Sunday, November 06, 2016

Mengaku Dipangku & Dicabuli, Puluhan Murid SD Adukan Si Guru (Tegal)



Pembantu di rumah saya berasal dari Tegal. Saya pernah bertanya kepadanya kenapa dia tidak bawa isteri dan anak2 ke Jakarta dan cari rumah kontrakan di sini, agar bisa pulang secara rutin (daripada hanya boleh pulang 2-3 bulan sekali). Dia jelaskan, Jakarta tidak aman. Ada banyak kasus kekerasan dan pelecehan seks terhadap anak di sini. Kota besar, banyak bahayanya. Kalau di kampung, orang masih banyak yang baik hati, aman, damai, tenang, dsb. Saya kasih berita ini kepadanya. Dia langsung teriak!!
Sudah berkali2 saya jelaskan di sini, dalam berita pencabulan terhadap anak yang saya baca setiap hari, lebih banyak menyebutkan nama DESA daripada kota. Desa di Indonesia sudah bukan lagi tempat aman dan nyaman seperti yg dibayangkan banyak orang. Keindahan desa yang diingat dari zaman kecil dulu sudah berubah. Sekarang lebih banyak pesta miras, pemerkosaan, pernikahan karena perempuan usia remaja sudah hamil dan lain-lain. Desa tidak aman. Tapi selama anak miskin yang menjadi korban terus, kebanyakan pejabat dan pemimpin tidak mau bahas topik ini. Anak mereka aman soalnya, jadi bukan urusan mereka utk perhatikan kerusakan moral yang sedang terjadi di seluruh negara di banyak desa.
-Gene Netto

Mengaku Dipangku & Dicabuli, Puluhan Murid SD Adukan Si Guru (Tegal)
Kamis, 20 Oktober 2016 | 08:26 WIB
TEMPO.COTegal - Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Karangjambe, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diduga menjadi korban tindak kekerasan seksual. Mirisnya, pencabulan ini diduga dilakukan guru mereka sendiri, yang berinisial EA. Dugaan pencabulan itu terungkap setelah para murid ramai-ramai melapor kepada orang tua mereka.

No comments:

Post a Comment