Monday, September 19, 2016

Sebarkan Kebencian Terhadap Orang Kafir!!



Assalamu’alaikum wr.wb., Kemarin saya bertemu seorang muallaf baru. Dia lahir di Jakarta, di tengah orang Muslim yg biasanya menghinakan dia dgn sebutan "Dasar Cina", "Sipit", dll. Jadi sudah lama dia merasakan kebencian dari orang Muslim terhadap dirinya, bahkan sejak dia seorang anak kecil yg tidak berdosa. Dia jelaskan, di sekitar rumahnya ada tiga masjid yang nyalakan toa besar utk "ceramah agama". Karena berada di posisi lemah (org Katolik), keluarganya hanya bisa diam di rumah, dan dengarkan apa yang disiarkan kepada ribuan tetangga.

Saya bertanya, "Apa yang kamu dengarkan dari masjid?" Yang dia dengarkan adalah: Orang kafir harus dibenci. Orang kafir adalah mahluk paling buruk di dunia. Orang kafir tidak ada baiknya, dan bisa bawa kita ke neraka. Orang kafir tidak bisa dipercayai. Jangan pilih orang kafir sebagai teman atau pemimpin. Dan sebagainya.

Semua tetangga masjid yang non-Muslim hanya bisa diam dan dengarkan kebencian dan kemarahan yang disiarkan lewat toa masjid setiap minggu. Siapa yang berani melarang? Muallaf itu jujur bahwa dia masuk Islam karena mau menikah. Tapi hatinya masih ragu-ragu untuk bergabung dgn umat yang teriak2 dan sebarkan kemarahan dan kebencian lewat toa masjid di sekitar rumahnya.

Saya sudah sering dengarkan komentar seperti itu, tapi biasanya dari orang asing yg setelah tinggal di sini satu tahun ingin kabur dari umat Islam. Mereka tidak melihat keindahan Islam di sini, terutama kl ingin tidur pada jam 3 pagi di saat toa masjid dinyalakan, atau di jam 10 malam ketika masih disiarkan ceramah, tahlilan dsb. tanpa peduli pada hak tetangga utk tidur. Dalam Islam, ternyata boleh mengganggu tetangga sepuasnya kl punya toa.

Orang Katolik itu berani menjadi Muslim, WALAUPUN dia punya tetangga Muslim yang sebarkan kemarahan, kebencian, hinaan dan hujatan terhadap dia dan keluarganya yang kafir selama beberapa tahun. Selamat pak. Saya hanya bisa tekankan: kalau mau mengenal Islam, ABAIKAN UMAT ISLAM. Abaikan semua kebencian dan kemarahan yang didengarkan dari toa masjid setiap minggu, dan belajar ttg Al Qur'an dan Hadiths Nabi Muhammad SAW. Keindahan Islam lebih mudah terlihat di dalam buku daripada di tengah masyarakat Muslim. Semoga bisa menjadi seorang Muslim yang kaffah. Walaupun punya tetangga Muslim yang sudah membencinya bertahun-tahun sebagai orang kafir! Semoga umat Islam mau merenung.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto 

1 comment:

  1. "And speak to people good [words] and establish prayer and give zakah." (qs2:83) berbicaralah dengan baik dan lemah lembut, ini sunnah, jangan menjelek2kan orang lain,apalagi menyebar kebencian, kelihatannya mudah, tapi kalau dimaknai ini sebenernya sulit,

    seingat saya Rasul S.A.W juga menghormati umat agama lain,tidak mencaci apalagi membenci, ada suatu kisah sekelompok pendeta nasrani mengunjungi Rasul S.A.W dan beliau mengizinkan para pendeta tersebut berdoa di masjidnya. Ini gambaran sikap toleransi beragama yang diajarkan Rasul S.A.W, tetaplah santun dalam bersikap dan berbicara. Let's agree to disagree with civility. no need to hate.

    bener banget pak gene, untuk mempelajari suatu agama,jangan lihat kelakuan ummatnya,tapi pelajari kitabnya.

    ReplyDelete