Wednesday, September 21, 2016

Kenapa Guru Agama Hanya Paham Agama?



[Komentar]: Anak saya adalah salah satu dari ribuan anak yang dididik disiplin dengan menyakiti fisiknya. Anak saya diinjak kakinya agar disiplin dalam Latihan baris-berbaris. Di rumah anak saya bertanya2, ''Kenapa ya bunda, guru ngaji kok melakukan itu?'' sambil dia menahan tangis. Sampai sekarang saya belum bisa menjawabnya. Anda bisa bantu saya memberi jawaban?. Please... Terima kasih sebelumnya.

[Gene]: Jawabannya sederhana Bu. Karena guru agama itu hanya belajar agama, tapi tidak belajar ilmu dunia yang lain. Dia merasa puas dgn diri sendiri, karena paham agama, sehingga tidak mau tahu yg lain. Dia tidak belajar ilmu pendidikan atau ilmu psikologi anak. Jadi suruh anak ambil pelajaran. Nanti kl dewasa, usaha utk belajar ilmu agama tetap harus dijalankan, apapun profesinya, dan ilmu agama dibawa ke profesi itu. Di zaman Nabi, tidak ada guru ngaji. Ada pedagang, petani, wiraswasta, tukang dll. Dan semua orang itu yg menjadi sahabat Nabi menuntut ilmu agama secara tinggi sekaligus, DI LUAR jam kerjanya. Mereka tidak menjadikan agama sebagai pekerjaan. Tapi agama sebagai pelengkap terhadap semua pekerjaan.

Jadi suruh anak ikuti contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Jangan anggap ilmu agama cukup, dan abaikan semua ilmu yg lain. Jadikan ilmu dunia (yg juga berasal dari Allah) sebagai dasar kehidupan, dan dapat nafkah hidup dari situ, dan dilengkapi dgn ilmu agama yg dipadukan dgn ilmu dunia dalam pekerjaan. Jadikan umat Islam sebagai kaum yang menghidupkan ajaran agama Islam dalam semua pekerjaan. Justru karena selama ini tidak dilakukan, Indonesia menjadi salah satu negara terkorup di dunia. Orang bergelar Haji tidak malu melakukan korupsi. Ditangkap KPK tetap tidak malu (senyum dan ketawa, sambil memakai baju koko atau jilbab di sidang). Bagi mereka, urusan agama sebatas ritual shalat, dan ajaran agama tidak menjadi bagian dari pekerjaan mereka.

Coba ajak anak untuk merasa kasihan sama guru agama itu, yg merasa puas dgn ajaran agama saja, tapi abaikan dunia dan ilmu2 lain yg bermanfaat bagi umat Islam. Dan suruh anak ambil pelajaran dan menjadi lebih baik dari dia. Menjadi dokter, insinyur, pengacara, pilot, atau akuntan yang sekaligus ahli fiqih dan tafsir, yang sanggup jawab pertanyaan agama dari semua orang, dan bisa hidupkan ajaran agama dalam pekerjaan dan menjadi contoh mulia bagi yang lain!!
Semoga bermanfaat.
-Gene

No comments:

Post a Comment