Tuesday, May 24, 2016

Apa Guru Harus Membela Guru Lain?



[Komentar]: Saya juga guru Om. Guru honorer. Jadi kalau ada ungkapan stigma negatif tentang guru kok rasa2nya hati saya terpanggil untuk membela. Saya yakin tujuan guru yg utama adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan menyengsarakan anak bangsa. Mohon lebih Arif dan bijaksana dalam menyikapi suatu fenomena. Khusnudzonlah.

[Gene]: Setiap kali saya bertemu anak, saya tanya "Guru kamu bagaimana?" Lalu keluar semua cerita horror. Saya bertanya ke orang tua ttg sekolah anaknya, keluar cerita horror. Ibu suka membela para guru secara automatis?
Ketika ada berita negatif ttg dokter yg malpraktek, dokter lain membela, apa ibu senang? Polisi melanggar hukum, polisi lain membela, apa Ibu senang? Pejabat korupsi, pejabat lain membela, apa Ibu senang? Justru negara ini menjadi rusak karena banyak orang bersikap spt ibu: "Jangan bicarakan profesi saya kecuali mau memuji. Dan kl ada yang bersalah, kita akan rapatkan barisan dan melindungi yang salah, karena tujuan kita adalah jaga diri dan utamakan diri sendiri di atas orang lain. Dan sesudah kita aman, baru kita akan memikirkan tanggung jawab kita terhadap tugas."
Begitu tujuan hidup untuk banyak guru? Berapa banyak guru berani laporkan guru buruk atau kepala sekolah buruk ke dinas pendidikan atau polisi? Dan berapa banyak yang akan diam dan pura2 tidak tahu, karena sibuk memikirkan diri sendiri? Tolong berpikir ttg masa depan setiap anak, Bu. Dan bukan "nama baik" korps guru di atas kepentingan siswa. Kl semua guru utamakan semua siswa, dan kerja secara profesional setiap hari, maka Ibu tidak akan perlu membela korps guru. Sudah automatis menjadi mulia dan terpuji. Setuju?
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment