadian ini bisa diam senyap dari publik, padahal kasus ini adalah kasus luar biasa dengan jumlah korban lebih dari 50 orang," kata Ferdinand dilansir dari Harian Terbit, Minggu 15 Mei 2016. 

Saturday, May 14, 2016

Ranking Sekolah, Pendidikan Akhlak, Dan Karaoke Bahasa Arab



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Orang tua dan guru yang paling berperan untuk mengajarkan AKHLAK kepada anak kecil. Tapi selama ini yang paling diutamakan adalah RANKING di sekolah, bukan akhlak. Mungkin sudah saatnya seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, mulai introspeksi!!
Sepertinya yang dibutuhkan oleh anak Muslim di sini BUKAN pelajaran fiqih shalat, fiqih haji, fiqih puasa, fiqih zakat, fiqih poligami, fiqih halal-haram, fiqih kentut, dan ratusan pelajaran fiqih lainnya, tetapi yang dibutuhkan adalah PENDIDIKAN AKHLAK sebagai prioritas utama. Dan setelah akhlaknya sudah dibentuk dan bagus, dan akalnya jalan dgn baik, baru diajarkan fiqih, tafsir dan aturan agama yang penting (setelah mereka merasa membutuhkannya karena sudah terbiasa beribadah).
Coba anda jawab: Kenapa anak TK perlu melakukan "manasik Haji" setiap tahun, seakan-akan ilmu itu penting bagi mereka?? Sibuk mengajarkan tata cara ibadah kepada anak usia 6 tahun sehingga lupa mendidik anak untuk berperilaku MULIA terhadap manusia yang lain (dan binatang juga). 

Thursday, May 12, 2016

Anak 2,5 Tahun di Bogor Diperkosa dan Dibunuh



Anak usia 2,5 tahun di Bogor diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya. Ada yang mau "nyalakan lilin"? Tidak? Mungkin ada baiknya kita membaca mantra sakti Indonesia "Memprihatinkan ya!" dan sesudahnya bisa pasrah dan nrimo. Setiap hari ada berita yang spt ini. Tapi bukan anak pejabat atau orang elit, jadi mrk kurang peduli. Lalu rakyat? Rakyat juga kurang peduli. Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya. Tidak ada lagi rasa komunitas di Indonesia. Tidak ada lagi gotong royong, kecuali dalam kasus pemerkosaan bergilir, krn ada gotong royong yang sangat kuat antara para pelaku yang rata2 juga anak sekolah dan pemuda. Semua orang tanya dalam kebingungan "Apa solusinya?" Tapi dari pengalaman saya selama 20 tahun di sini, sekalipun diberikan solusi, orang Indonesia tetap tidak akan bertindak. Semuanya menunggu "orang lain" bertindak. Menunggu orang lain selesaikan masalah. Kita cukup diam saja di rumah dan menunggu negara ini diperbaiki oleh "orang lain" itu.
Berkali-kali saya katakan, "TIDAK ADA ORANG LAIN. Hanya ada KITA." Jadi kita yang harus bersatu dan segera mendidik anak perempuan untuk berhati-hati dan mendidik anak laki-laki untuk menghormati perempuan. Dan KITA yang harus menjaga anak tetangga dan peduli pada nasibnya, dan berani lapor ke orang tua atau polisi kl kita curiga ada masalah. Apakah rakyat Indonesia mau BERSATU? Atau mau tunggu sampai ANAK ANDA menjadi korban pemerkosaan juga?
-Gene Netto

Sunday, May 08, 2016

Gadis Manado Diperkosa 19 Pria



Baru beberapa minggu yg lalu, anak SMP bernama Yuyun di Bengkulu menjadi korban pemerkosaan. Ada 14 pelaku, kebanyakan masih anak remaja. Sekarang, ada perempuan lain berinisial V di Manado, berusia 19 tahun, yang telah diperkosa 19 pria (usia pelaku belum disebutkan). Bedanya dgn Yuyun, V tidak dibunuh sekaligus. Dan ternyata, kasus ini terjadi di Januari 2016, tapi setelah dilaporkan ke polisi, tidak ada yang dilakukan smp sekarang, sehingga pelaku masih bebas, dan akhirnya ada yg laporkan ke media. Jadi laporkan kasus ke polisi tidak berarti ada jaminan dapat keadilan bagi korban.
Dari kasus pemerkosaan terhadap anak yang masuk berita setiap hari, terlihat usia para korban bervariasi antara 4-18 tahun. Jarang sekali ada korban pemerkosaan yang sudah dewasa. Dan terjadi di mana2, termasuk desa dan kota kecil. Tidak ada lokasi yang "aman".
Kemarin banyak orang bicarakan Yuyun di medsos, tapi menteri saja tidak tahu sebelum ditanyakan oleh wartawan. Ada aktivis yang suruh nyalakan lilin buat Yuyun. Mohon maaf, tapi Yuyun tidak membutuhkan lilin. Dia sudah wafat. Yang harus dilakukan adalah membentuk gerakan untuk menciptakan persatuan antara seluruh rakyat Indonesia untuk MENDIDIK anak laki-laki agar bisa menghormati perempuan, tidak menggunakan kekerasan terhadap perempuan, dan tidak nonton pornografi setiap hari. Dengan kualitas orang tua yang rendah, banyak anak remaja juga berkualitas rendah, dan setiap hari jumlah korban pemerkosaan bertambah. Siapa yang bisa menyatukan rakyat Indonesia untuk melindungi semua anak bangsa?
-Gene Netto

