Tuesday, May 24, 2016

Remaja Putri Diduga Diperkosa 18 Lelaki Tiga Hari Berturut-turut (Situbondo)



Salut! Rekor Baru bagi pemuda Indonesia di dalam negeri. Seorang anak perempuan diperkosa bergilir oleh 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18 pemuda laki-laki. Luar biasa usahanya! Tidak ada satupun dari 18 anak itu yang mengatakan "Saya tidak mau, saya punya adik perempuan!" lalu lapor ke orang tua atau polisi. Ada kesempatan, ya sudah. Ikut memperkosa.
Rekor sebelumnya adalah 14 anak SMA yang memperkosa seorang anak SMP. Sebenarnya, kasus baru ini tidak masuk kategori "kekerasan terhadap anak", karena korban berusia 19 tahun. Tapi masih berkaitan, karena korban baru saja berulang tahun menjadi dewasa, dan para pelaku juga anak muda.
Dalam kebanyakan kasus spt ini, para pelaku adalah anak Muslim dan orang tua sudah ajarkan shalat dan ngaji. Orang tua pelaku selalu kaget dan mengatakan "Saya tidak menyangka anak saya bisa berbuat begitu". Berarti ada masalah dgn pendidikan akhlak di seluruh negara. Banyak orang tua mengajarkan shalat dan ngaji, tapi kurang memberikan pendidikan akhlak, yang bisa makan waktu 20 tahun atau lebih utk setiap anak. Apa perlu kasus dgn 50 pelaku remaja sebelum terjadi perubahan dalam pendidikan di negara ini?
-Gene Netto

Remaja Putri Diduga Diperkosa 18 Lelaki Tiga Hari Berturut-turut (Situbondo)
Suara.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo, Jawa Timur, menangkap delapan dari 18 pemuda yang diduga memerkosa remaja putri berinisial SN (19) secara bergiliran selama tiga hari berturut-turut. "Korban dugaan pemerkosaan oleh 18 pemuda tersebut berinisial SN, warga Kecamatan Arjasa. Saat ini korban sedang berada di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Situbondo, ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo AKP I Gede Lila Buana Arta, Jumat (20/5/2016). Delapan pemuda yang diamankan petugas, kata dia, adalah AR (17), FR (19), ZN (18), YP (18), AF (20), IP (20), WM (210, dan JS (22). Selain itu ada juga seorang gadis berinisial R (16) yang diduga juga terlibat.

"Sementara delapan orang kami amankan dan 10 lainnya masih dalam pengejaran." Dalam laporannya, SN disebutkan dicabuli pada 28 hingga 30 April 2016. "Ketika itu korban dijemput ke rumahnya oleh seorang gadis berinisial R (16), warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus. Selanjutnya korban diajak berkumpul dengan belasan pemuda yang diduga kemudian menyetubuhi korban," tuturnya. Akibat perlakuan kekerasan oleh belasan pemuda, kata dia, korban mengalami pendarahan dan bahkan kondisi jiwanya saat ini masih terguncang. (Antara)

No comments:

Post a Comment