Tuesday, September 27, 2016

Dihukum Guru, Siswa Pengidap Jantung Bocor Sakit



Anak yang sakit jantung dihukum push-up oleh guru kesenian karena lupa bawa buku? Nggak masalah. Jangan salahkan guru. Kalau siswa mati, maka itu takdir, bukan kesalahan guru. Yang penting ada disiplin militer di kelas utk anak kecil. Jangan sampai anak boleh lupa bawa barang, atau telat, atau tidak kerjakan sesuatu sesuai perintah. Semua siswa harus berpikir ala militer agar disiapkan menjadi gererasi yang siap taati perintah dari pihak yang berkuasa. (Ketika menjadi PNS, diperintahkan utk korupsi berjemaah, kebanyakan orang menjawab "Siap!" dan laksanakan sesuai perintah. Tidak berani menolak. Siapa yang mengajarkan cara berpikir itu?)
Indonesia butuh anak yang percaya diri, berani membela yg benar, menolak yg salah, sanggup berpikir mandiri dan kreatif, menjadi mulia, bijaksana dan sanggup mengurus diri sendiri. Pemikiran militer yg digunakan banyak guru tidak akan menghasilkan anak spt itu. Malah akan menghasilkan robot yang siap korupsi berjemaah ketika diperintahkan karena takut melawan. Mau lihat anak Indonesia menjadi pemimpin dunia, atau robot yang hanya bisa taat pada perintah? Silahkan pilih sendiri!
-Gene Netto

Dihukum Guru, Siswa Pengidap Jantung Bocor Sakit

Minggu, 25 September 2016 | TEMPO.CO, Negara - Muhammad Surya Pratama Harjo, 14 tahun, siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Negara, Jembrana, Bali, yang menderita jantung bocor, jatuh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, setelah dihukum push up oleh gurunya. Anak tersebut mendapatkan hukuman dari guru kesenian di SMP pada Agustus lalu, karena lupa membawa buku gambar. Sebelumnya, Pratama tidak masuk sekolah disebabkan sakit.

No comments:

Post a Comment