Friday, May 06, 2016

Kyai Ali Mustafa Yaqub: Haram Memilih Pemimpin Non-Muslim



Lihat Video di sini: http://bit.ly/1WcTLHR

Ceramah Kyai Ali Mustafa Yaqub di Masjid Al Latief Pasaraya pada Selasa 26 April, 2016. Dua hari sebelum beliau wafat pada tanggal 28 April, 2016. Ada yang bertanya apakah orang Muslim boleh memilih pemimpin non-Muslim (untuk menjadi presiden, gubenur, walikota, bupati, dsb.). Ini pesan terakhir dari Kyai Ali Mustafa Yaqub kepada umat Islam.

Poin-poin utama:
·         Rumah tangga adalah "lembaga" paling kecil. Dalam memilih suami (Pemimpin) haram memilih non-Muslim. Suami adalah pemimpin terhadap keluarganya. Untuk tingkat keluarga yang kecil saja sudah haram, apalagi untuk tingkat yang lebih besar dan luas derajatnya.

221. …Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah 2:221).

Menteri Yohana Justru Dengar Kasus Yuyun Dari Anaknya Di London



Ini menyedihkan. Juga memalukan. Menteri yang fokus ke Perlindungan Anak diberitahu ttg kasus anak SMP diperkosa bergilir oleh 14 remaja di Bengkulu. Sayangnya, dia diberitahu oleh anaknya yang di London, yang baca di berita internasional. Bukan dari staf atau polisi di sini. Koordinasi antar lembaga dan pembagian informasi sangat minimal sekali di sini, atau tidak ada. Saya pernah tanya ke KPAI secara langsung. Kalau ada anak yang menjadi korban pencabulan atau pemerkosaan, dan dilaporkan ke Polisi, apa Polisi diwajibkan teruskan laporan dan data itu ke KPAI? Katanya, TIDAK.
Sekarang, seorang menteri negara tahu kasus besar yang masuk media sosial dari anak di luar negeri. Kenapa pemerintah tidak malu? Kenapa wartawan bertanya, baru menteri tahu? Kenapa bukan menteri yang tahu paling cepat, dan bisa laporkan ke wartawan dgn info dan data yang akurat? Berapa kali seorang menteri harus menjawab, "Kok begitu? Saya belum tahu!" sebelum ada pihak yang merasa malu dan mau memperbaiki sistem komunikasi dan laporan kasus ke menteri terkait.
Itu menteri perlindungan anak. Lalu ada Ibu Puan Maharani. Menteri " Koordinator Pembangunan Manusia" (apa artinya??) yang juga seorang menteri perempuan tapi tidak tahu apa-apa ttg anak perempuan yang diperkosa bergilir. Jadi tugasnya sebagai menteri apa? Bagaimana mau bangun manusia di Indonesia, kalau banyak anak remaja laki-laki biadab, anak2 lain menjadi korban yg diperkosa dan disodomi setiap hari, dan para menteri malah tidak tahu ttg kondisi di tengah masyarakat spt itu? Apa harus menunggu Indonesia hancur, dan ada statistik seperempat dari semua anak perempuan diperkosa, seperti yang terjadi di Kenya sekarang? Siapa yang akan melindungi anak Indonesia? Kenapa begitu sulit untuk kumpulkan data, mengetahui apa yang sedang terjadi, dan lakukan tindakan (program) preventif untuk lindungi anak yang belum menjadi korban?
-Gene Netto

Monday, May 02, 2016

Keberhasilan Sekolah Finlandia Bisa Terwujud di Indonesia



Michael Moore adalah seorang sutradara yang membuat bbrp film dokumentar terkenal. Dalam film terbaru, dia mencari negara2 baru untuk "dicaplok" oleh Amerika, agar bisa ambil semua ide bagusnya. Antara lain, dia memperhatikan liburan yang panjang di Itali utk pekerja (8 minggu libur per tahun, dibayar gaji penuh). Lalu ada Portugal yang hapus semua UU anti-narkoba khusus utk pengguna. Polisi tidak lagi menangkap pengguna yang bawa narkoba utk diri sendiri, dan hasilnya adalah penggunaan narkoba turun, dan kriminalitas juga turun. Di Finlandia, dia melihat sistem pendidikan karena Finlandia selalu dicap negara nomor satu di dunia. Poin terpenting dari sistem pendidikan di Finlandia yang dijelaskan oleh Menteri Pendidikan, kepala sekolah, guru dan siswa adalah:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...