Thursday, May 12, 2016

Anak 2,5 Tahun di Bogor Diperkosa dan Dibunuh



Anak usia 2,5 tahun di Bogor diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya. Ada yang mau "nyalakan lilin"? Tidak? Mungkin ada baiknya kita membaca mantra sakti Indonesia "Memprihatinkan ya!" dan sesudahnya bisa pasrah dan nrimo. Setiap hari ada berita yang spt ini. Tapi bukan anak pejabat atau orang elit, jadi mrk kurang peduli. Lalu rakyat? Rakyat juga kurang peduli. Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya. Tidak ada lagi rasa komunitas di Indonesia. Tidak ada lagi gotong royong, kecuali dalam kasus pemerkosaan bergilir, krn ada gotong royong yang sangat kuat antara para pelaku yang rata2 juga anak sekolah dan pemuda. Semua orang tanya dalam kebingungan "Apa solusinya?" Tapi dari pengalaman saya selama 20 tahun di sini, sekalipun diberikan solusi, orang Indonesia tetap tidak akan bertindak. Semuanya menunggu "orang lain" bertindak. Menunggu orang lain selesaikan masalah. Kita cukup diam saja di rumah dan menunggu negara ini diperbaiki oleh "orang lain" itu.
Berkali-kali saya katakan, "TIDAK ADA ORANG LAIN. Hanya ada KITA." Jadi kita yang harus bersatu dan segera mendidik anak perempuan untuk berhati-hati dan mendidik anak laki-laki untuk menghormati perempuan. Dan KITA yang harus menjaga anak tetangga dan peduli pada nasibnya, dan berani lapor ke orang tua atau polisi kl kita curiga ada masalah. Apakah rakyat Indonesia mau BERSATU? Atau mau tunggu sampai ANAK ANDA menjadi korban pemerkosaan juga?
-Gene Netto

Anak 2,5 Tahun di Bogor Diperkosa dan Dibunuh
Rabu, 11 Mei 2016 | 10:37 WIB
BOGOR, KOMPAS.com — Budiansyah (26) ditangkap jajaran Kepolisian Sektor Cibungbulang karena diduga telah melakukan pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap seorang anak berusia 2,5 tahun berinisial LN. Kapolsek Cibungbulang Kompol Roni Mardiatun mengatakan, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan instensif.
"Keponakan pelaku dan korban seusia. Sebelum kejadian, mereka sedang menonton televisi. Lalu, pelaku mengajak korban ke dalam kamarnya,” ucap Roni, saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2016). Di dalam kamar, lanjut Roni, pelaku mencoba membujuk korban agar bisa membelainya. Karena korban menolak, pelaku diduga kesal lalu melilitkan kain selimut ke tubuh korban dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Saat dililit, korban masih berontak dan teriak. Tersangka pun membekap mulut korban dan setelah itu pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban," kata dia.
"Diduga karena korban masih balita, kehabisan napas, akhirnya meninggal. Jenazah korban baru ditemukan hari Senin (9/5/2016) di kebun yang tak jauh dari rumah pelaku," tambahnya. http://regional.kompas.com

No comments:

Post a Comment