Wednesday, November 30, 2016

Kita Menghormati Agama Lain Atau Takut Pada Pasal?

Kita Menghormati Agama Lain Atau Takut Pada Pasal?

Kemarin saya diskusi dgn seorang Kristen. Saya menyatakan, dia telah dibohongi oleh pemimpin Gereja dgn Al-Kitab, dan tafsir terhadap ayat yang dianggap membuktikan ada Trinitas, padahal tidak ada Trinitas. Sekarang saya menunggu ditangkap Bareskrim dan kena pasal penistaan agama. :D :D :D

Kenapa tidak ada demo jutaan orang Kristen pada hari Minggu kemarin utk menuntut ribuan ustadz ditangkap karena melakukan penistaan agama? Kalau saya jadi aktivis Kristen, saya akan mulai kumpulkan data (video, buku, ceramah) yang ada di ranah publik, dan bikin daftar ribuan tokoh Muslim yg harus ditangkap. Lalu siapkan demo jutaan orang.

Banyak orang bersikeras, "Kalau bicara utk kalangan sendiri, nggak masalah. Ahok salah karena bicara pada pemeluk agama lain." Saya juga anggap Ahok salah, bukan karena bicara pada pemeluk agama lain, tapi karena pakai baju dinas dalam kunjungan kerja. Bukan hak dia utk bahas perbedaan agama di saat itu, dgn tujuan politik, apalagi tidak dikenal sebagai ahli agama.

Kata pengacara, dalam pasal penistaan agama tidak ada kalimat yang berbunyi "… tapi kalau untuk kalangan sendiri, silahkan saja menistakan agama lain sepuasnya!" Jadi kl sudah bahas agama umat lain di Indonesia, maka sudah merupakan penistaan agama. Titik. Tidak penting utk kalangan sendiri atau tidak. Kl dibahas, sudah penistaan.

Di negara2 barat, ada kebebasan bicara dan tidak ada pasal penistaan agama. Jadi warga sana bebas bakar Al Qur'an setiap hari di jalan raya kl mau. Coba ada sebutkan berapa ratus juta kali ada warga sana yg bakar Al Qur'an? Tidak bisa? Hanya ada beberapa kasus saja? Kok tidak ada jutaan kasus?

Mungkin karena di negara2 barat, anak sekolah diajarkan untuk MENGHORMATI agama lain, walapun TIDAK TERPAKSA. Jadi rasa hormat itu (atau tidak) berasal dari HATI, bukan dari ancaman pasal. Tetapi ada pasal "Hate Speech" yaitu larangan menyebarkan kebencian, yg dianggap sudah cukup. Jadi kl sebatas mau bilang kitab suci ini atau itu tidak benar, silahkan. Dan hal itu sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW, jadi bukan perkara baru ada perbedaan pendapat ttg agama mana yg benar.

Apakah mungkin ada yang keliru selama ini dalam pendidikan "menghormati agama lain" di Indonesia, yang berbasis ancaman pidana, dan bukan rasa hormat yg sebenarnya?
-Gene Netto

1 comment:

  1. Assalamualaikum, Pak Gene, saya baca dari tulisan Anda, sepertinya Anda selalu bercermin ke Negara Barat padahal Islam memiliki banyak kisah teladan dan panutan yang tertuang dalam Al Quran, hadits, dan literatur lainnya..Mungkin karena Bapak lama tinggal di Negara Barat yaa...Indonesia tidak harus sama dengan Negara-negara Barat toh? Indonesia ya Indonesia...terdiri dari pulau-pulau, agama, suku, dan ras...Indonesia memang bukan negara maju tapi Negara Barat yang Bapak agungkan pun tidak menjamin kemajuannya...Semoga kita semua berada dalam keteguhan Islam, mencintai dan membelanya hingga akhir hayat...Wassalamualaikum (Catatan hamba Allah)

    ReplyDelete