Thursday, August 18, 2016

Anak Perempuan Dibunuh Dan Mayatnya Disodomi 3 Kali



Berapa banyak anak sekolah harus dibunuh di Indonesia sebelum dapat perhatian besar? Bihun dgn gambar bikini di paketnya dapat lebih banyak perhatian! Sedangkan anak Indonesia yang dibunuh dan diperkosa menjadi berita bbrp saat saja, lalu dilupakan saja, sampai korban berikutnya.
Seorang anak perempuan SMP di Medan ditahan oleh seorang anak laki-laki usia 16 tahun di pinggir jalan. Ditarik ke semak2 utk diperkosa, perempuan itu melawan. Pria itu tusuknya di rusuk dan di leher. Lalu ketika mau memperkosa mayatnya, dia lihat korban sedang haid. Jadi mungkin karena merasa "jijik" dgn darah haid, dia sodomi mayat perempuan itu 3 kali, dan tinggalkan di pinggir jalan dgn pisau masih tertancap di lehernya. Luar biasa, bukan? Atau biasa saja? Atau tidak penting karena bukan anak artis atau anak pejabat?
Saya sudah catat 4 kasus tahun ini di mana ada anak remaja yg membunuh korban remaja, lalu memperkosa atau sodomi mayatnya. Apa menjadi perhatian pemerintah? Pemimpin umat? Tokoh masyarakat? Tidak. Bihun yang mendapatkan sorotan. Paspor orang yang dibahas berhari-hari. Kebanyakan orang bersikap, "Bukan anak saya, jadi bukan urusan saya!"
Saya tidak mengerti berapa banyak anak perempuan perlu diperkosa dan anak laki-laki perlu disodomi sebelum ada pemimpin negara yang merasa ada masalah besar dalam otaknya banyak sekali pemuda di negara ini.
-Gene Netto

Setelah Membunuh, Wanta Perkosa Mayat Yolanda Duha

Tersangka Pembunuhan dan Pemerkosaan Siswi SMP di Medan Dibekuk


No comments:

Post a Comment