Thursday, August 04, 2016

Bikin Anak Malas, Pokemon GO Dilarang oleh Menteri Ini



Di negara2 barat, anak mulai belajar coding (menulis program komputer) di tingkat SD dan disuruh pakai laptop, Ipad dan HP di kelas untuk mencari info di google dan kerja sama di dalam kelas. Di Indonesia, malah menteri yang melarang anak bawa HP ke sekolah. Pokemon Go sudah dipuji banyak orang tua di manca negara karena membuat anak sering keluar rumah (daripada main game di kamar) dan juga menjadi terapi anak autis yang sebelumnya takut keluar rumah menjadi senang jalan2, dan tambah sehat dan terbuka bergaul dgn orang. Tapi di sini, menteri bilang Pokemon Go bikin anak "malas". Jalan kaki keliling kota untuk mencari Pokemon, kok dicap malas? Mungkin dianggap anak lebih baik duduk di kamar dan kerjakan PR sampai jam 1 pagi setiap hari, agar bisa menjadi bangsa robot yang diam dan taat, dan tidak sanggup berpikir sendiri apalagi menjadi kreatif!
-Gene Netto

Bikin Anak Malas, Pokemon GO Dilarang oleh Menteri Ini
Rabu, 03 Agustus 2016 TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise akan mengeluarkan peraturan untuk melarang anak bermain game Pokemon GO karena dapat mengganggu kegiatan belajar anak di sekolah. "Saya sudah menyiapkan rancangan peraturan menteri tentang pelarangan anak membawa HP dan bermain game Pokemon GO," kata Menteri Yohana Yembise di VIP Room Bandara Frans Kaisiepo, Biak, sebelum bertolak ke Makassar, Rabu, 3 Agustus 2016.
Yohana mengatakan maraknya aksi bermain game Pokemon GO terjadi karena pengaruh kemajuan teknologi informasi melalui telepon seluler. Karena itu, kata dia, setiap orang tua harus ikut membantu upaya melarang anak bermain Pokemon GO.
"Dampak dari bermain game Pokemon GO dapat merusak pikiran anak serta menjadikan anak malas, ya ini harus sejak dini dicegah melalui pelarangan peraturan menteri," ujar Yohana.

No comments:

Post a Comment