Sunday, August 21, 2016

Apakah Ada Persaudaran Muslim Di Dalam Masjid?



Jumat kemarin saya batuk keras. Saat shalat Jumat, saya sengaja berangkat telat ke masjid karena takut mengganggu orang lain. Karena masjid penuh, saya berdiri di luar dengan banyak bapak yg lain. Saat mau shalat, saya coba maju utk masuk ke dalam masjid. Ternyata saya bisa maju 25 shaf.  Tapi dengan cara dorong2 untuk melewati badannya semua bapak di depan saya. Ketika muncul lubang di tengah shaf, banyak sekali bapak memilih untuk DIAM DI TEMPAT. Mungkin mereka malas maju karena sudah taruh sejaddah. Atau karena berdiri di bawah kipas angin. Lalu ada orang lain. Bawa sejaddah tidak, berdiri di bawah kipas angin juga tidak. Alasan mereka tidak mau maju apa? Ada lem di bawah kakinya?

Saya harus benar2 dorong utk lewati banyak bapak yang berdiri berdekatan. Mereka tidak peduli pada saudaranya yang berdiri di luar dan belum masuk masjid. Dan para pengurus juga buru2 takbir utk mulai shalat. Tidak pernah dicek apa orang di luar sudah dapat tempat sujud atau tidak. Saya pernah melihat dua anak remaja tinggalkan masjid karena shalat Jumat dimulai tapi mereka tidak berhasil masuk. Setiap orang memikirkan diri sendiri, orang sebelah yang seharusnya dianggap saudara dan tetangga tidak dipikirkan. Inilah "umat Islam"? Inilah persaudaraan? Ini yang dikatakan Nabi, "Ibaratnya satu tubuh"?

Tidak ada persatuan yang bisa dibangun di tengah kaum yang melihat orang sebelah dan merasa "direpotkan" dgn kehadiran orang itu. Persatuan muncul ketika setiap satu orang siap "berkorban" demi kepentingan yang lain. Berkorban dgn angkat sejaddah dan melangkah. Berkorban dengan maju dan tinggalkan kipas angin. Berkorban dengan memikirkan orang di luar, yang belum berhasil masuk masjid. Kalau tidak siap berkorban untuk saudara Muslim yang lain, buat apa mengatakan mereka adalah saudara?
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment