Thursday, October 13, 2016

Orang Muslim Mau Pilih Ahok?



Orang Muslim Mau Pilih Ahok?

Surat Al Maidah ayat 51: “Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian jadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai penolong/penguasa. …" (QS. Al-Maidah: 51)

Apakah ini satu-satunya ayat yang membahas orang Kafir (non-Muslim) di dalam Al Qur'an dan hadiths? Atau hanya SALAH SATU? Ternyata, ini hanya salah satu ayat dari ratusan yang bahas sikap Allah dan Rasulullah SAW terhadap orang non-Muslim. Jangan bahas satu ayat saja. Melihat semua ayat sekaligus. Ini contoh lain (dari ratusan ayat dan hadiths):

KUTUKAN ALLAH PADA ORANG KAFIR
87. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya, (QS. Al Imran 3:87)

ALLAH MENJADI MUSUH BAGI ORANG KAFIR
98.  Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (QS. Al Baqarah 2:98)

AMAL TIDAK DITERIMA DARI ORANG KAFIR
105. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. (QS. Al Kahfi 18:105)

Kata orang Muslim, "Saya mau pilih Ahok! Dia orang kafir, tapi baik." Kata Allah "Laknat Allah atas dia (sebagai orang kafir)". Kata orang Muslim, "Saya mau pilih Ahok! Dia orang kafir, tapi baik." Kata Allah "Para malaikat, Rasulullah, Jibril dan Mikail, dan Allah SWT menjadi musuhnya (karena dia kafir)!" Kata orang Muslim, "Saya mau pilih Ahok! Dia orang kafir, tapi baik." Kata Allah "Aku tidak akan terima amal kebaikan dari dia (sebagai orang kafir)".

Jadi bagaimana? Allah menimpakan laknat atas orang kafir, menjadi musuhnya, dan tidak terima amalnya di akhirat, tapi orang Muslim bersikeras harus boleh ada izin memilih Ahok sebagai gubenur karena bukan "sahabat/wali" tapi hanyalah seorang "pemimpin/wali"! Apakah masuk akal? Kalau mau bahas tafsir dari kata "wali/auliya", semua guru agama saya yang fasih dalam bahasa Arab menjelaskan ada beberapa makna. Tidak berarti satu benar dan yg lain salah. Semuanya benar.

Wali (satu org) atau auliya (banyak org) itu bermakna: sahabat dekat, sekutu, pelindung, atau pemimpin. Semua makna itu benar. Dalam konteks pejabat dan pemimpin negara, sekali lagi semua terlihat benar. Kalau menjadi sahabat tidak boleh kenapa pemimpin mau dipaksakan menjadi boleh, seakan-akan seorang pemimpin tidak mengandung unsur persahabatan? Sudah berapa banyak orang yang izin selfie sama Ahok ketika bertemu? Apakah ada orang yang minta izin selfie sama musuh? Atau dilakukan karena dianggap sebagai pemimpin yang juga BERSAHABAT?

Silahkan orang Muslim pilih Ahok kl mau. Dan silahkan juga para ulama dibuang ke laut saja (dekat pulau reklamasi), kalau tidak mau dengarkan tafsir dan pendapat mereka. Yang paling mungkin pahami Al Qur'an adalah orang yang pelajarinya puluhan tahun. Jadi kalau ulama bicara, maka ILMU mereka yang bicara (bukan manusianya). Kalau tidak mau terima ilmu dari ulama, buat apa mau sebutkan diri seorang "pengikut Rasulullah SAW"? Apakah mau ciptakan ilmu agama sendiri setelah baca terjemahan? Atau apa mau berguru kepada orang kafir yg dianggap lebih paham? Kenapa tidak berguru kepada Setan sekaligus? Kalau tidak mau berguru pada orang kafir atau setan, dan tidak mau ciptakan agama sendiri, maka pilihan yang tepat adalah: MENDENGARKAN ILMU ULAMA!

Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Orang Muslim Mau Pilih Ahok? Baca ini dulu: bit.ly/2dy2QYR

No comments:

Post a Comment